KEBUMEN, Kebumen24.com –  Pasca kejadian teror bom bunuh diri yang terjadi di Markas Polrestabes Medan Polda Sumatera Utara pada Rabu (13/11) pagi, warga Kebumen diminta tetap tenang.

Selanjutnya warga masyarkat diimbau untuk tidak ikut membagikan foto terduga teroris yang tewas dalam peristiwa itu.
Hal ini disampaikan langsung oleh KapolresKebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman.
“Tujuan teroris adalah membuat ketakutan warga masyarkat. Selanjutnya jika foto itu dibagikan, masyarkat akhirnya merasa takut, maka tujuan dari teroris itu telah tercapai,” katanya saat dikonfirmasi.
Jauh sebelum adanya peristiwa bom bunuh diri yang menewaskan terduga teroris yang mengenakan atribut Ojek Online, Polres Kebumen sudah melakukan penjagaan ketat di pintu gerbang Mapolres.
Pembangunan Pos pengamanan permanen di depan pintu masuk, menjadi bukti Polres Kebumen menjamin keamanan setiap warga masyarkat yang akan mengunjungi Mapolres.
Personel bersenjata lengkap pun melakukan pemantauan dan pengecekan kepada setiap warga yang lalu-lalang di Mapolres Kebumen.
“Warga kami minta untuk bekerjasama. Kita akan selalu mengecek barang bawaan para pengunjung Polres Kebumen. Kepada warga yang bersedia bekerjasama sama, Kami sampaikan terimakasih. Ini demi kenyamanan dan keamanan bersama,” imbuh Kasubbag Humas yang juga mantan Perwira Brimob itu.
Warga yang membawa barang dicek satu persatu oleh personel Perintis Polres Kebumen. Selanjutnya kepada pengunjung yang menggunakan sepeda motor diimbau untuk membuka kaca helm nya agar petugas mengenali wajahnya.
Kepada warga yang mengendarai kendaraan mobil, diimbau untuk membuka kaca jendela dan akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas jaga.
Tugas Masyarkat, Laporkan!
Lebih jauh dikatakan Iptu Tugiman, warga yang merasa curiga dengan gerak-gerik seseorang yang baru dikenal untuk dilaporkan ke kantor polisi terdekat ataupun ke Bhabinkamtibmas desa setempat.
Senada diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Iskandar Fitriana Sutisna.
Warga Jawa Tengah diminta tetap tenang menyikapi peristiwa itu. Polri akan mengusut tuntas pelaku dan jaringan teroris tersebut. (K24/WIN)

ADIMULYO, Kebumen 24.com – Warga Desa Adikarto Kecamatan Adimulyo, mendadak geger lantaran melihat kobaran api yang cukup besar, dari dalam rumah milik Saryanto (58) yang didiuga mengidap penyakit gangguan jiwa. Akibat peristiwa itu, seluruh barang barang perabot rumah tangga nyaris ludes terbakar.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman, peristiwa kebakaran terjadi pada Senin dini hari, 11 November 2019, sekitar pukul 00.30 Wib saat sebagian warga tengah beristirahat.
“Kebakaran diketahui warga saat apinya sudah membesar. Kurang lebih kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 Wib,”jelas Iptu Tugiman.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Saryanto atau  korban diketahui dalam kesehariannya tinggal sendiri. Sedangkan  istrinya merantau di jakarta, dan Anak-anaknya sudah berkeluarga. Dugaan sementara, kebakaran rumah tersebut karna dibakar sendiri oleh sang pemilik, lantaran diduga penyakitnya kambuh.
Kendati demikian, masih beruntung, saat kejadian itu, cucu korban yang tengah menginap di rumahnya, sempat dibangunkan untuk meninggalkan rumah karna apinya mulai membesar.
Namun anehnya, sang cucu melihat kakeknya menenteng korek api dan kertas yang diduga untuk membakar rumah tersebut.
Warga yang melihat segera memadamkan api menggunakan alat seadanya, namun api semakin membesar. Hingga akhirnya sekira pukul 02.15 Wib, api berhasil dipadamkan oleh Tim pemadam kebakaran dengan menerjunkan 3 mobil Damkar.
Meski tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, korban mengalami kerugian sekitar 80 Juta Rupiah, dan Dua Unit kendaraan sepeda motor yang ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Dalam operasi Zebra Candi 2019 yang dilaksanakan dua pekan terhitung sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019, sedikitnya Polres Kebumen telah menindak 4.341 Kasus Pelanggaran.

