Pemerintahan

Bupati Kebumen Kawal Lobi ke KAI: Prameks Ditarget Tembus Gombong, JPL Mekarsari Dibuka Lagi

128
×

Bupati Kebumen Kawal Lobi ke KAI: Prameks Ditarget Tembus Gombong, JPL Mekarsari Dibuka Lagi

Sebarkan artikel ini

PURWOKERTO, Kebumen24.com – Upaya memperluas akses transportasi murah bagi warga terus dikawal Pemerintah Kabupaten Kebumen. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, turun langsung menemui jajaran PT KAI Daop 5 Purwokerto, Selasa (5/5/2026), membawa dua agenda krusial: memperpanjang layanan KA Prameks hingga Gombong dan membuka kembali perlintasan sebidang Mekarsari (JPL 583).

Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari komunikasi intensif yang sebelumnya telah dilakukan Bupati saat berkunjung ke Kantor Pusat PT KAI di Bandung pada Maret lalu. Didampingi Sekda Edi Rianto serta sejumlah pimpinan OPD, Bupati kembali menegaskan pentingnya pemerataan akses transportasi bagi masyarakat Kebumen.

Selama ini, KA Prameks—kereta komuter bersubsidi yang menjadi andalan masyarakat—hanya melayani rute hingga Stasiun Kutoarjo. Akibatnya, warga Kebumen harus berganti moda transportasi untuk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta maupun Solo.

“Banyak pelajar dan pekerja asal Kebumen yang beraktivitas di Yogyakarta. Kami berharap layanan Prameks bisa diperpanjang hingga Gombong, bahkan menjangkau Prembun dan Kutowinangun. Ini kebutuhan riil masyarakat,” tegas Bupati Lilis.

Menanggapi hal tersebut, Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Rangga Putra Maulana, menjelaskan bahwa pengelolaan KA Prameks berada di bawah KAI Commuter. Sehingga, diperlukan sejumlah tahapan administratif, termasuk koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Usulan ini sedang kami dalami lintas unit. Pada prinsipnya kami mendukung, karena dapat meningkatkan okupansi penumpang. Namun, kajian kesiapan sarana dan dampaknya terhadap waktu tempuh layanan eksisting juga menjadi perhatian,” jelasnya.

Tak hanya soal transportasi penumpang, Bupati juga membawa aspirasi warga terkait pembukaan kembali perlintasan sebidang Mekarsari (JPL 583) yang sebelumnya ditutup. Penutupan tersebut dinilai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Namun demikian, KAI menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Rangga mengungkapkan, lokasi JPL 583 pernah terjadi beberapa kecelakaan serius dalam dua tahun terakhir.

“Sepanjang 2024 hingga 2025, terjadi sejumlah insiden yang mengakibatkan korban jiwa. Ini menjadi perhatian serius kami. Karena itu, pembukaan kembali harus melalui asesmen mendalam bersama seluruh stakeholder, termasuk Kemenhub,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kebumen menyatakan kesiapannya memenuhi seluruh persyaratan teknis. Kepala Dinas Perkimhub Kebumen, Slamet Mustolkhah, menyebut pihaknya telah menyiapkan dukungan regulasi, SDM, hingga anggaran.

“Pemkab telah mengalokasikan Rp2,06 miliar per tahun untuk honor 83 petugas Penjaga Jalan Lintasan bersertifikat. Selain itu, fasilitas di Pos Mekarsari seperti CCTV, sirine, dan perlengkapan keselamatan lainnya juga telah disiapkan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas persoalan drainase di sekitar jalur rel yang kerap memicu genangan hingga setinggi 50 cm di wilayah Gombong dan Kutowinangun. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas jalur kereta api dan membutuhkan penanganan segera.

KAI menyambut baik berbagai masukan dari Pemkab Kebumen dan memastikan seluruh usulan akan ditindaklanjuti melalui kajian teknis yang komprehensif.

“Kami berterima kasih atas informasi dan masukan dari Pemkab Kebumen. Ini sangat bermanfaat. Semoga ke depan dapat dihasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat,” pungkas Rangga.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.