SEMARANG, Kebumen24.com – Penantian panjang selama satu dekade akhirnya terbayar lunas. Atlet petanque asal Kabupaten Kebumen, Kun Choerun Nisa, sukses meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Prestasi tersebut diraih setelah dirinya menjuarai nomor shooting women dalam pertandingan final yang berlangsung sengit melawan atlet Kota Surakarta.
Pertandingan digelar di Griya Wiyata Patemon, Gunungpati, Semarang, Senin (26/10/2026). Nisa tampil penuh konsentrasi hingga berhasil memastikan kemenangan dan menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kabupaten Kebumen.
Perjuangan menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Pertandingan sempat dihentikan sementara saat kedudukan poin imbang 3-3 menjelang petang. Penghentian dilakukan untuk menunggu penambahan lampu penerangan dari panitia karena pertandingan belum selesai.
Laga kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 18.30 WIB. Meski harus bertanding hingga malam hari, Nisa mengaku tidak mengalami kendala berarti. Suasana yang lebih tenang justru membantunya menjaga konsentrasi saat membidik sasaran.
Bagi atlet asal Desa Wirogaten, Kecamatan Mirit, Kebumen, kemenangan ini memiliki arti istimewa. Medali emas tersebut menjadi pencapaian tertinggi sepanjang perjalanan kariernya sebagai atlet sejak 2016.
“Ini medali pertama saya setelah penantian 10 tahun menjadi atlet Kebumen. Medali ini saya persembahkan untuk orang tua, keluarga, dan teman-teman semuanya,” ungkap Nisa dengan penuh rasa syukur.
Pelatih petanque Kebumen, Subur Indriawan, mengaku bangga atas keberhasilan anak asuhnya. Menurutnya, medali emas tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta keteguhan mental Nisa selama menjalani persiapan dan latihan.
Subur juga mengungkapkan bahwa Nisa memiliki ikhtiar tersendiri dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan, salah satunya dengan rutin menjalankan puasa Senin-Kamis.
Terkait pertandingan yang berlangsung dari sore hingga malam hari, Subur menilai perubahan kondisi tersebut bukan sesuatu yang asing bagi atlet petanque. Para atlet telah terbiasa menghadapi berbagai situasi lapangan dan cuaca selama pertandingan.
Ia bahkan mengingat pengalaman saat babak prakualifikasi Porprov sebelumnya, ketika atlet harus bertanding dalam kondisi cuaca ekstrem hingga lapangan tergenang air.
“Kemarin waktu di pra-Porprov bahkan sampai lapangan banjir. Jadi, pokoknya dari kondisi kering, basah, hingga kering lagi sudah biasa dalam petanque,” jelas Subur.
Sebelum melangkah ke partai final, Nisa terlebih dahulu memastikan tiket ke babak puncak setelah berhasil mengalahkan wakil Kabupaten Boyolali pada pertandingan semifinal.
Keberhasilan Nisa menambah pundi-pundi medali kontingen Kabupaten Kebumen di Porprov Jateng XVII 2026. Hingga pertandingan tersebut, Kebumen tercatat mengoleksi total delapan medali, terdiri atas dua emas, dua perak, dan empat perunggu.
Hasil ini menjadi suntikan motivasi bagi kontingen Kebumen untuk terus berjuang dalam rangkaian pertandingan berikutnya. Terlebih, sejumlah nomor pertandingan cabang olahraga petanque lainnya dijadwalkan kembali berlangsung pada Selasa (27/10/2026).
Prestasi Nisa sekaligus menjadi bukti bahwa ketekunan dan konsistensi dalam menjalani proses panjang dapat membuahkan hasil. Setelah sepuluh tahun berjuang sebagai atlet, medali emas Porprov 2026 kini menjadi pencapaian bersejarah bagi dirinya sekaligus kebanggaan masyarakat Kebumen.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














