KEBUMEN, Kebumen24.com – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Kebumen resmi dimulai dengan ziarah ke tujuh makam pendiri pondok pesantren, Kamis (24/9/2026). Kegiatan dipimpin Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kemenag Kebumen H. Fahrudin dan dilepas secara resmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin.
Ziarah menjadi pembuka rangkaian Hari Santri sekaligus momentum untuk mengenang jasa para pendiri pesantren serta mendoakan para ulama dan tokoh terdahulu. Kegiatan ini juga membawa pesan agar generasi santri tidak melupakan sejarah dan perjuangan para pendahulu dalam membangun pendidikan Islam di Kebumen.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ziarah dikemas bersama kirab bendera dan logo Hari Santri 2026. Sebanyak 12 kendaraan digunakan dalam rangkaian perjalanan menuju tujuh pondok pesantren.
Ketua RMI PCNU Kebumen H. Johan Amru turut mengikuti kegiatan secara langsung. Kehadiran unsur organisasi pesantren dan Kemenag tersebut menunjukkan semangat kolaborasi dalam menghidupkan rangkaian peringatan Hari Santri di Kabupaten Kebumen.
Tujuh pondok pesantren yang menjadi tujuan ziarah yakni Pondok Pesantren Manbaul Huda Mirit, Pondok Pesantren Al Karim Prembun, Pondok Pesantren Al-Kahfi Somalangu Kebumen, Pondok Pesantren Al-Hasani Alian, Pondok Pesantren Al-Huda Kebumen, Pondok Pesantren At-Tauchid Petanahan, dan Pondok Pesantren Al-Kamal Kuwarasan.
Fahrudin menjelaskan, ziarah menjadi bagian penting dalam rangkaian Hari Santri 2026 karena pesantren tidak tumbuh dalam waktu singkat. Di balik keberadaan pesantren saat ini terdapat perjuangan para ulama dan pendiri pesantren dalam membangun pendidikan, membimbing santri, serta menanamkan nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat tersebut perlu diteruskan oleh generasi santri masa kini. Peringatan Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap pesantren, meningkatkan kepedulian terhadap sejarah, serta mendorong santri mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
Fahrudin juga menyampaikan, rangkaian Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Kebumen akan diisi dengan berbagai kegiatan. Setelah ziarah, agenda dilanjutkan Kompetisi Futsal Santri Pondok Pesantren pada 3–4 Oktober 2026, kemudian Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) pada 5–6 Oktober 2026.
Rangkaian berikutnya berupa Kompetisi Video “Pesantrenku Bersih” dengan batas akhir pengiriman karya pada 12 Oktober 2026. Kompetisi tersebut mengajak peserta menyampaikan pesan tentang kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan pesantren melalui karya video.
Pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, lembaga pendidikan keagamaan akan melaksanakan tadarus Al-Qur’an serentak. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat tradisi membaca Al-Qur’an sekaligus menghadirkan semangat Hari Santri di lingkungan lembaga masing-masing.
Sehari kemudian, Pawai Budaya Santri HSN Kemenag Kebumen 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Pawai mengambil rute menuju Pantai Setrojenar dan menjadi ruang bagi santri untuk menampilkan keberagaman budaya serta memperkuat semangat kebersamaan.
Selain itu, Kemenag Kebumen juga menggelar Lomba Penulisan Sejarah Pondok Pesantren. Pendaftaran dan pengumpulan naskah berlangsung 10 September–10 Oktober 2026, penilaian pada 13–18 Oktober, pengumuman pemenang 20 Oktober, sedangkan penyerahan hadiah dijadwalkan pada Apel Hari Santri, 22 Oktober 2026.
Lomba tersebut mengangkat tema “Menelusuri Jejak Pesantren, Merawat Sejarah, Menginspirasi Generasi.” Tema tersebut sejalan dengan semangat ziarah pembuka, yakni mengenali jejak perjuangan pesantren sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap dikenal generasi berikutnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Anif Solikhin menekankan pentingnya menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat kontribusi santri bagi masyarakat dan bangsa.
Menurutnya, santri memiliki sejarah panjang dalam kehidupan Indonesia sehingga semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui pendidikan, akhlak, pengabdian, dan karya nyata.
Anif juga mengharapkan seluruh rangkaian Hari Santri dapat melibatkan lebih banyak unsur pesantren dan masyarakat. Kolaborasi antara Kemenag, organisasi pesantren, lembaga pendidikan keagamaan, penyuluh agama, serta para pengelola lembaga diharapkan membuat peringatan Hari Santri semakin bermakna dan tidak berhenti pada seremoni.
Rangkaian kegiatan tersebut kemudian akan mencapai puncak pada Kamis, 22 Oktober 2026, melalui Upacara Peringatan Hari Santri 2026. Seluruh agenda dirancang sebagai ruang silaturahmi, penguatan tradisi keagamaan, pengembangan kreativitas santri, serta penghormatan terhadap sejarah perjuangan pesantren.
Rangkaian Hari Santri 2026 tingkat Kabupaten Kebumen diselenggarakan Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kebumen bersama sejumlah organisasi dan mitra, di antaranya PCNU Kabupaten Kebumen, PD Muhammadiyah Kabupaten Kebumen, RMI NU Kabupaten Kebumen, FKPP Kabupaten Kebumen, BADKO Kabupaten Kebumen, FKDT Kabupaten Kebumen, penyuluh KUA se-Kabupaten Kebumen, Lajnah Muqobah Yanbu’a Kabupaten Kebumen, Qiroati Cabang Kabupaten Kebumen, serta Koordinator Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam (KORCAM) se-Kabupaten Kebumen.
Melalui rangkaian tersebut, peringatan Hari Santri 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mengenang perjuangan pendahulu, menguatkan tradisi pesantren, mempererat persaudaraan, dan mendorong santri terus mengambil peran dalam menguatkan negeri menuju Indonesia Emas. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















