KEBUMEN, Kebumen24.com – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Raudlatul Abidin Wadda’wah Assidiqiyyah, Dukuh Juru Tengah, Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Kamis (12/3/2026) dini hari. Lantai dua yang difungsikan sebagai asrama santri hangus dilalap api, namun seluruh santri berhasil dievakuasi selamat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Kobaran api cepat membesar sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan santri dan pengasuh pondok. Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.30 WIB berkat kerja sama petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, Babinsa, Babinkamtibmas, dan warga sekitar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu santri mengalami luka ringan, dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp500 juta. Petugas menduga kebakaran bermula dari korsleting listrik.
Menanggapi musibah ini, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kebumen, KH. Johan Amru Alhafidz, langsung meninjau lokasi. Ia memberikan dukungan moral dan menyampaikan rasa prihatin mendalam kepada keluarga besar pesantren.
“Semoga para santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Assidiqiyah diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Kami berharap kondisi segera pulih dan kegiatan belajar para santri bisa kembali berjalan seperti biasa,” ujar KH. Johan.
Selain RMI PCNU Kebumen, berbagai pihak juga sigap memberikan bantuan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.Si., menyalurkan bantuan darurat berupa sarung, baju, celana, peci, sandal, dan sembako senilai Rp10 juta melalui Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Fahruddin, M.Pd.
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko korsleting listrik, sekaligus menegaskan solidaritas masyarakat dan kepedulian berbagai pihak terhadap pesantren sebagai pilar pendidikan generasi muda.
Sementara itu, berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui pukul 02.30 WIB oleh santri bernama Alip. Ia terbangun dan melihat kobaran api muncul dari salah satu kamar di sisi barat bangunan. Dengan sigap, Alip membangunkan santri lainnya dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil meminta pertolongan.
Pengasuh pondok, Kartika Nur Ma’rifah, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran Petanahan pukul 02.54 WIB. Petugas damkar dari Satpol PP Kebumen segera menuju lokasi dan tiba sekitar delapan menit kemudian, dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer.
Berkat respons cepat, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke bangunan lain. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah bangunan sekolah dan kamar asrama mengalami kerusakan cukup parah.
Petugas Damkar Kebumen, Teguh Sumarno, memperkirakan total kerugian akibat kebakaran mencapai Rp450 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai Rp350 juta, dengan luas area aman sekitar 150 meter persegi.
Proses pemadaman melibatkan puluhan personel dari Satpol PP, Damkar, Polsek Puring, Koramil Puring, BPBD, PMI, serta warga sekitar yang berjibaku mengendalikan api. Petugas mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama pada malam hari, guna mencegah kejadian serupa.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