Jumlah tersebut terdiri dari 3469 pelanggar yang di berikan tindakan Tilang, dan 872 pelanggar yang hanya di berikan Teguran.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan bahwa pelanggaran tersebut masih di dominasi oleh para pelajar. Selama pelaksanaan Operasi Zebra 2019 berlangsung, sedikitnya ada 1.375 dilakukan oleh para pelajar.
“Dengan tingginya pelajar yang melanggar, Kami Polres Kebumen menghimbau kepada para orang tua agar mengarahkan putra putrinya tidak menggunakan kendaraan bermotor untuk berangkat ke sekolah,”ungkap Kapolres saat Konfrensi Pers, Kamis 7 November 2019, di Mapolres kebumen.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Muh Rikha Zulkarnain menambahkan, bahwa selain melakukan penindakan, selama Operasi Zebra Candi 2019, Satlantas Polres Kebumen telah melakukan pembinaan dan penyuluhan secara tatap muka langsung.
Selain itu, bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat agar memahami arti pentingnya Tertib Berlalu Lintas. pihaknya juga telah mensosialisasikan tentang Operasi Zebra melalui berbagai media, seperti Radio, Koran dan media sosial.
“Operasi Zebra Bukan hanya penindakan, namun, Operasi Zebra ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas, agar terwujud kelancaran, keamanan dan keselamatan Lalu Lintas di wilayah Kabupaten Kebumen.” Tandas Kasat Lantas AKP Muh Rikha Zulkarnain didampingi KRI Iptu Manggala. ( K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Salah satu Program Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan disambut gembira oleh warga masyarkat Kebumen. SIM yang telah jadi, langsung diantar ke rumah warga “Door to door” oleh personel Bhabinkamtibmas.

Para Warga mengaku senang dengan adanya program Bhabinkamtibmas Polres Kebumen Bagi SIM atau Surat Izin Mengemudi. Terutama yang bertempat tinggal jauh dari Kantor Sat Lantas Polres Kebumen. Mereka sangat terbantu dengan program kreatif Kapolres Kebumen tersebut.
Salah satu warga Adalah Danur Bagus Prayogo (18), warga Desa Pringtutul Kecamatan Rowokele Kabupaten Kebumen, yang menerima langsung SIM dari Bhabinkamtibmas desa setempat Bripka Zuhrie, Kamis 7 November 2019.
Ia bahkan terkejut saat polisi datang ke rumahnya, saat mengantarkan SIM C nya yang telah jadi. sebagai karyawan toko sangat terbantu sekali dengan program itu. Saat polisi datang, ia tengah mengangkat Galon air mineral di tempat kerjanya.
“Ya merasa senang. Jarak ke Kebumen lumayan jauh. Saya sangat terbantu. Saya tetap bisa bekerja seperti biasa,” katanya kepada Bripka Zuhrie.
Menurut Bagus, Jika ditempuh menggunakan kendaraan bermotor, perjalanan dari rumahnya ke kantor Sat Lantas Polres Kebumen, biasa ia tempuh 45 menit atau satu jam jika macet. Dengan adanya polisi datang langsung kepadanya, ia tak perlu lagi pergi ke Kebumen.
Sementara itu, AKBP Rudy Cahya Kurniawan Sebelumnya menjelaskan, bahwa Polres Kebumen membagikan 1500 SIM yang telah tercetak oleh Sat Lantas Polres Kebumen. SIM tersebut dibagikan langsung melalui Bhabinkamtibmas ke seluruh penjuru Kebumen.
Dikatakan AKBP Rudy, bagi SIM yang dilakukan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memunculkan kedekatan warga dengan Polres Kebumen.
“Melalui kegiatan ini, Bhabinkamtibmas akan mendapat masukan ataupun keluhan langsung dari masyarkat dan selanjutnya dipecahkan. Harapannya masyarkat akan merasa terayomi dengan kegiatan ini,” ungkap AKBP Rudy.
SIM yang dibagikan adalah Smart SIM atau SIM terbaru (SIM Pintar) dari Korlantas Polri. SIM Pintar juga bisa berfungsi sebagai uang elektronik dengan pengisian maksimal Rp 2 juta yang dapat digunakan untuk membayar parkir, tol dan juga berbelanja.(K24/THR/WIN)

