KUWARASAN, Kebumen24.com – Upaya memperkuat kemandirian desa di Kabupaten Kebumen kini tidak lagi sekadar wacana. Pemerintah daerah mulai mengintegrasikan layanan publik berbasis digital dengan penguatan sektor pangan lokal sebagai fondasi ekonomi masyarakat.
Hal ini tampak dalam kunjungan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, ke Desa Banjareja, Kecamatan Kuwarasan, Selasa (5/5/2026). Dalam agenda tersebut, Bupati meresmikan layanan Samsat Budiman (BUMDes Digital Mandiri) sekaligus melakukan panen perdana ikan nila hasil budidaya modern.
Peresmian Samsat Budiman menjadi langkah strategis dalam mendekatkan layanan pembayaran pajak kendaraan kepada masyarakat desa. Kini, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.
“Hari ini kita resmikan layanan Samsat Budiman di Desa Banjareja. Masyarakat yang ingin membayar pajak tahunan cukup datang ke sini. Prosesnya lebih cepat, dekat, dan mudah,” ujar Bupati Lilis.
Program ini merupakan bagian dari perluasan layanan berbasis desa yang saat ini telah hadir di 11 titik di Kebumen, bekerja sama dengan KDMP dan sekitar 60 BUMDes. Inisiatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pajak sekaligus memperluas akses layanan publik di wilayah pedesaan.
Tak hanya fokus pada layanan administrasi, kunjungan tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Melalui BUMDes “Sri Manunggal”, Desa Banjareja berhasil mengembangkan budidaya ikan nila menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS).
Kepala Desa Banjareja, Eko Yulianto, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen perdana tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan panen perdana ikan nila sistem RAS. Kehadiran Ibu Bupati menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan budidaya ini demi meningkatkan perekonomian desa,” ungkapnya.
Hasilnya pun cukup menggembirakan. Dari total tebar 7.200 ekor, tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai lebih dari 90 persen atau sekitar 6.000 ekor. Dalam masa pemeliharaan selama tiga bulan, panen kali ini diperkirakan menghasilkan sekitar 1,2 ton ikan nila.
Produksi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus menyuplai pasar kuliner lokal, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.
Langkah integratif antara layanan digital dan sektor pangan ini menjadi contoh konkret bagaimana desa dapat tumbuh mandiri, adaptif, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















