Kebumen24.com

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tiga tersangka kasus pencurian sepeda motor  berhasil ditangkap Polres Kebumen dalam Operasi Sikat. Ketiga tersangka yang semuanya adalah  warga Kabupaten Kebumen, ditangkap karena kasusnya masing-masing.

Para tersangka yang diamankan Polres Kebumen masing-masing berinisial DA (60) warga Kecamatan Klirong, SM (33) warga Kecamatan Petanahan, dan LA (47) warga Kecamatan Klirong.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat konferensi pers Rabu 23 Oktober 2019 menjelaskan, para tersangka adalah target operasi dalam Operasi Sikat. Atas perbuatanya, Para tersangka dijerat dengan pasal 363 Kuh Pidana, dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara.
Dijelaskan AKBP Rudy, tersangka inisial DA melakukan pencurian sepeda motor jenis Honda Beat milik Lukman warga Kecamatan Klirong pada hari Minggu bulan lalu.Saat dicuri, sepeda motor korban tengah diparkir di dekat pasar Dorowati Klirong, dalam keadaan kunci masih menggantung.
Selanjutnya tersangka SM ditangkap karena dugaan pencurian sepeda motor jenis Yamaha Mio milik Niken Lestari warga Kabupaten Sleman Yogyakarta pada hari Rabu (04/07). Pencurian dilakukan tersangka saat kendaraan milik korban diparkir di depan kos temannya di daerah Kelurahan Bumirejo Kebumen.
Sedang untuk tersangka LA diduga telah melakukan pencurian kendaraan bermotor jenis Mio GT milik Prasetiawan warga Kecamatan/Kabupaten Purworejo pada hari Kamis (29/7) di kawasan tambak udang Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen.
Peristiwa pencurian dilakukan pada malam hari saat pemilik tengah beristirahat di gubuk jaga tambak udang.
“Apa yang dilakukan oleh tersangka LA ini, ia tidak hanya mencuri sepeda motor. Namun ia juga mencuri handphone milik korban. Total kerugian 14 juta rupiah,” jelas Kapolres Kebumen.
Banyaknya kasus pencurian sepeda motor yang berhasil diungkap Polres Kebumen, Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat Kebumen untuk lebih waspada.
“Pesan kami dari Kepolisian, warga masyarakat harus lebih waspada. Parkir kendaraan bermotor di tempat yang aman. Selalu gunakan kunci ganda,” imbau Kapolres.
Selain tiga tersangka curanmor, Polres Kebumen berhasil mengamankan Dpo, tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang dilakukan tahun 2015 silam. Tersangka MA (47) warga Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen tak berkutik ditangkap polisi dalam dugaan kasus itu.Pelariannya dari tahun 2015 yang dikiranya sudah aman, tetap ditangkap polisi.
Tersangka ditangkap pada hari Senin (14/10), karena diduga telah melakukan pencurian dengan kekerasan kepada wisatawan Pantai Petanahan Kebumen yang sedang berekreasi.( K24/THR)

Dalam rangka  memeperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2019, ratusan siswa MTS N 7 Kebumen Kecamatan Prembun meramaikanya dengan cara makan bersama lesehan di halaman sekolah setempat, selasa 22 oktober 2019.

Dengan bekal makanan yang dibawa sendiri olah para siswa, makanan dengan lauk pauk yang sederhana ini diletakan dihelai daun pisang dan kemudian dimakan secara bersama sama. Bersama para Guru dan mereka tanpak antusias dan penuh keceriaan.

Waka Kurikulum MTS N 7 Kebumen Nursabini mengtakan, kegiatan ini menunjukkan kesederhanaan dan kebersamaan antara  Guru dan Siswa yang juga merupakan Santri. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan talisilaturahmi dan juga kekompakan para siswa untuk senantiasa menghargai jasa jasa para kyai dan santri terdahulu.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Polres kebumen menggelar  Apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Zebra Candi tahun 2019, Rabu 23 Oktober 2019, dihalaman Mapolres setempat. Kegiatan apel  dipimpin langsung oleh Kapolres kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Turut  hadir kasat POLPP Kebumen dan sejumlah pejabat Forkopimda, serta diikuti oleh para anggota Tni Polri, Dinas Perhubungan , Satpolpp dan para pelajar.
Oprasi Zebra secara resmi di tandai dengan  pemasangan pita tanda operasi, kepada para perwakilan personel dari Sat lantas,  Kodim,  Dishub dan  SatPolpp. Kegiatan yang  dilaksanakan serentak di seluruh indonesia ini, dilakukan sebagai bentuk kesiap siagaan dalam menegakkan Hukum dan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
kegiatan oprasi ini akan berlngasung hingga 14 hari kedepan, dan akan digelar di titik rawan kecelakaan lalu lintas dan kawasan tertib lalul intas.

