KEBUMEN, Kebumen24.com – Perjalanan panjang MAN 3 Kebumen menjadi salah satu madrasah negeri di Kabupaten Kebumen tidak lepas dari sejarah panjang dan dedikasi para tokoh pendidikan Islam sejak era 1950-an. Transformasi lembaga ini mencerminkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan berbasis keislaman yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Cikal bakal berdirinya MAN 3 Kebumen bermula dari pendirian Yayasan Pendidikan Islam (YPI) pada 6 September 1958. Yayasan ini terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kebumen dengan nomor 13/1958 A.P. dan diprakarsai oleh sejumlah tokoh masyarakat Islam setempat, di antaranya Yusuf Soebagiono sebagai ketua, didampingi Muljokertomo, Abdul Syukur, Wahjoe, serta sejumlah pengurus lainnya.
Melalui yayasan tersebut, didirikan Pendidikan Guru Agama (PGA) 6 Tahun yang masih berstatus swasta, dengan Kusumasdeman sebagai kepala sekolah pertama. Kegiatan belajar mengajar saat itu memanfaatkan gedung milik Ketua Yayasan, Yusuf Soebagiono.
Seiring perkembangan, lembaga ini mengalami beberapa perubahan penting berdasarkan kebijakan pemerintah, khususnya dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Pada tahun 1969, melalui persetujuan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, PGA 6 Tahun diubah menjadi PGAN 4 Tahun. Tidak lama kemudian, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 67 Tahun 1970, status tersebut kembali berubah menjadi PGAN 6 Tahun.
Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1978. Berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 17 Tahun 1978, PGAN 6 Tahun resmi bertransformasi menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kutowinangun. Transformasi ini menandai peningkatan status dan peran lembaga dalam sistem pendidikan nasional.
Memasuki era modern, tepatnya pada tahun 2017, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 810 Tahun 2017, MAN Kutowinangun resmi berganti nama menjadi MAN 3 Kebumen. Perubahan ini menjadi bagian dari penataan nomenklatur madrasah negeri di Jawa Tengah.
Sepanjang perjalanannya, MAN 3 Kebumen telah dipimpin oleh sejumlah kepala madrasah yang berperan penting dalam pengembangan lembaga. Dimulai dari Kusumasdeman (1969–1981), kemudian dilanjutkan oleh A. Suhadi, H. Suparlan, Drs. H. Daerobi, Drs. Djahidul Wa’di, Drs. H. Masagus Syamsuddin, Drs. H. Dasuki Anwar, Drs. H. Anang Taufik Ghufron, hingga Drs. Muntohar. Saat ini, kepemimpinan berada di bawah Ahmad Sultoni, S.Pd.I., M.Pd sejak tahun 2021.
Dengan sejarah panjang tersebut, MAN 3 Kebumen terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia. Eksistensinya menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai Islam mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di era modern.
Sumber: Website resmi MAN 3 Kebumen dan dokumentasi sejarah madrasah.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