SEMPOR, Kebumen24.com – Diduga karna Gas LPG bocor, Rumah milik Suwarsih (47) warga Dusun Tegal Kotak Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen nyaris ludes dilalap sijago merah. Beruntung tidak ada korban Jiwa dalam kejadian tersebut.

Kebakaran tersebut terjadi pada hari Senin, 04 November 2019, Sekitar pukul 17.00 wib. Beemula saat Wiwit (30) anak dari suwarsih hendak memasang gas pada kompor. Namun, Gas tersebut mengalami kebocoran, sedangkan posisi korban yang berada di dekat kompor yang sedang menyala, sehingga api langsung menyambar dan mengenai tubuh.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kapolsek Sempor Iptu Sugito mengatakan, kebakaran tersebut murni karena kebocoran gas dan kelalaian korban.
“Penyebabnya karena gas bocor dan kelalaian korban dalam memasang gas didekat kompor yang masih menyala, sehingga api menyambar,” ujar Kapolres.
Untuk memadamkan kobaran api, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Gombong didatangkan ke lokasi kejadian. Namun, dengan sigap dari warga sekitar tempat tinggal dan di bantu petugas damkar api segera dapat di padamkan.
Atas kejadian tersebut Kerugian materiil lebih kurang 5 juta rupiah dan Korban mengalami luka bakar di bagian muka, kaki, tangan dan rambut.
Untuk saat ini korban sudah dilarikan  ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong untuk mendapatkan pengobatan.(K24/WIN)

KEBUMEN. Kebumen24.com – Ribuan botol minuman keras “Miras” dimusnahkan Polres Kebumen setelah pelaksanaan Apel Gelar dan Pergeseran Pasukan pengamanan Pilkades tahap tiga Kabupaten Kebumen.
Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, ribuan botol Miras yang dimusnahkan adalah hasil sitaan dalam kegiatan kepolisan yang ditingkatkan selama beberapa bulan terakhir.
Miras-miras itu selanjutnya dimusnahkan secara simbolis dengan dibanting ke dalam drum yang telah diberi batu.
“Kita menggelar kegiatan cipta kondisi menjelang Pilkades. Hal ini agar masyarakat merasa aman tidak ada pesta Miras menjelang Pilkades,” kata AKBP Rudy saat acara pemusnahan Miras di halaman Mapolres Kebumen,  Sabtu 2 November 2019.
Terlihat dalam pemusnahan Dandim 0709 Kebumen Letnan Kolonel (Letkol) Inf Zamril Philiang, ketua DPR Kebumen serta Forkopimda ikut memusnahkan Miras secara simbolis.
Seperti diketahui bersama, Miras sering dikaitkan dengan pangkal kerusuhan. Rata-rata orang yang mengkonsumsinya akan berbuat hal negatif karena efeknya yang memabukkan.
Sehingga dengan dilakukannya operasi kepolisan yang ditingkatkan dengan sasaran Miras, diharapkan pelaksanaan Pilkades akan berjalan meriah tidak ada kerusuhan. (K24/WIN)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Diduga melakukan pencurian kendaraan bermotor, warga Desa Kalibening Kecamatan Karanggayam Kebumen inisial ML (43) ditangkap polisi.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, tersangka diduga telah mencuri  sepeda motor Honda Beat milik Anis (29) warga Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen, saat diparkir di halaman Masjid Bani Ahmad Kebumen pada hari Minggu 27 Oktober 2019 lalu.
“Tersangka dengan mudah mencuri sepeda motor milik korban. Pada saat kejadian, kunci masih menggantung di sepeda motor,” kata AKBP Rudy didampingi Kasat Reskrim AKP Edy Istanto saat konferensi pers, Rabu 30 Oktober 2019 kemarin.
Kepada polisi, tersangka telah mengakui perbuatannya melakukan pencurian itu. Niat mencurinya muncul saat melihat kunci motor masih menempel setelah ia menunaikan sholat dzuhur.
Lanjut AKBP Rudy, mencuri dengan modus seperti ini sering sekali terjadi. Kejahatan dilakukan karena ada niat dan kesempatan.
“Kami imbau kepada masyarakat, lebih teliti lagi saat memarkir kendaraan. Pastikan selalu dikunci stang dan menggunakan kunci ganda,” imbau Kapolres.
Dari Informasi yang berhasil diperoleh, tersangka ML tertangkap basah oleh warga saat melakukan pencurian. Bahkan warga yang melihat aksi itu langsung meneriaki maling kepada tersangka. Beruntung warga yang geram tidak melakukan main hakim sendiri.
Atas perbuatannya, ML dijerat pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman 5 tahun penjara. (K24/Imam N)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sungguh memprihatinkan, Seorang Remaja berinisial RS (19), yang masih berstatus pelajar, terpaksa harus berurusan dengan Pihak Kepolisian lantaran telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan  berinisial  RL.

