KEBUMEN, Kebumen24.com – Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen terus mematangkan Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Haji dan Umrah agar mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, sertifikasi, serta pengalaman langsung di dunia industri.
Menariknya, mahasiswa prodi baru tersebut juga disiapkan memiliki peluang memperoleh insentif dari capaian tertentu di industri, bahkan kesempatan memperoleh umrah gratis melalui skema kerja sama yang dibangun kampus dengan para mitra.
Upaya mematangkan prodi tersebut dilakukan melalui kegiatan Expert Judgment Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah melalui Peran Pendidikan Tinggi yang digelar di Aula UMNU Kebumen, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan menghadirkan praktisi sekaligus akademisi bidang haji dan umrah, Abdul Jabar, Lc., M.Si., serta melibatkan unsur akademisi, pemerintah, perbankan syariah dan pelaku industri.
Forum tersebut menjadi ruang untuk menguji dan menyempurnakan kurikulum, profil lulusan, hingga arah pengembangan prodi agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri haji dan umrah.
Rektor UMNU Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., mengatakan expert judgment menjadi tahapan penting untuk memastikan Prodi S1 Manajemen Haji dan Umrah memiliki keterkaitan yang kuat antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan industri.
“Alhamdulillah, hari ini telah dilaksanakan expert judgment untuk Prodi Manajemen Haji dan Umrah. Kami memaparkan kurikulum, profil lulusan, serta berbagai kegiatan akademik untuk mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan,” kata Imam.
Ia menjelaskan, UMNU Kebumen telah memperoleh izin operasional untuk menyelenggarakan Prodi S1 Manajemen Haji dan Umrah. Kehadiran prodi ini diharapkan dapat ikut menjawab kebutuhan sumber daya manusia profesional di tengah besarnya potensi ekosistem haji dan umrah di Indonesia.
Menurutnya, ekosistem tersebut tidak sebatas perjalanan ibadah. Di dalamnya terdapat berbagai sektor yang saling berkaitan, mulai dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), biro perjalanan, perbankan syariah, kuliner, perlengkapan ibadah, gift shop, hingga pariwisata religi.
“Potensinya sangat besar. Karena itu dibutuhkan pengelolaan yang baik, pelayanan profesional, serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang haji dan umrah,” ujarnya.
UMNU Kebumen merancang Prodi Manajemen Haji dan Umrah dengan memadukan pembelajaran akademik, praktik industri, kemampuan komunikasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Mahasiswa tidak hanya diproyeksikan menjadi tenaga profesional pada lembaga penyelenggara haji dan umrah. Mereka juga dipersiapkan menguasai tour guiding internasional, digital marketing, komunikasi, manajemen rekrutmen, hingga pengelolaan perjalanan wisata religi.
Kompetensi tersebut diharapkan membuka peluang mahasiswa untuk terlibat dalam pengelolaan perjalanan religi ke berbagai negara, termasuk Turki dan Uzbekistan, sekaligus memiliki kemampuan membangun jaringan dan memasarkan layanan secara profesional.
“Manajemen rekrutmen akan mengajarkan mahasiswa bagaimana melakukan sosialisasi dan membangun jaringan untuk layanan haji dan umrah. Ini membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik, menarik, santun, serta kemampuan digital marketing,” jelas Imam.
Untuk memperkuat pengalaman mahasiswa, UMNU juga menyiapkan kerja sama dengan berbagai biro perjalanan dan pelaku usaha dalam ekosistem haji dan umrah. Kolaborasi tersebut diarahkan tidak hanya untuk memberikan pengalaman praktik, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi bagi mahasiswa.
Mahasiswa bahkan berpeluang memperoleh insentif berdasarkan capaian tertentu dalam kegiatan pemasaran layanan umrah yang dilakukan secara profesional.
Selain pengalaman industri, kampus juga menyiapkan sejumlah sertifikasi pendukung, antara lain sertifikat mutawwif, pembimbing ibadah haji dan umrah, serta tour leader.
“Insyaallah, kami ingin lulusan Prodi Manajemen Haji dan Umrah memiliki kompetensi yang kuat dan tidak kesulitan memasuki dunia kerja. Target kami, mahasiswa dapat menyelesaikan kuliah maksimal delapan semester sekaligus memperoleh sertifikat pendukung,” ungkap Imam.
