HajiKemenag KebumenPemerintahan

Resmi Dilepas Bupati Kebumen, 347 Calon Haji Berangkat, Termuda Berusia 18 Tahun

304
×

Resmi Dilepas Bupati Kebumen, 347 Calon Haji Berangkat, Termuda Berusia 18 Tahun

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani resmi melepas keberangkatan 347 jamaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 12 di Pendopo Kabumian, Rabu (652026).
Bupati Kebumen Lilis Nuryani resmi melepas keberangkatan 347 jamaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 12 di Pendopo Kabumian, Rabu (652026).

KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana haru dan penuh doa mengiringi pelepasan 347 jemaah calon haji Kloter 12 Kabupaten Kebumen di Pendopo Kabumian, Rabu (6/5/2026). Di tengah ratusan jemaah yang bersiap menunaikan rukun Islam kelima, sosok pemuda 18 tahun, Chandra Solakhul Rijal, mencuri perhatian sebagai jemaah termuda tahun ini.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, secara langsung melepas keberangkatan jemaah dengan pesan kuat tentang kebersamaan dan kesiapan fisik menghadapi perjalanan panjang ke Tanah Suci. Ia mengingatkan, perbedaan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak awal.

“Di rombongan ini ada yang membutuhkan perhatian lebih, termasuk pengguna kursi roda. Di sinilah nilai kebersamaan diuji—yang muda membantu yang sepuh, yang sehat menguatkan yang lain,” ujar Bupati Lilis.

Kloter 12 diberangkatkan dengan pengawalan ketat. Sebanyak sembilan unit bus disiapkan lengkap dengan tenaga kesehatan di setiap armada. Tak hanya itu, dua ambulans dan dua kendaraan pengawal turut mengiringi perjalanan demi memastikan keamanan dan kondisi medis jemaah tetap terjaga hingga tiba di hotel transit.

Rombongan dijadwalkan singgah di Hotel Ibis pada pukul 12.00 WIB untuk proses check-in sebelum melanjutkan perjalanan menuju embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), yang tahun ini menjadi titik keberangkatan baru menggantikan embarkasi Solo.

Di antara jemaah, Chandra Solakhul Rijal dari Desa Kebadongan, Kecamatan Klirong, menjadi simbol semangat generasi muda dalam menunaikan ibadah haji. Ia telah didaftarkan orang tuanya sejak usia 12 tahun.

“Alhamdulillah sangat bersyukur. Kesempatan ini tidak datang dua kali, apalagi bisa berangkat di usia muda,” ungkap Chandra yang berangkat bersama sang ibu.

Selain Chandra, jemaah tertua tahun ini tercatat atas nama Ratmi Kasbani (91) dari Kecamatan Padureso—menunjukkan bahwa panggilan haji datang tanpa batas usia.

Tahun ini, Kabupaten Kebumen mencatatkan jumlah jemaah haji terbanyak di Jawa Tengah, dengan total 1.739 orang yang terbagi dalam enam kloter, yakni Kloter 11 hingga 16. Kloter 11 telah lebih dulu diberangkatkan, sementara Kloter 12 hingga 16 menyusul dalam gelombang kedua.

Pegawai Kementerian haji dan Umrah Kabupaten Kebumen, Syamsul Fitri Ariadi, menyebut tingginya jumlah jemaah menjadi fenomena menarik.

“Meskipun Kebumen sering dikategorikan sebagai daerah dengan tingkat ekonomi rendah, namun jumlah jemaah hajinya justru paling banyak di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dari total tersebut, terdiri atas 854 laki-laki dan 885 perempuan yang berasal dari berbagai kecamatan di Kebumen.

Namun demikian, terdapat 23 jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan (lunas tunda), sebagian besar karena faktor kesehatan. Mereka berpeluang diberangkatkan pada kloter berikutnya atau dijadwalkan ulang tahun depan.

Sebanyak 35 petugas pembimbing turut mendampingi para jemaah selama kurang lebih 40 hari pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Di akhir sambutannya, Bupati Lilis memanjatkan doa agar seluruh jemaah diberikan kelancaran dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan mabrurah.(K24/ILHAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.