Pendidikan

Waspada Hoaks Makin Canggih, Polres Kebumen Bekali Pelajar Cara Deteksi Konten AI

×

Waspada Hoaks Makin Canggih, Polres Kebumen Bekali Pelajar Cara Deteksi Konten AI

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa banyak kemudahan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru di ruang digital. Salah satunya adalah semakin sulitnya membedakan informasi asli dengan konten yang telah dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi AI.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Polres Kebumen. Melalui program Polres Kebumen Paham AI, para pelajar tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Kebumen mulai mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan AI sekaligus cara mengenali potensi penyalahgunaannya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Materi yang diberikan dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama aktivitas generasi muda yang tidak lepas dari media sosial dan berbagai platform digital.

Program edukasi itu merupakan tindak lanjut dari pelatihan terhadap 30 personel Polres Kebumen yang dipersiapkan menjadi trainer kecerdasan buatan. Pembekalan bagi para trainer sebelumnya dilaksanakan di Ruang Tribrata Polres Kebumen pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, literasi AI perlu diperkenalkan kepada pelajar karena teknologi tersebut semakin mudah diakses dan digunakan untuk membuat maupun mengubah berbagai bentuk konten.

Menurutnya, kemampuan memanfaatkan AI harus berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis. Pelajar tidak hanya perlu mengetahui bagaimana teknologi tersebut digunakan, tetapi juga memahami risiko ketika AI dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan.

“Anak-anak harus bisa memfilter informasi. Sekarang banyak sekali informasi di media sosial yang sekilas terlihat benar, padahal dibuat atau dimanipulasi menggunakan AI. Kalau tidak teliti, akan sangat sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Jumat, 4 September 2026.

Ia menilai antusiasme siswa menjadi modal positif dalam membangun generasi muda yang lebih cakap menghadapi perkembangan teknologi.

Kapolres berharap edukasi AI tidak berhenti pada pemahaman mengenai teknologi semata, tetapi juga membentuk kebiasaan pelajar untuk berpikir sebelum mempercayai dan menyebarkan sebuah informasi.

“Antusiasme para siswa menunjukkan bahwa mereka memang membutuhkan pengetahuan seperti ini. Kami ingin mereka menjadi pengguna teknologi yang cerdas,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para trainer Polres Kebumen memberikan materi mengenai pengenalan AI, etika penggunaannya, pemanfaatan AI untuk membantu melawan hoaks, hingga teknik menyusun perintah atau prompt agar teknologi tersebut dapat digunakan secara produktif.

Pelajar juga diperkenalkan dengan berbagai bentuk manipulasi informasi, termasuk konten deepfake. Mereka diajak memahami bahwa tampilan foto, video, suara, maupun informasi yang terlihat meyakinkan belum tentu menunjukkan bahwa konten tersebut benar-benar autentik.

Karena itu, siswa didorong untuk tidak terburu-buru mempercayai sebuah informasi yang muncul di media sosial. Verifikasi dan pengecekan sumber menjadi langkah penting sebelum sebuah informasi diteruskan kepada orang lain.

Sebelum diterjunkan memberikan edukasi, 30 personel Polres Kebumen yang menjadi trainer telah memperoleh pembekalan melalui empat modul utama, yakni Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax With AI, dan AI Prompts 101.

Materi pembekalan juga mencakup pengenalan machine learning dan deep learning, teknik menyusun prompt menggunakan kerangka K-I-F-C, etika pemanfaatan AI, serta metode verifikasi informasi dengan pendekatan 5C.

Pembekalan tersebut diperoleh melalui modul Senopati Institut yang bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah.

Kapolres menegaskan bahwa penguatan literasi AI perlu dilakukan sejak bangku sekolah. Sebab, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, sementara arus informasi di media sosial terus meningkat setiap hari.

“Teknologinya akan terus berkembang. Karena itu, yang harus kita bangun bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan memahami etika penggunaannya,” tegasnya.

Melalui program tersebut, Polres Kebumen berharap AI dapat dimanfaatkan pelajar untuk hal-hal yang produktif, seperti mendukung proses belajar, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengolah informasi.

Di sisi lain, para pelajar diharapkan memiliki kewaspadaan lebih tinggi terhadap hoaks, manipulasi digital, maupun konten deepfake yang berpotensi menyesatkan.

Program Polres Kebumen Paham AI selanjutnya akan terus dikembangkan dan dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Kebumen. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital sekaligus membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga kritis, etis, dan bertanggung jawab di ruang digital.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.