Dalam amanatnya Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, Operasi ini diadakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam tertib lalu lintas di kabupaten kebumen. Apalagi,  pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019.

Dalam pelaksanaan Operasi  ini, sedikitnya ada delapan prioritas pelanggaran lalulintas yang akan ditindak dan ditilang. Diantaranya, pengendara sepeda motor yang menggunakan Handphone (hp) saat berkendara,  pengendara di bawah umur, dan pengendara yang tidak menggunakan Helm dan Safety Belt (sabuk pengaman) bagi pengendara mobil.
Selanjutnya yaitu pengendara yang melebihi batas kecepatan, mabuk saat berkendara, serta pengguna kendaraan yang melawan arus serta rambu-rambu lalu lintas dan memasan lampu rotator yang bukan peruntukannya.
Bagi para pelanggar nantinya akan di lakukan penindakan tegas berupa penilangan.  Kendati demkkian, kepada para personelnya  AKBP Rudy juga memerintahkan agar dalam penegakan hukum dilakukan dengan cara humanis.
Berdasarkan data dari Polda Jateng, kecelakaan di Wilayah Jateng masih terbilang cukup tinggi. Selama tahu  2019 dari bulan Januari hingga September, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 19.262.
Tingginya angka kecelakaan biasanya didukung dengan tingginya kasus pelanggaran lalu lintas. Ditahun ini tercatat 1.507.023 kasus pelanggaran diWilayah Jateng. Hal ini menjadi perhatian khusus agar angka kecelakaan dapat ditekan.
Kepada seluruh warga masyarakat kebumen, Kapolres menghimbau untuk kembali mengecek kelengkapan sebelum berkendara serta  patuh terhadap peraturan lalu lintas.
 “Kecelakaan lalu lintas diawali dari sebuah pelanggaran. Mari kita tertib berlalu lintas,” katanya.(K24/THR)

Kebumen – Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019 di Kabupaten Kebumen berjalan meriah. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, para pelajar serta  mahasiswa mengikuti Upacara di Alun-alun Kota Kebumen.
Sehabis upacara, para santri, pelajar dan mahasiswa mengikuti Kirab  sejauh sekitar 2,5 kilometer dari Alun-alun melalui jalan-jalan protokol menuju Hotel Mexolie sekaligus memeriahkan Pesantren Ekspo. Kirab diawali pasukan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) yang membawa sang Merah Putih diikuti segenap santri peserta upacara, termasuk para ibu-ibu Muslimat NU dan Fatayat NU.
Bertindak sebagai Irup Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. Upacara berlangsung khitmad dan meriah, diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya diakhiri dengan melantunkan Lagu Syubbhanul Wathon yang dinyanyikan segenap peserta upacara, serta menyanyikan lagu Mars Santri yang dilantunkan peserta upacara.
Di sela upacara  para santri juga membacakan Ikrar Setia pada NKRI, bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa raga membela Tanah Air dan bangsa Indonesia. Para santri juga berikrar siap berperan aktif dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh rakyat Indonesia.

Acara dihadiri Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang, Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Kepala Kantor Kemenag Kebumen H Panut, Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Damawudin MAg, Rois Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifudin Chanif dan Ketua MUI KH Nursodik. Hadir pula Rektor IAINU Kebumen Dr H Imam Satibi MPdI, serta para ulama dan kiai pimpinan pondok pesantren di Kebumen.
Dalam sambutan tertulis Menteri Agama (Menag) yang dibacakan Bupati Kebumen Yazid Mahfud, menyatakan, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Harii Santri.  Penetapan tanggal tersebut merujuk pada “Resolusi Jihad” di Surabaya yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad itu kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Peringatan Hari Santri 2019 ini mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatan lil alamin, Islam yang ramah dan moderat dalam beragama.
peringatan Hari Santri 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan UU pesantren itu memastikan bahwa pesantren tidak hanya memgembangkan fungsi pendidikan, namun juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Kebumen – Mungkin  sebagian masyarakat sudah tak asing  yang namanya wedang STMJ, atau disebut dengan minuman susu,telur, madu dan jahe. Selain untuk mengangatkan badan, minuman ini juga dipercaya dapat membuat tubuh menjadi  strong atau bersetamina. Jenis minuman hangat ini kini tengah populer untuk dikonsumsi sebagian banyak masyarakat.

