KEBUMEN, Kebumen24.com – Libur Lebaran 2026 di Kabupaten Kebumen berakhir duka. Dalam rentang waktu 22 Maret hingga 4 April 2026, tercatat total 10 korban laka air, baik di pantai maupun sungai. Dari jumlah tersebut, tujuh korban ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian tim SAR.
Kronologi dan Lokasi Kejadian
- Pantai Watu Bale, Kecamatan Ayah
Pada Minggu (29/3) pukul 08.55 WIB, tiga remaja bermain di pantai dan terseret ombak. Dua berhasil selamat, sementara Ibnuyun bin Bayad (15), warga Desa Pucang, Banjarnegara, hilang. Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban pada Senin (30/3/2026). - Pantai Suwuk, Kecamatan Puring
Agus Setiawan (42), nelayan Banjarnegara, terseret ombak saat menjaring ikan pada Senin (23/3) sore. Setelah operasi pencarian tiga hari, korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu pagi (25/3/2026). - Pantai Pecaron, Kecamatan Ayah
Tasdik Susendi (21), warga Brebes, dilaporkan tenggelam saat bermain air pada Senin (23/3). Jenazah korban ditemukan Rabu sore (25/3/2026), sekitar 1 km dari lokasi awal. - Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan
Condro Aji Wicaksono (18), remaja asal Bekasi, meninggal dunia terseret ombak pada Minggu sore (22/3/2026). - Sungai Jatinegara, Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan
H. Bahrudin (72), warga setempat, terpeleset dan hanyut pada Jumat (3/4/2026) sore. Jenazah korban ditemukan di utara Jembatan Rangkah. - Pantai Gajah, Desa Waluyorejo, Kecamatan Puring
Dua anak, Gilang Aditi (12) dan Kafi Al Azam (13), terseret arus saat bermain di sungai tepi pantai pada Jumat (3/4/2026). Gilang ditemukan meninggal dunia di Pantai Sawangan, sementara Kafi masih dalam pencarian. - Pantai Setrojenar-Brencong, Kecamatan Buluspesantren
Tiga anak bermain di perairan pada Kamis (2/4/2026) siang. Satu anak, Regi Maulana (11), berhasil diselamatkan. Ikhsan Nur Awali (11) ditemukan meninggal pada Sabtu (4/4/2026), dan Andika Rizki Maulana (11) masih dalam pencarian. - Sungai Kreteg, Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang
Pujianto (55) hilang terseret arus pada Rabu (1/4/2026) dan hingga kini masih dicari tim SAR.
Upaya Penanganan SAR
Pencarian melibatkan BPBD Kebumen, Basarnas Cilacap USS Kebumen, TNI, Polri, Damkar, PMI, SAR lokal, relawan, dan keluarga korban. Berbagai peralatan digunakan, termasuk rescue car carrier, rubber boat, peralatan air, dan alat medis.
Koordinator Tim SAR Gabungan, Rowidin, menjelaskan, “Operasi pencarian dilakukan secara intensif dan terkoordinasi dengan membagi tim menjadi beberapa unit. Kondisi cuaca berawan menambah tantangan, namun keselamatan tim tetap menjadi prioritas.”
Humas BPBD Kebumen, Heri Purwanto, mengatakan kejadian ini menjadi pengingat bahwa meski liburan membawa keceriaan, kewaspadaan tetap menjadi prioritas untuk keselamatan diri di kawasan perairan.
“Masyarakat, khususnya anak-anak dan wisatawan, diminta selalu waspada di sekitar sungai dan pantai. Pengawasan ketat dan memperhatikan kondisi gelombang maupun arus air adalah kunci utama mencegah tragedi serupa,’’imbaunya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















