EkonomiSEJARAH

Mengulik Potensi Desa Roworejo: Sentra Penghasil Jas Hujan Terbesar di Kebumen

378
×

Mengulik Potensi Desa Roworejo: Sentra Penghasil Jas Hujan Terbesar di Kebumen

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Roworejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, dikenal sebagai salah satu sentra industri rumahan jas hujan terbesar di wilayah tersebut. Desa ini mampu memproduksi puluhan ribu hingga ratusan ribu kodi jas hujan setiap musim penghujan, dengan pemasaran yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga luar Pulau Jawa.

Keberadaan industri jas hujan di Desa Roworejo telah berkembang pesat dan melahirkan belasan hingga puluhan merek lokal yang cukup dikenal di pasaran. Produksi dilakukan oleh para perajin rumahan dengan skala usaha yang beragam, mulai dari yang hanya memenuhi pesanan tertentu hingga yang sudah memiliki jaringan pemasaran luas melalui grosir maupun media sosial.

Salah satu perajin, pasangan suami istri Nadirin dan Eni Indarti, mengungkapkan bahwa mereka kerap menerima pesanan dalam jumlah besar. Menariknya, pembeli dalam jumlah besar dapat menggunakan merek dagang sendiri sesuai permintaan. Hal ini menjadi salah satu keunggulan fleksibilitas produksi di Desa Roworejo.

“Ini order yang siap dikirim,” ujar Eni sambil menunjukkan tumpukan jas hujan yang telah dikemas dengan merek milik pemesan.

Sementara itu, perajin lainnya, Achmad Fahrudin, memilih fokus memasarkan produknya dengan merek sendiri. Sejak memulai usaha pada 2016, ia telah menjalin kemitraan dengan pedagang grosir di berbagai daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Sintang, Kalimantan Barat.

“Saya tidak menerima pesanan dengan merek milik pembeli. Semua menggunakan merek sendiri,” jelas Achmad.

Menariknya, sebagian relasi bisnis Achmad terjalin tanpa pernah bertatap muka secara langsung. Kepercayaan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran transaksi yang sebagian besar dilakukan secara daring.

Para perajin mengakui, saat musim penghujan permintaan jas hujan meningkat drastis. Produk yang dihasilkan hampir selalu habis terjual tanpa menyisakan stok. Bahkan, dalam satu musim hujan, Achmad mengaku mampu mengirim hingga 15 ribu kodi jas hujan ke berbagai daerah.

Proses produksi jas hujan di Desa Roworejo dilakukan secara terstruktur namun tetap berbasis rumahan. Setiap tahapan, mulai dari desain, pemotongan bahan, penjahitan, hingga pengemasan, dikerjakan oleh tenaga kerja berbeda dengan sistem borongan.

“Mereka mengambil bahan dan mengerjakan di rumah masing-masing,” terang Eni.

Dengan sistem kerja tersebut, industri jas hujan tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama bagi para perajin, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Potensi besar ini menjadikan Desa Roworejo sebagai salah satu contoh sukses pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat di Kabupaten Kebumen, khususnya dalam sektor industri rumahan.

Sumber: Koran Bernas (koranbernas.id)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com