Foto Ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Kebumen menyebut kuota khusus penyandang disabilitas dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini tidak terpenuhi.

Selama prosesi pembukaan pendaftaran hingga verifikasi berkas hanya terdapat delapan pelamar CPNS penyandang disabilitas. Adapun yang dibutuhkan 10 formasi.

 “Disabilitas ada delapan pelamar dua diantaranya daftar kriteria disabilitas, empat daftar ke kriteria umum karena sebelumnya belum ada surat yang mengatur disabilitas yang sesuai dengan yang empat itu,” jelas Kepala BKPPD Kabupaten Kebumen Asep Nurdiana, baru baru ini.

Asep menjelaskan, sesuai surat yang dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) mengenai pendaftaran CPNS tahun 2019 bagi penyandang disabilitas telah terdapat kebijakan baru dari surat yang dikeluarkan sebelumnya dimana formasi khusus penyandang disabilitas hanya dapat dilamar oleh penyandang ragam disabilitas fisik. Namun kebijakan baru tersebut berbunyi tidak hanya disabilitas fisik melainkan penyandang disabilitas fisik, sensorik, mental dan intelektual juga dapat mendaftar pada formasi khusus disabilitas sesuai implementasi Permen PAN-RB nomor 23 tahun 2019.

“Ditengah perjalanan surat terbaru itu keluar setelah ada kordinasi diantaranya dengan Kemensos, Kemenkumham, Kemenaker, Kemenkes dal lainnya terkait pendaftaran disabilitas sehingga ada kebijakan baru,” ucapnya.

Dia menyebutkan, pelamar CPNS formasi khusus didominasi  penyandang disabilitas jenis low vision atau penglihatan rendah. Pada penerimaan CPNS kali ini, dijelaskan Asep ada dua formasi khusus yang dibuka selain khusus disabilitas ada pula formasi khusus cumlaude.

“Ada dua formasi khusus dan satu untuk umum. Bagi yang cumlaude ada keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan pujian atau camlaude dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pendidikan tinggi,” tuturnya.

Dari data yang ada, pelamar cumlaude terdapat sebanyak 87 pelamar, sedangkan yang dibutuhkan 20 formasi. Adapun bagi pelamar jalur umum tercatat sebanyak 6256 pelamar. Sementara formasi khusus disabilitas diminati delapan pelamar, sementara yang dibutuhkan sepuluh untuk mengisi formasi guru. Secara keseluruhan, formasi yang dibutuhkan untuk Kabupaten Kebumen sebanyak 530 formasi.

“Dibutuhkan 10 untuk guru saja, karena dikhawatirkan ketika diposisi lain tidak bisa menjalankan tugas yang akan mengganggu ketugasannya,”imbuhnya.

Saat ini, kata Asep, tahapan penerimaan CPNS sedang memasuki agenda supervisi terhadap berkas yang dikirim sebagai syarat administratif. Untuk selanjutnya diumumkan perkiraan pada pertengahan Desember mendatang.

“masih supervisi atau mengecek hasil verifikasi ulang berkas yang diunggah melalui website sscn.bkn.go.id milik BKN apakah memenuhi syarat atau tidak. Jadwal tentatifnya tanggal 16 Desember besok tapi kita tidak tahu kadang ada perubahan,”pungkasnya.(K24/HAFIZD)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Anggaran yang dikelola Polres Kebumen di tahun anggaran 2020 mengalami penurunan sebesar 3,12% dari tahun 2019. Pada tahun ini Polres Kebumen mengelola sebesar Rp. 93.595.284.000,-.
Data yang dimiliki Bagian Perencanaan Polres Kebumen, anggaran yang dikelola Polres Kebumen pada tahun 2019 sebesar Rp. 96.609.720.00p,-.
Hal itu dipaparkan Waka Polres Kebumen Kompol Prayudha Widiatmoko pada acara Sosialisasi Dipa tahun 2020 Polres Kebumen di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, Kamis 12 Desember 2019. Dikatakan Kompol Prayudha, anggaran tersebut merupakan gabungan Rupiah murni dan Pendapatan Negara Bukan Pajak atau PNBP pada setiap tahunnya.

“Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Polri dapat dirasakan oleh Masyarakat. Sehingga jika ada kegiatan yang tidak terlaksana dengan baik, masyarkat dapat komplain,” jelas Kompol Prayudha Widiatmoko.


Sosialisasi disampaikan langsung oleh Waka Polres di depan pejabat Polda Jateng, PJU Polres Kebumen,  Forkopimda Kabupaten Kebumen, Tokoh Masyarakat hingga awak media Kebumen sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

Terkait Anggaran yang diterima oleh Polres Kebumen, Kompol Prayudha memerintahkan kepada tiap-tiap Bagian, Satuan Fungsi, hingga Polsek untuk memajang Dipa anggaran yang diserap oleh masing-masing,  agar masyarkat bisa ikut mengawasi.
Selain itu, Kompol Prayudha menegaskan dalam penggunaan anggaran agar sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan  peraturan perundang-undangan yang ada. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Terbatasnya jumlah Blangko e-KTP yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kebumen, membuat sebagian masyarakat Kebumen masih mengandalkan Surat Keterangan (SUKET) sebagai pengganti identitas kependudukan.
Kendati demikian, tak jarang sebagian masyarakat yang tak sabar dan kemudian beranggapan Jika SUKET tersebut belum bisa digunakan seperti layakanya KTP-e. Terlebih, SUKET tersebut hanya memiliki masa berlaku hanya enam bulan. Menurut sebagian masyarakat, hal itu cukup merepotkan, terutama bagi masyarakat yang pergi merantau atau keluar Kota misalnya.
Menanggapi hal tersebut Kepala Disdukcapil Kebumen Maskhemi, Jumat 13 Desember 2019 mengungkapkan, Keterlambatan Blangko E-KTP memang dirasakan sejak bulan Mei 2019 lalu. Kendati demikian, Disdukcapil Kebumen Tetap memberikan pelayanan dengan maksimal. Baik untuk pelayanan perekaman KTP baru maupun pelayanan Administrasi kependudukan lainya. Bahkan, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pada hari Minggu pun pelayanan Tetap buka, dari mulai jam 8 pagi hingga jam 12 siang.

“ Bagi masyarakat yang hendak memperpanjang SUKET atau mengurus keperluan administrasi kependudukan lainya, kami selalu siap memberikan pelayanan terbaik, dan hari libur Kami juga tetap buka,” ucap Maskhemi saat  di temui di Kantor Disdukcapil Kebumen.

Adapun pelayanan sebagai pengganti KTP sementara, Disdukcapil mengantisipasinya dengan mengeluarkan surat keterangan yang berfungsi sama dengan E-KTP. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengurus segala keperluan Administrasi lainya. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 59 ayat (2) huruf M dan Putusan MK tanggal 26 Maret 2019.

“ SUKET tersebut berisi data perekaman e-KTP yang sudah tervalidasi dan bisa digunakan sebagai pengganti e-KTP. SUKET juga merupakan solusi untuk mengatasi kelangkaan blangko e-KTP bagi masyarakat yang sudah melakukan perekaman,”jelas Maskhemi.

Lebih jauh Maskhemi menjelaskan, sejak terjadinya kelangkaan Blangko E- KTP dari bulan Mei hingga Desember 2019 ini, terdapat sekitar 65 ribu pemegang KTP sementara atau SUKET. Hal itu dikarnakan ketersedian Blangko yang masih sangat terbatas. Semula pihaknya banyak berharap, penambahan blangko e-KTP bisa menggantungkan pada APBN Perubahan 2019. Namun, hingga sekarang, jumlah yang didapat dari pusat masih tetap sama, yaitu 500 Blangko perbulan.

“ Dalam setiap bulanya kami hanya menirima 500 Blangko, dan sesuai dengan surat Dirjen Dukcapil tgl 26 Agustus 2019 Nomor : 471.13/6153/Dukcapil. Blangko tersebut hanya diperuntukan bagi warga yang baru melakukan perekaman baru,” imbuhnya.

