Pemerintahan

Peresmian Jalan Swadaya di Plumbon Ramai Dibahas Warganet, Diskominfo Kebumen Berikan Penjelasan

171
×

Peresmian Jalan Swadaya di Plumbon Ramai Dibahas Warganet, Diskominfo Kebumen Berikan Penjelasan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kebumen, Hj. Wahyu Siswanti, S.E., M.Si.,

KEBUMEN, Kebumen24.com – Peresmian jalan desa sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer beserta dua unit jembatan hasil pembangunan swadaya keluarga besar perantau asal Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Unggahan mengenai peresmian yang dihadiri Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian besar warganet memberikan apresiasi terhadap kekompakan dan kepedulian para perantau yang dinilai mampu mewujudkan pembangunan infrastruktur secara mandiri sebagai bentuk kecintaan terhadap kampung halaman.

Namun, di sisi lain, sejumlah komentar juga menjadikan pembangunan swadaya tersebut sebagai pengingat bahwa masih terdapat kebutuhan infrastruktur di berbagai wilayah lain yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah sesuai kewenangannya.

Kehadiran Bupati Kebumen dalam acara peresmian turut menjadi perhatian publik. Sebagian masyarakat menilai kehadiran kepala daerah merupakan bentuk penghargaan terhadap inisiatif masyarakat yang telah berkontribusi nyata membangun desa. Sementara itu, sebagian lainnya mempertanyakan sejauh mana peran pemerintah dalam penyediaan infrastruktur dasar.

Menanggapi berbagai komentar yang berkembang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kebumen, Hj. Wahyu Siswanti, S.E., M.Si., memberikan penjelasan agar informasi yang beredar dapat dipahami secara utuh.

“Terima kasih atas perhatian dan komentar dari masyarakat. Perlu kami luruskan bahwa kehadiran Bupati Kebumen pada peresmian tersebut adalah untuk memenuhi undangan dari Ibu Siti Sudar bersama Pemerintah Desa Plumbon. Kehadiran beliau merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Ibu Siti Sudar yang secara swadaya membangun jembatan serta menghibahkan tanah, jalan, dan seluruh biaya pembangunannya menjadi aset desa demi kepentingan masyarakat,” jelas Wahyu dalam keterangan resminya, Selasa 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa jalan yang diresmikan merupakan jalan desa yang menjadi kewenangan Pemerintah Desa. Seluruh aset hasil pembangunan tersebut telah dihibahkan untuk kepentingan umum sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Meski demikian, lanjut Wahyu, Pemerintah Kabupaten Kebumen tetap menjalankan komitmennya dalam membangun infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Menurutnya, Pemkab Kebumen telah membangun ruas Jalan Plumbon–Kalikudu yang terhubung dengan akses jalan hasil hibah tersebut. Selain itu, melalui APBD juga telah dialokasikan sejumlah pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar, yakni pembangunan Jalan Langse–Pujegan pada Tahun Anggaran 2026 dengan nilai sekitar Rp1,7 miliar.

Selanjutnya, pada Tahun Anggaran 2027 telah direncanakan pembangunan Jalan Plumbon–Kalikudu senilai sekitar Rp3,5 miliar, serta Jalan Wadasmalang–Sadangwetan dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam bermedia sosial dan bersama-sama mengapresiasi setiap kontribusi nyata bagi kemajuan Kebumen,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, keluarga besar perantau asal Desa Plumbon berhasil membangun jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer lengkap dengan dua unit jembatan menggunakan dana pribadi tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pembangunan tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masyarakat masih terpelihara. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempermudah akses menuju lahan pertanian maupun fasilitas umum, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Plumbon dan wilayah sekitarnya.

Saat meresmikan jalan tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar perantau Desa Plumbon yang telah menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap kampung halaman.

Menurutnya, apa yang dilakukan para perantau merupakan teladan bagi putra-putri daerah yang telah sukses di luar daerah maupun luar negeri agar tetap memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa asalnya.

“Semangat gotong royong dan kepedulian seperti ini menjadi teladan bagi masyarakat. Kontribusi para perantau membuktikan bahwa membangun daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat dilakukan bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.