KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 86 kepala sekolah dan madrasah di lingkungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Kebumen mengikuti Rapat Kerja Dinas (Rakerdin), seminar pendidikan, dan pelantikan Kelompok Kerja Madrasah dan Sekolah (KKM) di Ruang Cinema SMK Ma’arif 1 Kebumen, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) LP Ma’arif NU ke-97. Selain menjadi forum evaluasi dan penguatan kelembagaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Ma’arif di Kabupaten Kebumen.
Rakerdin mengusung tema “Konsolidasi Kelembagaan untuk Membangun Peradaban: Menguatkan Sinergi, Meneguhkan Khidmah, Membangun Pendidikan Ma’arif yang Unggul dan Berkarakter.” Tema tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama dan menyatukan visi seluruh satuan pendidikan Ma’arif agar mampu berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebanyak 86 kepala sekolah dan madrasah yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas 52 Madrasah Ibtidaiyah (MI), satu Sekolah Dasar (SD), 15 Madrasah Tsanawiyah (MTs), empat SMP, empat Madrasah Aliyah (MA), dan sembilan SMK.
Acara dibuka secara resmi oleh Rois Syuriah PCNU Kebumen, KH. Afifuddin bin Chanif al-Hasani. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pembinaan dan arahan kepada para peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen serta peran lembaga pendidikan Ma’arif dalam mencetak generasi yang berkualitas.
Setelah itu, dilaksanakan pelantikan pengurus KKM untuk tiga tingkatan, yakni SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/SMK/MA. Selain itu dilaksanakan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) LP Ma’arif. Materi tersebut mencakup tata cara pemilihan kepala sekolah, kerja sama kelembagaan, hingga pengelolaan komite.
Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan Seminar Pendidikan bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen sekaligus Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., sebagai narasumber.
Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Kebumen, Dr. H. Mustolih, M.Pd.I., mengatakan Rakerdin menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyatukan visi seluruh sekolah dan madrasah Ma’arif. Menurutnya, konsolidasi diperlukan agar seluruh satuan pendidikan memiliki arah yang sama dalam mewujudkan pendidikan yang semakin berkualitas.
“Tema kita hari ini yaitu konsolidasi kelembagaan untuk membangun peradaban. Ini bukan sekadar tema, tetapi impian dan tujuan LP Ma’arif NU Kebumen. Dengan konsolidasi organisasi, insyaallah kita bisa membangun peradaban,” ujarnya.
Menurut Mustolih, peran Ma’arif tidak boleh berhenti pada urusan administratif dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lebih dari itu, sekolah dan madrasah Ma’arif harus mampu memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
“Ma’arif harus bisa hadir sebagai pendidik, menjadi pusat keilmuan, menjadi benteng sakofah Islamiyah, dan pada akhirnya Ma’arif menjadi pusat peradaban,” katanya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kata dia, sekolah dan madrasah Ma’arif perlu secara berkala melihat dan mengevaluasi capaian yang telah diraih. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian di antaranya tingkat kepercayaan masyarakat, perkembangan jumlah siswa, peningkatan kualitas guru, serta prestasi akademik dan nonakademik.
“Jangan takut mengakui kekurangan. Justru organisasi yang besar adalah organisasi yang senantiasa melaksanakan evaluasi. Kita tidak boleh puas hanya menjadi sekolah yang berjalan apa adanya. Kita punya target yaitu sekolah dan madrasah Ma’arif tumbuh, unggul, dan dipercaya menjadi pilihan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya membangun sekolah dan madrasah yang unggul harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi hasil belajar siswa, tetapi juga mencakup tata kelola lembaga, kualitas tenaga pendidik, proses pembelajaran, prestasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan inovasi.
“Kita harus menyatukan pikiran dan tujuan dalam mencapai tujuan kita. Jangan sampai kita terpecah belah,” katanya.
Di sisi lain, LP Ma’arif NU Kebumen juga terus mendorong penguatan sakofah Islamiyah di lingkungan sekolah dan madrasah. Pendidikan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kelulusan siswa, tetapi juga mampu membentuk generasi yang memiliki karakter, wawasan keilmuan, dan kepedulian untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Dalam pengembangan masing-masing satuan pendidikan, Mustolih juga mengajak para kepala sekolah dan madrasah untuk menemukan serta mengembangkan keunggulan yang menjadi ciri khas lembaganya. Menurutnya, setiap sekolah perlu memiliki identitas yang kuat agar mampu dikenal dan dipercaya masyarakat.
“Masing-masing sekolah harus mengemas keunggulan yang dimiliki dan dipublikasikan atau di-branding agar bisa membawa manfaat dan memajukan sekolah mereka,” pungkasnya. (K24/Ilham/Agam)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