Kepada warga yang belum mendapatkan E-KTP Maskhemi mengimbau, agar bersabar dan tidak perlu kawatir, karna permasalahn kekosongan blanko e ktp akan segara  teratasi oleh pemerintah pusat ditahun 2020. Hal itu mengingat kewenangan pengadaan Blangko KTP-el, seluruhnya ada di Kemendagri pusat. Disdukcapil  Kebumen sifatnya hanya menerima.

 “Semoga di awal tahun 2020 kelangkaan Blangko ini bisa segera teratasi,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut salah satu warga Wahidatus, saat dimintai tanggapan terkait SUKET mengatakan, dirinya tidak merasa keberatan karna SUKET itu sendriri memilik Fungsi yang sama dengan KTP-E. Kendati demikian, ia tetap berharap pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan kekosangan Blangko KTP-E.

“ Saya sudah enam bulan hanya hanya pegang SUKET, tapi nggk ada masalah sih, karna fungsinya kan sama dengan KTP,”ucapnya di sela sela saat dirinya hendak perpanjang SUKET.

Berdasarkan data Disdukcapil Kebumen di bulan Desember 2019, dari Total jumlah penduduk Kebumen yang sekitar 1,3 juta jiwa, Masyarakat yang sudah wajib memiliki KTP sebanyak 1,1 juta jiwa atau sekitar 99,66 persen. Sedangkan yang belum memiliki KTP berkisar 0,34 persen. (K24/THR)

Sumber Foto: Humas Pemkab Kebumen ;Kades Basimun Saat Dilantik Rabu Kemrain 11/12/019
KEBUMEN, Kebumen24.com – Kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya Basimun, Kades Desa Tepakyang Kecamatan Adimulyo, menjadi duka yang mendalam bagi keluarganya yang di tinggalkan. Tak terkecuali juga bagi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dispermades PPPA) Kebumen, Frans Haidar, yang juga turut merasa kehilangan Kades yang baru di lantik sehari kemarin.

“Kami turut berduka cita sedalam dalamnya atas meninggalnya Kades Tepakyang Kecamatan Adimulyo Basimun yang baru dilantik kemarin Rabu (11/12/2019) oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, semoga khusnul khotimah dan keluarga yang di tinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran,” ucap frans Haidar, saat dikonfirmasi kebumen24.com, Kamis (12/12/2019) malam, .

Lebih jauh Frans Haidar menjelaskan, meninggalnya Kades Tepakyang tersebut tidak akan mengurangi jalannya roda pemerintahan di desa setempat. Roda organisasi pemerintahan desa untuk sementara akan diemban oleh sekretaris desa.

“Mulai hari ini sesuai ketentuan Sekdes menjalankan tugas tugas Kades, Sampai ada SK Bupati tentang penetapan PJ Kades yang berasal dari PNS. Tentunya itu juga harus diawali dari BPD yang mengusulkan kepada Bupati melalui Camat,”jelas Kepala Dinpermades.

Seperti diberitakan sebelumnya, meninggalnya Kades Basimun akibat kecelakaan yang terjadi antara motor yang dikendarainya menabrak sebuah truk Kamis (12/12/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian terjadi di Jalan Simpang Lima – Adimulyo tepatnya Desa Sidoharjo Kecamatan Sruweng.

Meski sempat mendapatkan pertolongan medis di PKU Muhammadiyah Sruweng, namun korban tidak tertolong dan kemudian meninggal dunia. (K24/Thr)

JAKARTA, Kebumen24.com – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kebumen berhasil meraih penghargaan dalam TPAKD Awards 2019. Dalam acara yang dihadiri oleh Presidan RI Joko Widodo tersebut, Kabupaten Kebumen dinilai telah berhasil melakukan inovasi dalam kategori Inovasi Pembiayaan Mikro Berbiaya Rendah bagi UMKM.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan diterima oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, pada acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro Tahun 2019, yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa 10 Desember 2019.
Turut hadir pada acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Bupati Se-Indonesia.
Presiden RI Ir, Jokowi Widodo, dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh kepala Daerah untuk bersama sama mendorong inklusi keuangan, baik itu melalui tabungan maupun akses kredit.

