KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen, terus menunjukkan potensinya sebagai sentra industri lokal, khususnya dalam produksi batu bata merah yang menjadi salah satu unggulan daerah. Industri rumahan ini berkembang pesat, terutama di wilayah RW 04 yang meliputi Dukuh Kewayuhan dan Dukuh Jatisalam.
Ketersediaan bahan baku berupa tanah liat yang melimpah menjadi faktor utama berkembangnya usaha ini. Bagi masyarakat setempat, kondisi tersebut menjadi berkah alam yang mampu mendukung perekonomian warga secara berkelanjutan.
Salah satu pengrajin, Yogi Trisdianto (28), warga Dukuh Kewayuhan, mengungkapkan bahwa dirinya mampu memproduksi hingga 1.000 batu bata per hari saat kondisi cuaca mendukung. Bahkan, saat permintaan meningkat, ia juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar untuk membantu proses produksi.
“Kalau permintaan tinggi, saya bisa menambah tenaga kerja, apalagi saat musim kemarau,” ujarnya.
Yogi memasarkan produknya dengan merek Y17. Untuk harga, satu buah batu bata dijual berkisar Rp700 hingga Rp750 untuk pembelian di lokasi pembakaran. Sementara itu, untuk pengiriman ke luar lokasi, biaya tambahan disesuaikan dengan jarak tempuh.
Musim kemarau menjadi momentum penting bagi para perajin batu bata di Jatisari. Pasalnya, proses produksi menjadi jauh lebih cepat dibandingkan saat musim hujan. Jika pada musim penghujan pengeringan membutuhkan waktu lebih dari satu minggu, maka di musim kemarau hanya memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari.
“Produksi bisa meningkat hingga dua kali lipat. Kalau musim hujan hanya sekitar 500 sampai 600 bata per hari, tapi saat kemarau bisa sampai 1.000,” tambah Yogi.
Proses pembuatan batu bata sendiri tergolong sederhana. Tanah liat dicampur dengan sekam dan air secukupnya, kemudian diaduk hingga merata sebelum dicetak. Setelah itu, batu bata dikeringkan dan dibakar hingga siap dipasarkan. Kualitas batu bata Jatisari pun dikenal baik dan mampu bersaing di pasaran.
Dengan potensi yang dimiliki, industri batu bata di Desa Jatisari tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama warga, tetapi juga berkontribusi dalam membuka lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal.
Sumber:website resmi Pemerintah Desa Jatisari Kebumen
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















