Pendidikan

Dari Limbah Menjadi Karya, Tim SMK Ma’arif 5 Gombong Raih Juara II Eco Innovation Challenge 2026

×

Dari Limbah Menjadi Karya, Tim SMK Ma’arif 5 Gombong Raih Juara II Eco Innovation Challenge 2026

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Semangat inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan mengantarkan siswa SMK Ma’arif 5 Gombong kembali mengukir prestasi membanggakan. Tiga siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan (TKR), yakni Ahmad Hasan Rosyadi, Ahmad Husain Rosyadi, dan Dimas Pangestu, sukses meraih Juara II pada ajang Eco Innovation Challenge 2026 yang diselenggarakan Politeknik Piksi Ganesha Indonesia dalam rangka Dies Natalis ke-24, Jumat (24/7/2026).

Kompetisi bertema “Dari Limbah Jadi Karya” tersebut diikuti puluhan peserta dari jenjang SMK, MA, dan SMA sederajat se-Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah limbah menjadi produk inovatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

Pada ajang bergengsi tersebut, tim SMK Ma’arif 5 Gombong yang tergabung dalam Tim Raden Saleh berhasil memikat perhatian dewan juri melalui karya berbahan resin yang memanfaatkan limbah sebagai material utama. Produk yang mereka kembangkan menjadi bukti bahwa barang yang kerap dianggap tidak bernilai dapat disulap menjadi karya kreatif dengan manfaat nyata.

Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Selama kurang lebih satu bulan, ketiga siswa menjalani proses persiapan secara intensif. Mulai dari merancang konsep, melakukan eksperimen, hingga menyempurnakan hasil akhir, seluruh tahapan dikerjakan dengan penuh ketelitian, kerja sama, dan semangat untuk menghadirkan inovasi terbaik.

Saat memasuki sesi penilaian, Ahmad Hasan Rosyadi, Ahmad Husain Rosyadi, dan Dimas Pangestu tampil percaya diri mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri. Kemampuan menjelaskan konsep inovasi, penguasaan materi, serta kekompakan tim menjadi nilai tambah yang mengantarkan mereka meraih posisi kedua di tengah persaingan yang berlangsung ketat.

Prestasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa kreativitas mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Limbah yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan justru dapat menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan produk bernilai, apabila dikelola dengan inovasi dan sentuhan kreativitas.

Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong, Mukhamad Ma’muri, M.Pd, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para siswanya. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa peserta didik SMK memiliki kemampuan, kreativitas, dan daya saing yang tinggi dalam menghadapi berbagai kompetisi.

“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak pernah takut mencoba hal-hal baru. Setiap keberhasilan selalu diawali dari kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.

Raihan Juara II Eco Innovation Challenge 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Ahmad Hasan Rosyadi, Ahmad Husain Rosyadi, dan Dimas Pangestu, tetapi juga mengharumkan nama SMK Ma’arif 5 Gombong di tingkat Kabupaten Kebumen. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari hal-hal sederhana yang sering kali terabaikan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.