“ Intinya kita ingin mengajak seluruh Pemerintah Daerah untuk bisa mendorong masyarakatnya, agar bisa mengakses keuangan secara mudah dan cepat. Baik untuk urusan menabung, atuapun urusan akses kredit,” jelas Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden juga menjelaskan, bahwa untuk mendorong inklusi keuangan melalui tabungan bisa dengan cara melakukan sosialisasi kepada para pelajar. Terlebih, menurut Jokowi, angka literasi keuangan Indonesia masih sekitar 35%. Sedangkan inklusi keuangan hingga saat ini masih 75% yang mana artinya masih memiliki ruang besar bagi masyarakat untuk mengakses keuangan.

“Urusan menabung, ini urusan di dinas pendidikan dan kebudayaan untuk mendorong anak anak kita sedini mungkin untuk mengakses ke perbankan kita agar mereka berbondong bondong belajar menabung bisa dari SD, SMP atau juga SMA dan SMK,”imbuhnya.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mendorong akselerasi kredit, yaitu dengan memberikan pembiayaan kepada para pelaku UMKM. Dengan begitu, ekonomi mikro dan ekonomi pengusaha kecil pastu akan segera berkembang dengan baik nantinya.

“Untuk urusan kredit, Kita sudah memiliki bank wakaf di pesantren pesantren walaupun baru di 55 pesantren. Hingga saat ini udah terbentuk kelompok-kelompok usaha yang nanti jadi klaster, kemudian akan dipayungi menjadi semacam holding. Dengan begitu, usaha mikro dan kecil akan mudah mengakses market place pemasaran Nasional dan Global,”pungkas Jokowi.

Tonton Video :

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso juga menyampaikan, bahwa optimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan pengembangan Bank Wakaf Mikro (BWM) untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat kecil merupakan upaya bersama pemerintah termasuk Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.

“Upaya perluasan akses keuangan masyarakat terus menjadi prioritas OJK bersama Bank Indonesia dan Pemerintah, baik pusat maupun daerah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz, saat di temui disela sela kegiatan mentakan, bahwa diraihnya penghargaan tersebut, merupakan berkat dukungan dari para OPD dan masyarakat. Bupati berharap kedepan masyarakat dapat mengakses keuangan dengan semakin mudah, baik itu melalui kredit, atuapun permodalan lainya, terutama bagi usaha kecil dan menengah.

“Kedepannya kita akan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa proses pengajuan kredit usaha itu sangat mudah, bisa langsung datang Bank Daerah ataupun Ke Bank Nasional. Dengan begitu saya berharap masyarakat tidak perlu meminjam ke Rentenir yang sering menjerat mereka,”ucap Bupati yang saat itu didampingi Kabag Perekonomian Setda Yunita Prasetyani dan Kabag Humas Setda Kebumen Budhi Suwanto.

