PEMBANGUNAN

Pembangunan Yonif TP Dongkrak Harga Tanah di Banyumudal, Tembus Hampir Rp10 Juta per Ubin

×

Pembangunan Yonif TP Dongkrak Harga Tanah di Banyumudal, Tembus Hampir Rp10 Juta per Ubin

Sebarkan artikel ini

BUAYAN, Kebumen24.com – Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, mulai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Salah satunya terlihat dari melonjaknya harga tanah di kawasan tersebut.

Kepala Desa Banyumudal, Suprapto, mengatakan harga tanah di sekitar lokasi pembangunan Yonif TP mengalami kenaikan cukup fantastis. Sebelum adanya pembangunan batalyon, harga tanah di kawasan tersebut hanya sekitar Rp2 juta per ubin.

“Dulu harga tanah di sekitar sini hanya sekitar Rp2 juta per ubin. Sekarang harga belinya sudah mendekati Rp10 juta per ubin,” kata Suprapto, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, kenaikan harga tanah tersebut terjadi hampir di seluruh titik yang berada di sekitar kawasan pembangunan batalyon.

“Naiknya cukup fantastis, hampir semua titik di kawasan batalyon,” ujarnya.

Suprapto menambahkan, setelah pembangunan batalyon dimulai, sejumlah orang juga mulai mencari tanah di sekitar lokasi. Mereka dinilai melihat adanya potensi usaha maupun investasi yang dapat berkembang seiring hadirnya batalyon.

“Ada beberapa orang yang tanya ke saya mencari tanah di sekitar batalyon setelah adanya pembangunan batalyon ini. Mungkin melihat potensi, jadi ingin membuka bisnis atau investasi di sekitar sini,” ungkapnya.

Batalyon TP Teritorial tersebut dibangun di atas lahan milik Perhutani seluas sekitar 55 hektare yang mencakup tiga desa, yakni Desa Tugu, Kalisari, dan Banyumudal, Kecamatan Buayan.

Pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari program penguatan pertahanan sekaligus pembangunan wilayah. Keberadaan satuan tersebut tidak hanya diharapkan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya aktivitas ekonomi di daerah sekitar.

Suprapto menilai keberadaan batalyon dengan ratusan prajurit beserta aktivitas pendukungnya berpotensi mengubah kawasan yang sebelumnya relatif sepi menjadi lebih ramai. Kondisi tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan berbagai usaha.

“Dampak pembangunan batalyon ini tentunya besar, terutama bagi tenaga kerja warga sekitar. Menggeliatnya ekonomi sekitar dengan membuka berbagai usaha seperti warung, laundry, dan tempat makanan,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan Yonif TP dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Banyumudal dan desa-desa di sekitarnya. Selain mendukung penguatan pertahanan, keberadaan batalyon diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.