Untuk menjaga kualitas pembelajaran, UMNU Kebumen membatasi penerimaan mahasiswa baru Prodi S1 Manajemen Haji dan Umrah pada tahap awal sebanyak dua kelas atau sekitar 60 mahasiswa.
Pembatasan tersebut dilakukan agar rasio mahasiswa dan dosen tetap ideal sehingga proses pembelajaran dapat berjalan optimal.
“Kami tidak ingin hanya mengejar jumlah mahasiswa. Yang terpenting adalah kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, dan outcome. Ini bagian dari ikhtiar menuju akreditasi unggul,” tegas Imam.
UMNU telah menyiapkan enam dosen sesuai standar yang dipersyaratkan. Kekuatan akademik prodi juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan dosen dari program studi lain, terutama yang memiliki kompetensi teknologi informasi dan pemasaran digital.
Antusiasme terhadap prodi baru ini juga mulai terlihat. Bahkan sebelum pendaftaran resmi dibuka, sejumlah pihak telah menyampaikan ketertarikan untuk mendaftarkan anak maupun karyawannya.
Pendaftaran mahasiswa baru Prodi S1 Manajemen Haji dan Umrah dijadwalkan dibuka setelah pelaksanaan expert judgment hingga pertengahan September 2026.
Praktisi sekaligus akademisi bidang haji dan umrah, Abdul Jabar, Lc., M.Si., menyambut positif hadirnya Prodi Manajemen Haji dan Umrah di UMNU Kebumen.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan sekaligus menjawab kebutuhan industri.
“Diperlukan kolaborasi yang kuat antara akademisi, industri, dan pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai kurikulum harus mampu menjembatani teori dengan praktik. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan manajemen risiko mengingat industri haji dan umrah memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi.
Aspek hospitality juga menjadi perhatian karena kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan perjalanan haji dan umrah.
Abdul Jabar menambahkan, lulusan Manajemen Haji dan Umrah memiliki pilihan karier yang luas. Selain bekerja pada biro perjalanan, lulusan juga dapat membangun usaha sendiri sebagai entrepreneur dalam berbagai sektor yang berkaitan dengan ekosistem haji dan umrah.
“Banyak sektor industri yang membutuhkan kompetensi di bidang manajemen haji dan umrah. Peluangnya juga terbuka di tingkat global,” katanya.
Dukungan terhadap prodi tersebut juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen, Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.S.I.
Ia menilai Prodi Manajemen Haji dan Umrah memiliki prospek yang baik, mengingat minat masyarakat terhadap ibadah haji dan umrah cukup tinggi, sementara masa tunggu keberangkatan haji relatif panjang.
“Pengelolaan haji dan umrah sangat penting karena minat masyarakat sangat tinggi. Antrean haji juga cukup panjang. Karena itu, diperlukan pengelolaan yang profesional,” ujarnya.
Kemenag Kebumen, kata Anif, siap membantu menyosialisasikan keberadaan prodi tersebut kepada masyarakat, termasuk melalui jaringan madrasah.
Ia juga menilai UMNU Kebumen memiliki peluang menjadi salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan bidang manajemen haji dan umrah di Jawa Tengah.
Sementara itu, Dr. Hj. Suwaibatul Aslamiyah, M.Ag., selaku Plt. Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kebumen, turut memberikan dukungan.
Menurutnya, keberadaan prodi tersebut relevan dengan kondisi Kebumen yang memiliki jumlah jamaah haji cukup besar. Berdasarkan verifikasi awal keberangkatan haji 2027, tercatat 1.626 jamaah haji asal Kebumen.
“Keberadaan Prodi Manajemen Haji dan Umrah sangat relevan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan penyelenggaraan haji dan umrah di Kabupaten Kebumen,” katanya.
Suwaibatul juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar memahami tata kelola haji dan umrah sekaligus terhindar dari praktik penipuan perjalanan ibadah.