Seperti  halnya yang  tersaji diwarung lesehan Wedang STMJ Cak Sam yang berada  di jalan veteran no.22  kota  kebumen . Wedang STMJ disini, mempunyai  keistimewaan tersendiri dibanding wedang STMJ lainya.
Selain di buat menggunakan bahan bahan yang masih alami, proses pembuatanya juga masih sangat tradisonal. Sehingga, Wedang STMJ ini banyak diminati masyarakat karena kenikmatan rasanya. Berbahan dasar campuran susu telur madu asli  dan jahe, minuman ini bisa dikonsumsi oleh siapapun.Baik dewasa  maupun anak-anak.

Dilapak cak sam, minuman ini dapat dinikmati ditempat ataupun dibungkus untuk dibawa pulang. Tidak hanya STMJ, sebagai teman minuman ada juga makanan atau cemilan seperti kripik tempe, keripik singkong dan lain lain.

Meski belum lama di buka, namun  hampir setiap malam, lapak ini selalu ramai  banyak dikunjungi para pembeli.

Menurut David,  salah satu pembeli asal Purokerto mengatakan, selain cocok dinikmati Saat musim dingin, minuman ini paling pas diminum saat badan sedang tidak sehat.

“Dengan  meminuman segelas STMJ, membuat tubuh saya menjadi hangat dan bersetamina, setidaknya terasa lebih nyaman” katanya.

Pemilik warung STMJ, Cak Sam mengatakan, wedang STMJ adalah minuman penghangat badan yang diproses secara tradisional dan menggunakan bahan bahan alami. Untuk harga pergelasnya, ia  jual dengan harga 15 ribu hingga 17 ribu rupiah pergelasnya. Hampir setiap harinya, ia  mampu menjual 10 liter susu  atau 30 gelas.

“rata rata dalam sehari saya bisa menjual  sampai 30 gelas. Mulai buka dari jam 5 sore hingga jam 1 malam baru tutup” kata Cak Sam.

Cak Sam juga menceritakan, awal mula usaha wedang STMJ ini berawal saat dirinya mendapat masukan dari Gus Asyhari Muhammad Al Hasani, yang juga merupakan kyai Pondok Psantren Al – hsani Desa Jatimulyo Alian. Selain menimba ilmu agama, Sebagai seorang  santri pondok, ia selalu mendapat motivasi dan pembelajaran tentang berwirausaha sekaligus dilatih untuk senantiasa mandiri.

“setiap waktu luang di luar jam mengaji, saya belajar sama gus hari bagaimana mandiri dengan membuat usaha meskipun kecil kecilan, dan akhirnya saya didorong untuk berwirausaha membuat warung wedang STM ini, alhamdulilah sekarang udah mulai jalan” ungkap Cak Sam sambil melayani pembeli minggu 11 oktober 2019.

Cak Sam berharap usaha ini dapat melatih dirinya dan para santri lain, agar tekun belajar dan berlatih mandiri melalui wirausaha.
Bertepatan dengan kegiatan Pesantren Expo 2019 yang berlangsung di halaman Hotel Mexolie Kebumen. Wedang STMJ Cak Sam juga turut dipamerkan sebagai  minuman suguhan bagi para pengunjung  Expo yang penasaran ingin mencoba dan membelinya. ( K24/THR)



KEBUMEN – Beragam produk santri dipamerkan dalam gelaran Pesantren Expo 2019. yang berlangsung di halaman Hotel Mexolie Kebumen. Pameran yang dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Selasa 22 Oktober 2019 itu akan berlangsung hingga Sabtu 26 Oktober mendatang.
Pada Pesantren Expo 2019 kali ini. Sedikitnya  diikuti oleh 13 pondok pesantren dengan 36 stan.  Semuanya stan berisi dengan produk-produk hasil karya para santri. Produk-produk tersebut meliputi karya seni, jajanan ringan dan kuliner lain serta peralatan/perlengkapan ibadah.
Ketua Panitia Gus Fachrudin Ahmad Nawawi menjelaskan, kegiatan ini merupakan hajat bersama Asosiasi Pesantren NU Kebumen yang tergabung dalam wadah Pengurus Cabang Rabithah Ma’had Islamiyah (RMI) Kebumen.
Pameran itu telah digagas dan dipersiapkan sejak tiga bulan lalu. Kegiatan ini dihelat sebagai salah satu rangkaian Peringatan Hari Santri 2019 sekaligus sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur santri.
“Kami menyampaikan terimakasih setulus-tulusnya kepada jajaran Forkopimda dan OPD di jajaran Pemkab Kebumen, PCNU Kebumen serta semua pihak yang telah mendukung kami dalam menggelar acara ini,” ujar Gus Fachrudin di sela-sela acara.
Selain Pesantren Expo,  PC RMI NU Kebumen dalam rangkaian Hari Santri Nasional tahun ini juga menggelar berbagai pertandingan dan lomba, seperti futsal, sepakbola, lomba membaca kitab dan seni kaligrafi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen, H Arif Sugiyanto SH mengapresiasi kepada Asosiasi Pesantren NU Kebumen atas keberhasilannya menggelar Pesantren Expo 2019. Menurut Wabup, kegiatan tersebut semakin menguatkan fakta bahwa santri juga memiliki jiwa wirausaha.
“Saya berharap, melalui kegiatan ini ke depan santri akan lebih mampu mandiri untuk memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.
Selain Wabup, hadir Asisten I Sekda Drs Heri Setyanto, Kepala Dispermades P3A Frans Haidar, Kabag Kesra Setda Wahib Tamam, Rois Syuriah PCNU Kebumen KH Khafifudin Hanif Al Hasani, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Dawamuddin Masdar dan pimpinan pondok pesantren beserta para santrinya. ( ** )