Perbuatan yang dilakukan RS ini sungguh keterlaluan. Bagaimana tidak, Bukanya rajin belajar, justru malah membuat ulah. RS yang merupakan warga Kecamatan Kutowinangun ini malah melakukan tindak kekerasan seksual. Lebih gilanya lagi, korbannya ini bersatus istri orang.
Kapolres Kebumen,  AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat gelar perkara kasus tersebut, tak luput mengungkapkan rasa keprihatinannya. Mengingat, pelaku yang kini sudah berstatus tersangka itu masih berstatus pelajar disalah satu sekolah SMK swasta di Kecamatan Kotawinangun.
Bahkan,pada kesempatan itu, AKBP Rudy juga sempat melakukan Hypnotherapy kepada tersangka, agar mau menyadari atas kesalahan yang telah diperbuat oleh tersangka.Selain sempat meneteskan air mata, Kepada Kapolres, tersangka kemudian juga mengaku menyesali perbuatannya.
“Setelah kita beri nasihat, Tersangka ini menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya itu,” ungkap Kapolres, Rabu 30 Otkober 2019.

Kapolres kebumen AKBP Rudy menjelaskan, Pada kasus ini, Kejadian Berawal saat korban berkunjung ke rumah temanya inisial AL, pada 8 Oktober lalu.
“Saat itu, korban yang hendak ke pasar , namun, karena ditelpon AL, kemduian korban mampir ke rumah AL itu,” kata Kapolres yang kemarin didampingi Kasatreskrim AKP Edy Istanto dan Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman.
Di saat yang sama, tersangka juga tengah berada didalam rumah yang sama. Awalnya, korban dan pemilik rumah mengobrol di ruang tamu. Sementara, tersangka tidur di kamar. Saat bangun itulah, tersangka tiba-tiba memaksa korban memenuhi hasrat terlarangnya.

“Kejadian itu lantas dilaporkan kepada polisi dan tersangka diamankan di rumahnya pada hari Jumat 25 Oktober lalu. oleh anggota Unit IV Sat Reskrim Polres Kebumen” terang Kapolres.
Sementara itu, kepada polisi, tersangka mengaku perbuatannya dipicu ketertarikannya kepada korban. Sebelumnya, ia pun mengaku tidak mengenal baik korban.
“Saya menyesal sekali,” katanya.
Apapun. gara-gara ulahnya, si RS dijerat Pasal 283 KUH PIDANA dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun. Atas kejadian tersebut Kapolres Kebumen menghimbau kepada warga Kebumen agar orang tua selalu memantau pergaulan anaknya.(K24/IM/**)


KEBUMEN, Kebumen24.com  – Seorang Pria ditemukan membusuk di dalam rumahnya sendiri, di Jalan Arumbinang tepatnya di sebelah selatan Stadion Chandradimuka Kebumen, selasa sore 29 oktober 2019 sekitar pukul 16; 40 Wib. Identitas korban diketahui bernama Slamet Sunardi (58),  warga kelurahan Panjer, Kecamatan – Kabupaten Kebumen.

