Hukum

Ungkap Kasus Begal di JLSS Mirit, Polres Kebumen Tekankan Peran Keluarga dalam Pengawasan Anak

777
×

Ungkap Kasus Begal di JLSS Mirit, Polres Kebumen Tekankan Peran Keluarga dalam Pengawasan Anak

Sebarkan artikel ini
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat konferensi pers pengungkapan kasus begal di JLSS Mirit, Senin (6/4/2026).

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kasus pencurian dengan kekerasan (begal) yang terjadi di Jalan Lintas Selatan (JLSS) wilayah Mirit, Kabupaten Kebumen, tidak hanya menjadi perhatian dari sisi penegakan hukum, tetapi juga memunculkan keprihatinan terkait pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari, 5 Januari 2026. Tiga pelaku berinisial AN (21), AA (19), dan AH (18) yang masih tergolong usia muda, diduga menghentikan secara paksa seorang pengendara bernama Saputra yang tengah berboncengan bersama istrinya. Dalam aksinya, pelaku merampas telepon genggam dan uang tunai korban dengan ancaman senjata tajam.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku berhasil diamankan setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh tim Resmob Polres Kebumen. Saat ini, para tersangka telah ditahan dan dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

“Anak-anak di usia rentan membutuhkan kehadiran orangtua, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional,” ujar Kapolres saat konferensi pers, Senin (6/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Wakapolres Kompol Faris Budiman dan Kasatreskrim AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata.

Menurutnya, kasus ini menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter anak tidak terlepas dari lingkungan keluarga. Kurangnya pengawasan, minimnya komunikasi, serta pergaulan yang tidak terarah dapat menjadi faktor pemicu anak terjerumus dalam tindakan kriminal.

Kasatreskrim AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata menambahkan, orangtua perlu membangun komunikasi yang terbuka dan hangat dengan anak. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibandingkan pola pengawasan yang bersifat keras atau represif.

Selain itu, peran masyarakat juga dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak dan remaja. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga keamanan lingkungan serta saling mengingatkan demi mencegah tindak kejahatan.

“Dengan pengawasan yang baik, diharapkan anak-anak tidak hanya terhindar dari menjadi korban, tetapi juga tidak tumbuh menjadi pelaku kejahatan,” pungkas AKP Yofi. (K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.