Dalam kesempatan itu, Selain Kabupaten Kebumen, Penghargaan TPAKD Inovasi Pembiayaan Mikro Berbiaya Rendah bagi UMKM juga diberikan kepada TPAKD Kabupaten Tabalong, Kota Surakarta, dan TPAKD Kota Kediri. Adapun Penghargaan TPAKD Tingkat Provinsi diantaranya Pendorong Akses Keuangan Melalui Sektor Unggulan Daerah, yakni TPAKD Provinsi Jawa Barat, Penggerak Akses Keuangan Dengan Pola Kemitraan diraih TPAKD Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pengembangan Kawasan Inklusi Keuangan di Daerah yakni TPAKD Provinsi Sumatera Barat. Kemudian, Pendorong Inovasi Budaya Menabung diraih TPAKD Provinsi DKI Jakarta. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Keluarga besar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kebumen, menyelenggarakan jalan sehat bersama, dalam rangka memperingati hari Bhakti Pekerjaan Umum Ke-74 Tahun 2019. Jalan sehat ini dilakukan dengan menempuh jarak sekitar Dua Km.  Adapun Star dan Finish yaitu dari depan halaman kantor PUPR  dan dilepas Secara Resmi oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dengan ditandai pelepasan balon ke udara.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari seluruh staf dan karyawan dinas PU tersebut, berlangsung meriah, Minggu pagi 8 Desember 2019, dengan berbagai Hadiah Doorprez menarik yang di sediakan oleh panitia.. Adapun tema dari Harbak PUPR kali ini adalah “ siap membangun Negeri, untuk Kebumen maju”.
Selaian itu, pada kegiatan tersebut juga di lakukan penanda tanganan Maklumat pelayanan oleh Kepala Dinas PUPR kebumen yang disaksiakan langsung oleh Bupati dan para OPD di Jajajran Pemkab Kebumen.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas PUPR Kebumen Haryono Wahyudi mengatakan, acara ini digelar sebagai sarana silaturahmi dan saling mendekatkan para pejabat dan jajarannya di lingkungan Dinas PUPR Kebumen. Melalui acara ini, dirinya berharap, dapat meningkatkan semangat untuk membangun menyelesaikan program pembangunan di kabupaten kebumen.

“ Semoga kegiatan ini bisa lebih saling memperat hubungan staf dan karyawan di lingkungan Dinas PU, dan bisa meningkatkan hudubgan dan sinergitas yang baik,” ungkapnya.

Lebih lenjut Haryono menjelaskan, bahwa peringatan hari Bhakti ini berawal dari  peristiwa 74 tahun silam. Dimana, saat itu sebanyak 21 pegawai PU ditugaskan menjaga Gedung Departemen perhubungan dan pekerjaan umum yang di serang oleh sejumlah sekutu di kota bandung, dan 7 diantaranya gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa.

 “ Atas perjuangan merekalah yang hingga saat ini menjadi landasan moril di lingkungan Dinas PU. untuk itu, kami dan seluruh staf karyawan harus bisa melanjutkan jiwa ke pahlawanan tujuh kusuma bangsa yang telah rela mempertaruhkan jiwanya untuk bangsa dan negara tercinta ini,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz  dalam sambutanya menyampaikan, atas nama pemerintah kabupaten kebumen pihaknya mengucapkan selamat hari Bhakti pekerjaan umum yang ke-74, Selain itu, Pihaknya juga mengucapkan Terima kasih atas kinerja dan kerja keras seluruh pihak di jajaran Dinas PUPR.

“ Saya meyakini bahwa dinas pupr selama ini telah bekerja keras dalam setiap agenda pembangunan infrastruktur demi kemajuan kabupaten kebumen dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Bupati.

Bupati berharap dengan banyak capaian yang telah diraih oleh Dinas PUPR dalam hal infrastruktur maupun yang akan dilaksanakan kedepan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.“

“ Semoga Kedepan PUPR Bisa lebih memberikan memfaat, khususnya di sektor pertanian, pariwisata, umkm, dan industri,” imbuhnya. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Anak-anak dari berbagai golongan apapun pada umumnya menyukai jajan. Padahal makanan tersebut cenderung minim gizi dan terkadang mengandung bahan pengawet.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen Tri Haryono, pada kegiatan lomba cipta menu dalam rangka Hari Pangan Sedunia, Minggu 8 Desember 2019, di Alun Alun Kebumen. Tri Haryno mengatakan persoalan mendesak segera ditangani menyangkut keamanan pangan. Termasuk digunakannya bahan tambahan seperti penyedap, pewarna, pemanis, pengawet yang tidak ramah kesehatan.

