SEJARAH

Sejarah Desa Kedaleman Wetan, Kecamatan Puring, Kebumen

350
×

Sejarah Desa Kedaleman Wetan, Kecamatan Puring, Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kedaleman Wetan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis, desa ini didominasi oleh area persawahan yang subur serta dilalui aliran kanal Telomoyo dan Kali Rama yang menjadi sumber pengairan utama bagi masyarakat setempat.

Adapun batas wilayah Desa Kedaleman Wetan meliputi, sebelah timur berbatasan dengan Desa Srusuh Jurutengah, sebelah barat dengan Desa Kedaleman Kulon, sebelah selatan dengan Desa Banjarejo, serta sebelah utara berbatasan dengan Desa Sidomukti (Kecamatan Kuwarasan) dan Desa Sidodadi.

Berdasarkan cerita turun-temurun masyarakat, pada masa lampau wilayah Desa Kedaleman Wetan masih berupa hutan belantara dengan kondisi berupa gumuk yang dipenuhi rumput ilalang. Seiring waktu, datang seorang tokoh yang dikenal sebagai Ki Taleksana atau Sosro Negoro, yang lebih populer dengan sebutan Mbah Jidin. Ia diyakini merupakan keturunan bangsawan dari lingkungan Keraton Mataram, meskipun identitas pasti leluhurnya belum diketahui secara jelas.

Mbah Jidin bersama keturunannya kemudian membuka lahan (bedah alas) untuk dijadikan permukiman. Anak-anaknya yang bernama Cahyasa, Tawirana, dan Sura Pawira turut berperan dalam proses pembukaan wilayah tersebut. Cahyasa menetap di wilayah Kemindan, Tawirana di Kedaleman Wetan, dan Sura Pawira di Kedaleman Tengah.

Beberapa tahun kemudian, ketiga tokoh tersebut bersama Mbah Jidin sepakat untuk menyatukan wilayah-wilayah yang telah dibuka menjadi satu kesatuan desa. Dari kesepakatan inilah kemudian lahir Desa Kedaleman Wetan seperti yang dikenal hingga saat ini.

Hingga kini, kisah tersebut tetap menjadi bagian dari sejarah lisan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat sebagai cikal bakal berdirinya Desa Kedaleman Wetan.

Sumber: Data sejarah lokal Desa Kedaleman Wetan (cerita rakyat dan penuturan tokoh masyarakat setempat).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.