Berdasarkan Informasi yang didapat, Penemuan mayat korban Berawal dari kecruigaan warga lantaran mencium  bau menyengat dari arah rumah korban. Selanjutnya warga yang juga masih tetangganya itu mengecek dengan melompat pagar, hingga kemudian Korban ditemukan sudah meninggal  tak bernyawa.
“ Korban ditemukan meninggal dalam keadaan telentang di kasur lantai. Sekujur tubuhnya sudah mulai membusuk’ Ungkap Erli salah satu tetangga korban.
Melihat peristiwa itu, selanjutnya warga melaporkan ke Polsek Kebumen. Tak lama, polisi datang ke lokasi kejadian.

Saat dikonfirmasi terakait penemuan mayat tersebut, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, melalui Kapolsek Kebumen AKP Hari Harjanto mengatakan, Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Inafis Polres Kebumen dan Polsek Kebumen serta pengecekan Medis RSUD Soedirman, tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan.

“Menurut Keterangan tim Dokter, korban meninggal kurang lebih sudah 72 jam atau 3 hari. Semua barang berharga milik korban, handphone, sepeda motor, hingga uang masih utuh. Handphone masih berada di dalam saku,” jelas Kapolsek.
Informasi yang berhasil diperoleh, korban masih memiliki istri dan anak. Korban diketahui hidup sebatang kara di tempat kejadian perkara, serta bekerja serabutan. Sedangkan istrinya tinggal bersama dengan anaknya.
Istri yang sempat melihat kondisi suaminya di RSUD Kebumen, hanya terisak menangis melihat suaminya meninggal.
Jurnalis : THR**


Prosesi Pelantikan Pengurus MWC – NU Oleh Wakil Rois Syuriyah PCNU Kebumen K.H Ali Mu’in M.pd

KARANGSAMBUNG, Kebumen24.com – Ribuan warga Nahdliyin dan santri, menghadiri acara pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Karangsambung, masa khidmat 2019 -2024. Para pengurus baru dilantik oleh Wakil Rois Syuriyah PCNU Kebumen  K,H Ali Mu’in M.pd, Minggu 27 Oktober 2019, di halaman Masjid Nurul Iman Desa Karangsambung.
Kegiatan sekaligus dalam rangka memepringati Hari Santri Nasional 2019 ini, dimeriahkan dengan menggelar pengajian Akbar yang di isi oleh penceramah KH Abbas bin Fuad Hasyim dari Buntet Cirebon.
Kegiatan turut dihadiri wakil bupati kebumen Arif Sugiyanto, Forkopimcam Karangsambung, para tokoh NU serta Muslimat dan Fatayat NU Se- Kecematan Karangsambung.
Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bersama KH Abbas bin Fuad Hasyim Dan Para Pengurus MWC NU Yang Baru Di Lantik.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan ucapan Selamat kepada para pengurus yang baru dilantik, dengan harapan dapat melaksanakan tugas dan mengemban amanah dalam melaksanakan pengabdian  di tengah-tengah masyarakat.
Wabup Arif juga berpesan supaya pengurus NU dapat berkhidmat kepada masyarakat untuk mengawal Akidah Ahlussunnah wal jamaah serta turut mewujudkan umat beragama yang kondusif, berperilaku santun dan berakhlakul mulia.
“sebagai organisasi jam’iyyah NU agar melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa sesuai akidah ahlussunnah wal jamaah” ungkap Wabup Arif.
Sementara itu, Ketua Panitia KH. Jauton Toha yag sekaligus KetuaTanfidyah Karangsambung mengatakan, Kegiatan pelantikan ini, merupakan tindak lanjut dari kegiatan konfrensi MWC NU yang digelar pada 13 Oktober 2019 lalu.
“ Dengan dilantiknya kepengurusan yang baru pihaknya berharap, NU karambung kedepan menjadi lebih baik dan maju” pungkasnya.( mam/Thr)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.