“Kami mengharapkan pelaku usaha pangan maupun masyarakat Kebumen tidak menambahkan bahan berbahaya ke dalam olahan makanan,” katanya  


Menurut Tri, penganekaragaman pangan perlu dioptimalkan di kalangan masyarakat. Penganekaragaman bukan saja sumber karbohidrat tetapi juga makanan beragam, bergizi dan seimbang sebagai sumber vitamin berbasis sumber daya lokal. Tri juga mengakui, selama ini pangan lokal belum banyak yang dijual secara olahan.

“Inovasi olahan sudah mulai berkembang namun penyajian masih sederhana sehingga kurang mendapatkan perhatian dari anak,” imbuhnya.

Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono, menilai penganekaragaman pangan juga dapat menjadi menyelesaikan permasalahan gizi di Kebumen. Seperti diketahui, stunting cukup banyak menyasar bayi di Kebumen. Bukan saja itu, kelebihan gizi seperti halnya kelebihan berat badan yang membahayakan untuk kesehatan.

“Kami meminta PKK maupun organisasi kewanitaan mensosialisasikan dengan massif penganekaragaman pangan lokal di masyarakat,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono, Wakapolres Kompol Prayudha Widiatmoko, Kepala Bap3Da Pudjirahaju, perwakilan pimpinan OPD Pemkab Kebumen. Hadir pula Ketua PKK Kabupaten Kebumen Zuhroh Yazid Mahfudz dan PKK Kecamatan se Kabupaten Kebumen.
Untuk diketahui, Kabupaten Kebumen mendapatkan juara I Tingkat Nasional dalam Lomba Cipta Menu belum lama ini. Tim dari PKK Kecamatan Adimulyo dan PKK Kabupaten mewakili provinsi Jawa Tengah. Menu andalan yang diusung kontingen Kebumen yaitu Nasi Uduk Sega Jagung, Tumis Teri Cabai Hijau, Rolade Sapi Kebumen, dan Kluban. (K24/THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebagian masyarakat mungkin masih belum tahu, jika burung lawet yang juga merupakan simbolnya Tugu Kabupaten Kebumen, kini telah Resmi ditetapkan menjadi maskot Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen 2020. selain karna simbol Kebumen, di pilihnya Burung Lawet, juga karna cermin dari masyarakat Kebumen yang senatiasa gigih melakukan pembangunan Daerah.
Peluncuran maskot tersebut dilakukan langsung oleh Komisioner KPU Kabupaten Kebumen di Pendopo Kabupaten, Rabu 4 Desember 2019.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz, Ketua DPRD Kebumen Sarimun, Forkopimda, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Paulus Widiyantoro dan Ketua Bawaslu Arif Supriyanto. Selain itu, tanpak hadir pula sejumlah pimpinan partai politik, dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kebumen.
Dalam kesempata tersebut, Ketua KPU Kebumen Yulianto mengatakan, pemilihan Lawet sebagai maskot Pilbup ini, sebelumnya telah dilakukan serangkaian tahapan. Dimana, para komisioner KPU Kabupaten Kebumen melakukan diskusi dengan para akademisi. Dan disepakati Walet sebagai maskot Pilbup Kebumen mendatang.

“ Burung Lawet merupakan simbol sumber penghasilan daerah dan cermin dari ketekunan dan kegesitan yang penuh dinamika masyarakat Kebumen untuk membangun daerahnya” ungkap Yulianto.

Selain itu, menurut Yulianto, Si Lawet juga memiliki karakteristik menggunakan pakaian khas Kebumen, seperti ikat kepala meretan, Surjan, lancingan bebed, dan celana komprang. Burung juga mengangkat kotak suara yang menggambarkan KPU akan mengawal suara dan menjunjung nilai-nilai dalam Pemilu. Posisi Lawet dalam pose ajakan dimaksudkan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pilbup.

 “Warna dominan warna netral putih, hitam, coklat, abu-abu menandakan KPU sebagai penyelenggara pemilu bersikap netral,” imbuh Ketua KPU Kebumen.

