Pendidikan

Inovasi Pembelajaran Matematika di SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Guru Hadirkan Suasana Belajar yang Menyenangkan

×

Inovasi Pembelajaran Matematika di SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Guru Hadirkan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Sebarkan artikel ini

KUTOWINANGUN, Kebumen24.com – Matematika selama ini kerap dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit dan penuh dengan rumus. Namun, anggapan tersebut berusaha dipatahkan melalui berbagai inovasi pembelajaran yang diterapkan guru di kelas.

Salah satunya dilakukan oleh Aji, guru matematika di SMK Muhammadiyah Kutowinangun. Sejak mengajar di sekolah tersebut pada 2010, ia terus berupaya mengembangkan metode pembelajaran yang lebih mudah dipahami sekaligus menarik bagi siswa.

Hal itu disampaikan Aji dalam wawancara yang berlangsung di ruang guru SMK Muhammadiyah Kutowinangun, Rabu (16/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan pengalaman serta berbagai cara yang digunakan untuk membuat pembelajaran matematika lebih menyenangkan.

Menurut Aji, inovasi dalam pembelajaran tidak selalu harus berasal dari sesuatu yang rumit. Berbagai ide justru dapat muncul dari pengalaman sehari-hari ketika berinteraksi langsung dengan siswa.

“Kadang ide muncul ketika mengajar dan melihat bagaimana respons siswa. Selain itu, bisa juga dari membaca buku atau mencari referensi di perpustakaan,” ujar Aji.

Dalam proses belajar mengajar, Aji memadukan sejumlah metode, di antaranya tanya jawab dan kerja kelompok. Metode tersebut digunakan agar siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi turut terlibat dalam proses pembelajaran.

Suasana kelas juga sesekali dibuat lebih santai dengan menyisipkan candaan yang tetap berkaitan dengan pembelajaran. Menurutnya, suasana yang nyaman dapat membantu mengurangi kesan bahwa matematika merupakan pelajaran yang terlalu kaku dan menegangkan.

“Yang penting siswa tetap nyaman, tetapi materi yang disampaikan juga bisa diterima dengan baik,” jelasnya.

Menariknya, pilihan Aji menjadi guru matematika tidak terlepas dari pengaruh keluarga. Orang tuanya dahulu juga merupakan guru matematika di SMK Muhammadiyah Kutowinangun.

Dari lingkungan keluarga tersebut, ketertarikannya terhadap matematika semakin tumbuh. Ia memandang matematika bukan sekadar pelajaran yang berisi angka dan rumus, tetapi juga bidang yang menarik, menantang, serta memiliki manfaat untuk kehidupan dan masa depan.

Pengalaman Aji menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat dikembangkan dengan berbagai pendekatan sesuai kondisi dan karakter siswa. Kreativitas guru dalam memilih metode menjadi salah satu bagian penting agar proses belajar tidak monoton.

Lebih dari itu, pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa menjadi seorang guru merupakan proses belajar yang berlangsung terus-menerus. Guru dituntut untuk mampu membaca kebutuhan siswa dan mencari cara yang tepat agar materi dapat dipahami secara efektif.(K24).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.