Berita

BPBD Gandeng PWI Kebumen Perkuat Peran Media dalam Penanggulangan Bencana

129
×

BPBD Gandeng PWI Kebumen Perkuat Peran Media dalam Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan Penguatan Pentahelix (Media) dalam Penanggulangan Bencana bertema Peran Media dan Etika Peliputan Bencana di Kantor BPBD Kabupaten Kebumen, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Yanie Giat Setiawan mewakili Bupati Kebumen, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen Udie Cahyono, Ketua PWI Kabupaten Kebumen Supriyanto, para jurnalis media cetak, online, dan televisi,

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yakni Danung Arifin selaku Pranata Humas BNPB dan Apri Setiawan dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udie Cahyono, mengatakan Kabupaten Kebumen merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem hingga kekeringan. Kondisi geografis tersebut, menurutnya, menuntut seluruh pihak untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kolaborasi dalam upaya penanggulangan bencana.

“Dalam konsep Pentahelix, penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Keberhasilan penanganan bencana sangat ditentukan oleh sinergi lima unsur, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media,” ujar Udie.

Ia menegaskan, media memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. Informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan akan membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi kebencanaan.

Sebaliknya, informasi yang belum terverifikasi maupun penyebaran hoaks dapat menimbulkan kepanikan, memperburuk situasi, bahkan menghambat proses penanganan bencana.

“Melalui kegiatan ini kami berharap terbangun pemahaman bersama mengenai pentingnya peliputan yang menjunjung tinggi etika jurnalistik, menghormati korban bencana, mengedepankan aspek kemanusiaan, serta menyampaikan informasi yang edukatif dan memberikan harapan bagi masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanie Giat Setiawan, mengatakan Kabupaten Kebumen memiliki berbagai potensi bencana sehingga upaya penanggulangannya harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kita semua memahami bahwa Kabupaten Kebumen memiliki banyak potensi bencana. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan bencana merupakan sesuatu yang penting dan perlu terus disosialisasikan,” katanya.

Dalam sambutan tertulis Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang dibacakan Yanie Giat Setiawan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Kebumen yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi antarunsur Pentahelix dalam membangun Kebumen yang tangguh menghadapi bencana.

Yanie menegaskan bahwa Kabupaten Kebumen memiliki potensi berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan hingga kebakaran. Karena itu, kesiapsiagaan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dibangun bersama.

“Penanggulangan bencana tentu tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur Pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan komunitas, serta media. Ketika semua elemen bergerak bersama, maka upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan, hingga pemulihan pascabencana akan jauh lebih kuat dan efektif,” demikian sambutan Bupati.

Yanie juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, kecepatan pemberitaan harus selalu diimbangi dengan akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab.

Ia berharap setiap pemberitaan mengenai kebencanaan selalu mengedepankan etika jurnalistik serta menghindari penyebaran hoaks maupun informasi yang dapat memicu kepanikan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen memperkuat koordinasi, keterbukaan informasi, dan sinergi dengan seluruh insan pers. BPBD Kabupaten Kebumen juga diharapkan terus menjadi sumber informasi resmi yang cepat, responsif, dan terpercaya sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat.

Melalui kegiatan ini, BPBD bersama PWI Kabupaten Kebumen berharap kolaborasi dengan insan pers semakin erat. Selain memperkuat komunikasi dan koordinasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas wartawan dalam peliputan kebencanaan sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, humanis, edukatif, serta mampu memberikan ketenangan saat terjadi bencana. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.