Sementara itu, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz dalam sambutnya mengungkapkan, Pilbup merupakan hajat Pemkab dan partai politik. Menurutnya, semakin banyak calon akan lebih baik karena masyarakat akan memiliki pilihan untuk calon pemimpin. Pengalaman Pilkades maupun pemilihan umum lain dapat menjadi rujukan untuk Pilbup ke depan.

“Harapannya Pilbup ke depan kondusif dan aman,” pungkas Bupati. (K24/IMAM/**)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Puluhan Santriwati Pondok Pesantren Al-Falah Desa Gesikan Kecamatan Kebumen, mendapat tawaran yang menarik pada kegiatan Safari Jum’at Berkah Polres Kebumen. Mereka diajak untuk mendaftarkan diri sebagai Polwan yang akan dibuka sekitar Bulan Maret 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan pada saat Kunjungan Silaturahmi, dan sekaligus pemberian santunan anak yatim, Jumat 29 November 2019, di Pondok Pesantren Setempat.
Turut hadir mendampingi Kapolres, Kabag Ops, Kabag Sumda, Kasat Reskrim dan Kapolsek Kebumen. Selain itu, Kegiatan juga disambut penuh antusias oleh para Santriwati dan Pihak Pengasuh Pondok.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan, bahwa jika para santriwati yang telah lulus SMA, dan Hafal Al-Quran berminat mendaftarkan diri menjadi Polwan, maka akan ada Nilai Plus, dan peluang diterima menjadi anggota Polwan jadi semakin besar.

“ Sehubungan akan dibukaknya pendaftaran Anggota Polri, kami berharap khusunya para santriwati Pondok yang hafal Al Quran agar mau mendaftarkan dirinya menjadi Polwan. kemungkinan besar diterima itu ada karna akan ada Nilai tambah bagi  yang hafal Al Quran,” ucap Kapolres

Selain mengajak para santriwati untuk mendaftar menjadi Polwan, Kapolres juga berpesan kepada para santriwati untuk ikut menjaga keutuhan NKRI.

“Kami menghimbau kepada para santriwati untuk ikut menjaga keutuhan NKRI, dengan cara jangan ikut menyebar berita hoaks, melawan ajaran sesat yang anti pancasila, dan selalu meningkatkan keimanan kepada Alloh SWT,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah KH. Imam Suhadi mengatakan, sedikitnya ada sekitar 80 santri yang menimba Ilmu, dengan penerapan ajaran menghafal Al-Quran.

“Mayoritas yang mondok disini adalah perempuan, Pondok Pesantren ini juga salah satu Pondok di Kebumen yang menciptakan Hafiz-hafiz Al-Quran selama ini” ujar Kyai Imam Suhadi. (K24/THR/W)

ALIAN, Kebumen24.com – Tasyakuran menandai puncak acara kegiatan dalam rangka memperingati HUT KORPRI yang ke 48 tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Alian. Kegiatan tersebut di awali dengan menggelar Upacara Bendera yang berlangsung Juma at 29 Nopember 2019, di Halaman Kantor Kecamatan setempat.

Hadir sebagai Inspektur Upacara pada kesempatan ini, Camat Alian Sugito EdI Prayitno dan di ikuti oleh ASN di Lingkungan Kecamatan Alian. Selain itu kegiatan juga turut dihadiri Danramil Alian beserta Anggotanya.
Selanjutnya Kegiatan Tasyakuran dan Do’a bersama yang dilaksanakan Pendopo Kecamatan Alian tersebut juga diisi dengan Hiburan dan sekaligus penyerahan hadiah, kepada para Anggota KORPRI, yang berhasil menjadi pemenang lomba dalam rangka peringatan Hari Guru dan PGRI.Adapun lomba yang dilaksanakan sebelumnya, meliputi Tenis Meja, Bola Voly dan Bulutangkis.

Selain sebagai ajang talisilaturhami, Tujuan dari kegiatan ini diharapkan menjadi momen untuk menjadikan Anggota KORPRI, agar dapat lebih meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat, khususnya di Wilayah Kecamatan Alian,” terang  Camat Alian Sugito Edi Prayitno disela sela kegiatan. (K24/THR)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.