Foto Ketua Pengurus Cabang Rabithoh Ma`ahid Islamiyah NU Gus Fachrudin Achmad Nawawi 

KEBUMEN – Warga masyarakat Kabuptan Kebumen diminta saling berpelukan dan bergandengan tangan setelah sempat terpecah karena Pilpres 2019. Selain itu, masyarakat juga diajak bersama sama mendukung pemerintah  untuk Indonesia yang lebih maju lagi.

Hal ini diungkapkan Ketua Pengurus Cabang Rabithoh Ma`ahid Islamiyah NU Gus Fachrudin Achmad Nawawi pasca dilantiknya Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil RI periode 2019-2024.
Menurutnya, Dalam pesta demokrasi, perbedaan itu hal yang biasa.” Mari dukung pemerintah untuk indonesia yang lebih maju. Kami ucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin,” kata Gus Fachrudin yang juga pengasuh Ponpes Al Hasani Kebumen, Selasa 22 Oktober 2019, disela sela kegiatan Upacara Hari Santri.
Foto Ketua Pengurus Cabang Rabithoh Ma`ahid Islamiyah NU Gus Fachrudin Achmad Nawawi 
Lebih lanjut, Gus Fachrudin juga  mengapresiasi kinerja TNI dan Polri, serta berterimakasih karena telah sukses mengamankan jalannya Pemilu hingga pelantikan, berjalan aman damai dan kondusif.
“Pada momen Hari Santri Nasional yang kebetulan bertepatan hari ini, saya berharap para santri juga ikut mendukung pemerintah dalam memajukan Indonesia”  ungkap  Gus Fachrudin.
Dalam kesempatan terebut, Gus Fachrudin juga mengajak kepada masyarakat untuk mondok di Pesantren. Apalagi,  Wakil presiden dulunya merupakan santri. Menurut Gus Fachrudin, banyak tokoh masyarakat, aparatur negara dari kalangan santri.
“ Mari warga masyarakat Kebumen untuk mondok di Pesantren. Santri bisa menjadi apa saja. Ilmu agama yang didapatkan di Ponpes, bisa dijadikan dasar dalam kehidupan sehari hari,” ajaknya..

KEBUMEN, Kebumen24.com – Aplikasi berbasis android yang dimiliki oleh Polda Jateng disosialisasikan secara luas melalui Bhabinkamtibmas Polres Kebumen.
Melalui Bhabinkamtibmas, para warga masyarakat dikenalkan dengan aplikasinya “Jogo Wargo Jogo Negoro” yang banyak memuat layanan kepolisan.
Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Karanganyar Bripka Beni Siam ini misalnya. Saat melakukan sambang desa, di desa Panjatan ia mensosialisasikan kepada warga masyarakat setempat.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi, aplikasi berbasis android itu bisa didownload di Playstore pada handphone android secara gratis.
“Aplikasi ini dilaunching langsung oleh Pak Kapolda Jateng beberapa waktu lalu. Masyarakat bisa mengunduh dan menggunakan fitur yang tersedia pada aplikasi tersebut,” jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Selasa 22 Oktober 2019.
AKBP Rudy menegaskan, Mengapa aplikasi ini perlu didownload oleh masyarakat luas, karna fitur pelayanan yang berada di dalam aplikasi ini beraneka macam. Mulai dari pengaduan, layanan kepolisian, informasi warga, telepon penting, lokasi penting saber pungli, polisi, pemerintahan, hotel, tempat wisata, bank. Termasuk ada juga giat dan agenda kepolisian yang terintegrasi dengan 35 Polres dibawah Polda Jateng.(K24/THR)



