SEMARANG, Kebumen24.com — Aksi penyampaian pendapat mahasiswa di kawasan Bundaran Tugu Muda, Kota Semarang, Rabu (26/8/2026), berlangsung tertib dan kondusif. Pendekatan dialog serta komunikasi yang dikedepankan Polda Jawa Tengah menjadi salah satu faktor kegiatan dapat berjalan lancar hingga peserta membubarkan diri.
Karo Ops Polda Jawa Tengah Kombes Pol Basya Radyananda mengatakan, dalam mengawal aksi tersebut, Polri tidak menempatkan diri sebagai pihak yang berseberangan dengan mahasiswa. Menurutnya, kepolisian memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat dalam menyampaikan pendapat sebagai bagian dari proses demokrasi.
“Polisi itu bukan menjadi lawan. Kita berkawan. Dalam sebuah demokrasi, Polri itu adalah kawan demokrasi bagi teman-teman mahasiswa,” ujar Kombes Pol Basya Radyananda.
Ia menuturkan, koordinasi dan komunikasi yang baik antara kepolisian dengan perwakilan mahasiswa membuat aspirasi dapat disampaikan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lainnya.
“Kami selalu akan memfasilitasi apa yang menjadi keinginan mahasiswa. Alhamdulillah tadi kesepakatan bisa kita penuhi dan akhirnya berjalan dengan lancar,” katanya.
Menurutnya, kesepakatan untuk menjaga ketertiban telah dibangun bersama melalui koordinasi antara petugas kepolisian dan koordinator lapangan aksi. Hal tersebut menjadi bagian penting agar kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung secara aman dan tertib.
“Kita sudah berkoordinasi dengan korlap. Semua (Polisi dan Mahasiswa) ingin agar kegiatan berjalan tertib. Ini yang kita harapkan, karena ketika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, penyampaian pendapat juga dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan aksi, kepolisian juga melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang kepada peserta dalam menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan masyarakat.
Basya menegaskan, pelayanan kepolisian dalam kegiatan demokrasi harus memperhatikan seluruh masyarakat, baik mereka yang menyampaikan pendapat maupun masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Demokrasi itu menjamin hak yang menyampaikan pendapat dan juga menjamin hak masyarakat yang tidak sedang menyampaikan pendapat. Ke depan, polisi akan terus mengawal demokrasi dan kami akan menjadi kawan demokrasi bagi teman-teman yang melaksanakan penyampaian pendapat di muka umum,” pungkasnya.
Rangkaian aksi di kawasan Bundaran Tugu Muda berakhir sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah menyampaikan orasi dan pernyataan sikap, peserta kemudian kembali menuju Jalan Pemuda dengan pengawalan petugas sebelum membubarkan diri secara tertib.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi dan kemudian membubarkan diri dengan tertib.
“Kami mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan baik dan kemudian membubarkan diri secara tertib. Sampai seluruh peserta meninggalkan lokasi, saat ini situasi di Kota Semarang dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Yuliyanto.
Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung serta masyarakat yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat dan peserta aksi, yang bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif. Perbedaan aspirasi tidak menghalangi kita untuk tetap saling menghormati,” tambahnya.
Yuliyanto menegaskan, berakhirnya kegiatan penyampaian pendapat secara tertib menunjukkan bahwa ruang demokrasi dapat berjalan beriringan dengan ketertiban masyarakat.
“Aspirasi telah disampaikan, kegiatan telah selesai, dan mahasiswa sudah membubarkan diri. Kami berharap semangat menyampaikan pendapat secara damai dan tertib ini terus dijaga,” pungkasnya. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















