KEBUMEN, Kebumen24.com – Polres Kebumen meluncurkan Program Polda Jawa Tengah Peduli Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor sebagai upaya memperkuat deteksi dini dan memperluas akses pengobatan bagi anak yang mengalami kelainan bawaan pada kaki. Program tersebut diluncurkan di Gedung Tribrata Polres Kebumen, Kamis (20/8/2026), dengan melibatkan Bhabinkamtibmas hingga tingkat desa.
Melalui program ini, Bhabinkamtibmas diharapkan menjadi penghubung antara keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, kader kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan agar anak dengan CTEV dapat segera memperoleh penanganan.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, persoalan CTEV tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Menurutnya, masih banyak keluarga yang terlambat mengetahui kondisi kaki anak atau belum memahami akses layanan kesehatan yang tersedia.
“Rekan-rekan Bhabinkamtibmas dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat secara humanis, mendorong keluarga agar tidak mengabaikan kondisi kaki bermasalah pada anak, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan pihak kesehatan atau layanan terkait,” ujar AKBP Putu.
Ia menjelaskan, CTEV merupakan kelainan bawaan yang menyebabkan kaki bayi atau anak mengarah ke bawah dan ke dalam sehingga perlu dikenali serta ditangani sejak dini. Karena itu, Bhabinkamtibmas tidak hanya berperan memberikan edukasi, tetapi juga menjadi penghubung aktif agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.
“Penanganan kaki bermasalah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara Polri, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta keluarga,” lanjutnya.
Menurut Kapolres, keberhasilan penanganan CTEV tidak berhenti pada ditemukannya anak dengan kelainan tersebut. Anak harus mendapatkan pemeriksaan, rujukan, terapi, hingga pemantauan secara berkelanjutan agar peluang pemulihan semakin besar.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Indrayani Achmal, mengapresiasi inisiatif Polres Kebumen yang mendukung program kesehatan di daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami sangat terbantu dari jajaran Polres Kebumen. Semoga program ini berlanjut dan bermanfaat bagi kita semua,” katanya.
Dukungan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kebumen Bidang Tabligh, H. Abdul Rais. Menurutnya, Muhammadiyah siap berkolaborasi melalui jaringan rumah sakit yang dimiliki di Kabupaten Kebumen.
Sementara itu, Manager Pemasaran PKU Muhammadiyah Gombong, Ferry Wijatmoko, menegaskan rumah sakitnya siap menjadi salah satu fasilitas rujukan bagi anak dengan CTEV.
“Kami selaku rumah sakit rujukan siap melayani rujukan kaki pengkor atau CTEV,” ujarnya.
Sebagai penanda dimulainya program, Polres Kebumen menyerahkan buku saku CTEV kepada para Bhabinkamtibmas. Buku tersebut diharapkan menjadi pedoman saat memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing.
Melalui keterlibatan Bhabinkamtibmas hingga tingkat desa, program ini diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus CTEV, menghubungkan keluarga dengan layanan kesehatan, serta memastikan anak-anak yang membutuhkan tidak terlambat memperoleh penanganan. (K2/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















