Pendidikan

Belajar Pertanian Organik Sejak Dini, Pramuka SMK Maligo Gelar Pelatihan POC dan Eco Enzyme

×

Belajar Pertanian Organik Sejak Dini, Pramuka SMK Maligo Gelar Pelatihan POC dan Eco Enzyme

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan dilakukan Pramuka SMK Ma’arif 5 Gombong (SMK Maligo) melalui pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Eco Enzyme. Kegiatan yang diikuti 15 anggota Dewan Ambalan tersebut berlangsung di Kebun Rizky Mulyo Farm, Desa Tegalsari, Kecamatan Adimulyo, Selasa (25/8/2026).

Pelatihan dipimpin langsung oleh Pembina Pramuka SMK Maligo, Kak Rizky Fathur Rohman, yang juga mengembangkan pertanian organik mandiri. Kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan keterampilan mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sejak pagi, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mencari bahan baku. Sebagian mengumpulkan galon bekas dari Apotek Adimulyo, sementara kelompok lainnya berburu limbah organik berupa kulit nanas, kulit jeruk, serta sisa sayuran di kawasan Pasar Purwogondo, Kecamatan Kuwarasan.

Tanpa merasa canggung, para peserta memungut limbah organik yang masih dapat dimanfaatkan. Seluruh bahan kemudian dipilah dan dibersihkan sebelum diolah menjadi pupuk organik dan Eco Enzyme.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan dengan teknik pembuatan Jadam Liquid Fertilizer (JLF), pupuk organik cair berbahan gulma, air, dan garam krosok yang berfungsi meningkatkan kesuburan tanaman. Mereka juga mempelajari pembuatan Jadam Microba Solution (JMS), larutan mikroba yang dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas tanah.

Selain itu, limbah kulit buah diolah menjadi Eco Enzyme, cairan hasil fermentasi yang memiliki beragam manfaat, mulai dari pembenah tanah, penjernih air, hingga bahan pembersih ramah lingkungan.

Salah satu peserta, Pradana Putra Ambalan SMK Maligo, Rafi Aziz Fadlurahman, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.

«”Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan karena saya baru pertama kali merasakan langsung bagaimana proses membuat pupuk organik sendiri,” ujarnya.»

Menurutnya, pelatihan seperti ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memotivasi para anggota Pramuka untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memanfaatkan limbah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Kegiatan ditutup dengan praktik penanaman bibit kangkung darat di area kebun serta makan bersama sebagai bentuk kebersamaan antaranggota. Melalui pelatihan ini, Pramuka SMK Maligo menunjukkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni mengelola limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.