Foto Bupati dan Wakil Bupati bersama Kapolres Kebumen saat kegiatan Upacara Hari Santri di Alun – alun Kebumen

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pasca dilantiknya Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil RI, ucapan selamat mengalir dari berbagai Daerah, salah satunya Bupati Kebumen Yazid Machmud.
Secara pribadi dan atas nama pemkab kebumen, Yazid  mengucapkan selamat atas dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan periode 2019 – 2024.
“Kami ucapkan selamat atas dilantiknya  Ir H Joko Widodo dan Prof Dr KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan Wakil Presiden ” ucap yazid  disela sela kegiatan Upacara HSN di Alun – alun kebumen selas siang 22 Oktober 2019.
Selain itu, dalam ksempatan ini, bupati kebumen yazid juga mengucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri yang telah mengamankan jalannya pesta demokrasi hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih berjalan dengan aman dan kondusif.
“ Bupati yazid berharap, Kepada  TNI dan Polri selalu solid dalam bersinergi mengamankan jalannya pesta demokrasi di wilayah Kabupaten Kebumen” tandasnya.


Foto Kapolres Kebumen Bersama Bupati dan Wakil Bupati Kebumen  saat kegiatan Upacara Hari Santri di Alun – alun Kebumen

Semntara itu, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, meski pelantikan Presiden dan Wakil Presiden sudah digelar,  pihaknya tetap melakukan kegiatan cipta kondisi dengan melibatkan TNI dan Sat Pol Pp.
Beberapa kali terlihat Polres Kebumen, Kodim 0709 Kebumen dan Sat Pol Pp terlihat apel bersama di Mapolres Kebumen, selanjutnya melakukan patroli bersama.
“kepada warga masyarakat, kami mengimbau untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing. Mari kita wujudkan wilayah Kebumen yang kondusif,” katanya.(K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tim Kesebalasan Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Berhasil  menjadi juara pada turnamen sepak bola “Pesantren Cup 2019” yang berlangsung di Stadion Chandradimuka Kebumen, Senin Sore 21 Oktober 2019. Tim ini menang telak atas Pondok Pesantren An Nahdliyah SMK Maarif 1 Kebumen dengan skor 9-0 di laga final.

Sejak kick off, Tim yang dimanageri langsung oleh Pengasuh Pesantren Al Hasani Gus Asyhari Muhammad Al Hasani sangat mendominasi jalannya permainan. Selain Unggul  secara skill bermain, Gol demi gol berhasil membobol gawang tim An Nahdliyah.

Pada babak pertama, tim asuhan pelatih Amin Saifudin itu telah membobol gawang An Nahdliyah hingga enam kali. Skor babak pertama 0-6 untuk keunggulangan Al Hasani. Semnetara Pada babak kedua, dominasi permainan Renaldi dan kawan-kawan masih belum bisa dibendung. Hingga peluit panjang wasit ditiup skor menjadi 0-9 untuk kemenangan Al Hasani.

Sebagai juara, Tim Al Hasani mendapatkan trofi bergilir dan tetap serta uang pembinaan  sebesar Rp 2 juta. Trofi bergilir diserahkan oleh Ketua PSSI Kebumen yang tak lain Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang. Sedangkan piala tetap diserahkan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan. Adapun sebagai runner up, tim An Nahdliyah mendapatkan trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta.
Ketua PSSI Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang menyampaikan, Turnamen ini menunjukkan santri mempunyai potensi yang besar dalam bidang olahraga khususnya sepak bola. Untuk itu, para santri memiliki peluang yang sama untuk menjadi pesepakbola profesional. “Apalagi santri memiliki semangat untuk menjunjung sportivitas,” katanya.
Hal senada juga di sampaikan kapolres kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, menurutnya, para santri telah menunjukan  sportivitasnya  didalam bermain. Hal itu tentunya menjadi kebanggaan yang patut di puji. Kapolres berharap,” kedepan akan lahir Atlet atlet sepak bola dari kalangan santri Yang dapat mengharumkan nama Kebumen” Tandasnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara yang juga Ketua PC RMI NU Kebumen Gus Fachrudin An Nawawi menjelaskan, turnamen tersebut diselenggarakan oleh PC Rabithah Ma’had Islamiah (RMI) NU Kebumen bekerjasama dengan Kodim 0709 Kebumen. Turnamen diikuti 14 tim pondok pesantren di Kebumen. Turnamen dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 itu dimulai  sejak 14-21 Oktober 2019.
“Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antarpesantren di Kebumen dalam bidang olahraga. Selain itu, juga memunculkan atlet dan bibit bakat sepak bola dari kalangan santri Kebumen,” pungkas Gus Fachrudin.(K24/THR)