Pendidikan

Perkuat Silaturahmi Alumni, HIMAWAN Kebumen Tekankan Pentingnya Karakter dan Pengabdian

37
×

Perkuat Silaturahmi Alumni, HIMAWAN Kebumen Tekankan Pentingnya Karakter dan Pengabdian

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Himpunan Alumni dan Walisantri An-Nawawi (HIMAWAN) Kebumen kembali menggelar pertemuan rutin yang berlangsung di Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen para alumni dalam mengamalkan ilmu, meningkatkan kapasitas diri, serta meneguhkan semangat pengabdian kepada masyarakat dan organisasi.

Pertemuan yang dihadiri para alumni dari berbagai daerah itu juga diisi dengan tausiyah dan motivasi dari Hj. Ashfa Khoirunnisa’ serta KH. R.M. Maulana Alwi. Keduanya menyampaikan pesan inspiratif mengenai pentingnya membangun karakter, menjaga amalan, hingga menempatkan pengabdian di atas jabatan.

Dalam sambutannya, Hj. Ashfa Khoirunnisa’ mengajak para alumni untuk terus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah ditanamkan di pesantren. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Kita harus mengikuti perkembangan zaman dan memahami apa saja yang bisa dilakukan agar tetap berkembang,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penguasaan keterampilan saja belum cukup. Fondasi utama yang harus dimiliki setiap alumni adalah kepribadian atau personality yang kuat, yang dibangun sejak masih menjadi santri.

Karena itu, ia mendorong para santri agar aktif berorganisasi selama menempuh pendidikan di pesantren. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam membentuk jiwa kepemimpinan, kedewasaan berpikir, serta ketangguhan mental ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Saya selalu menekankan pentingnya personality. Kalau ikut organisasi di pesantren, maksimalkan. Ketika saya mengikuti organisasi, saya benar-benar menjalaninya dengan maksimal. Dari situlah mental saya terbentuk,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pengalaman berorganisasi telah membantunya bangkit ketika menghadapi berbagai kegagalan dan ujian kehidupan.

“Dari organisasi itulah, saat saya jatuh, mental organisasi yang membuat saya bisa bangkit kembali,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi alumni, Hj. Ashfa Khoirunnisa’ juga mengumumkan rencana penyelenggaraan webinar bertema kewirausahaan (entrepreneurship). Program tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan sekaligus keterampilan praktis bagi alumni yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri.

Sementara itu, KH. R.M. Maulana Alwi menyampaikan rasa syukur karena para alumni masih istiqamah menjaga amalan dan ijazah yang dahulu diberikan oleh pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, KH. Achmad Chalwani.

“Saya senang para alumni masih melakukan amalan dan ijazah. Yang saya khawatirkan justru jika para alumni sudah tidak percaya lagi kepada doa-doa,” ungkapnya.

Menurutnya, ilmu tidak berhenti pada proses belajar semata. Ilmu harus diamalkan terlebih dahulu sebelum kemudian diajarkan kepada orang lain.

“Ilmu itu dipelajari, kemudian dilakukan atau diamalkan, baru setelah itu diajarkan. Urutannya harus seperti itu,” tegasnya.

Maulana Alwi juga mengajak para alumni untuk tidak ragu mengambil peran dalam pengabdian kepada Nahdlatul Ulama (NU), termasuk apabila mendapat amanah di kepengurusan organisasi.

Ia menekankan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat.

“Kalau ada kesempatan mengabdi di struktural NU, maksimalkan. Kalau tidak ada kesempatan juga tidak masalah. Yang terpenting adalah pengabdian di atas jabatan. Sebisa mungkin kita ikut menghidupkan NU,” pesannya.

Selain membahas pentingnya organisasi, KH. Maulana Alwi juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki ukuran keberhasilan yang berbeda-beda sehingga tidak perlu membandingkan pencapaiannya dengan orang lain.

“Patokan sukses itu relatif,” ujarnya.

Ia turut menyoroti pentingnya membangun keluarga yang harmonis berdasarkan kesepahaman antara suami dan istri. Menurutnya, tidak ada satu pola yang mutlak dalam menjalankan kehidupan rumah tangga.

“Ada keluarga yang kebutuhan ekonominya dipenuhi suami, ada yang ditopang istri, dan ada pula yang keduanya bekerja bersama. Semua bisa berjalan dengan baik selama saling memahami tanggung jawab masing-masing,” jelasnya.

Melalui pertemuan rutin tersebut, HIMAWAN Kebumen berharap semangat persaudaraan antaralumni terus terjaga sekaligus melahirkan generasi alumni yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta istiqamah mengabdikan ilmu dan kemampuannya untuk kemajuan organisasi, masyarakat, dan bangsa.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.