Mahasiswa juga dinilai dapat mengambil peran dalam membantu jamaah, khususnya dalam memahami layanan berbasis teknologi informasi. Hal ini semakin penting karena pelayanan haji kini semakin banyak memanfaatkan sistem digital.
“Kami sudah berkolaborasi dengan UMNU sejak proses persiapan pemberangkatan haji 2026. Saat ini jumlah ASN di Kementerian Haji dan Umrah masih terbatas, sehingga dukungan mahasiswa sangat membantu, terutama dalam administrasi dan dokumentasi,” jelasnya.
Menurut Suwaibatul, mahasiswa UMNU sebelumnya telah terlibat dalam kegiatan magang dan membantu sejumlah pekerjaan administratif. Ke depan, keterlibatan tersebut diharapkan semakin diperkuat melalui mahasiswa Prodi Manajemen Haji dan Umrah.
Saat ini, delapan mahasiswa UMNU kembali dilibatkan dalam membantu persiapan dokumen pemberangkatan jamaah haji 2027.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan syariah. Branch Manager BSI KCP Kebumen, Edgar Hario Ranu Diro, menyambut positif hadirnya Prodi Manajemen Haji dan Umrah di UMNU Kebumen.
“Sebagai mitra strategis UMNU, kami sangat menyambut baik hadirnya Program Studi Manajemen Haji dan Umrah. Prodi ini menjadi salah satu terobosan sekaligus solusi dalam menjawab tantangan industri, terutama melihat kebutuhan masyarakat terhadap layanan haji dan umrah yang terus berkembang,” kata Edgar.
Menurutnya, prodi tersebut berpotensi melahirkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan industri perbankan syariah, khususnya dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah.
“Kami berharap dari UMNU, khususnya mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, nantinya lahir generasi penerus yang dapat ikut berkontribusi dalam perkembangan industri perbankan, terutama dalam memberikan layanan kepada jamaah haji dan umrah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kebumen,” ujarnya.
Edgar menjelaskan, BSI memiliki sejumlah layanan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji, mulai dari tabungan haji hingga layanan digital.
“Sebagai bank syariah, BSI memiliki produk yang cukup lengkap untuk melayani kebutuhan jamaah haji di Indonesia. Mulai dari tabungan haji, yang menjadi salah satu instrumen penting dalam proses pendaftaran haji, hingga berbagai layanan digital yang memudahkan nasabah,” jelasnya.
Proses pendaftaran hingga pelunasan haji juga dapat didukung melalui aplikasi BYOND by BSI, selain melalui jaringan agen atau layanan Laku Pandai BSI.
BSI turut menyediakan produk pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan dana dalam mempersiapkan keberangkatan haji.
“Kami juga baru saja meluncurkan BSI Haji Pasti, yang dapat mengakomodasi nasabah yang membutuhkan pembiayaan untuk keberangkatan haji, mulai dari biaya pendaftaran hingga kebutuhan biaya keberangkatan,” tambah Edgar.
Edgar menegaskan, kemitraan BSI KCP Kebumen dengan UMNU telah berjalan baik dan akan terus dikembangkan, termasuk untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
“BSI KCP Kebumen siap menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa UMNU yang sedang mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja, khususnya di industri yang berkaitan dengan haji dan umrah,” tuturnya.
BSI juga membuka peluang keterlibatan langsung dalam kegiatan akademik melalui dosen tamu maupun berbagi pengalaman industri.
“Kami siap hadir sebagai dosen tamu maupun memberikan sharing dan pengalaman dalam kegiatan belajar mengajar di UMNU. Harapannya, pengalaman tersebut menjadi bekal baru bagi mahasiswa sebelum mereka nantinya terjun langsung ke industri,” jelas Edgar.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan mahasiswa, BSI KCP Kebumen juga berencana memberikan fasilitas layanan perbankan bagi mahasiswa Prodi Manajemen Haji dan Umrah.
“Sebagai bentuk komitmen kami kepada UMNU, Insyaallah kami juga akan menyiapkan rekening bagi para mahasiswa sebelum mereka lulus. Tentunya hal ini menjadi bagian penting, karena mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjadi role model bagi calon jamaah haji dan masyarakat di Indonesia,” pungkasnya.(K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















