KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebuah makam yang diyakini sebagai makam seorang wali di pesisir selatan Kebumen kini mulai menarik perhatian masyarakat dan peziarah dari berbagai daerah. Makam tersebut berada di Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen sekitar 2,7 kilometer dari kawasan pantai selatan.
Makam yang dikenal masyarakat sebagai Makam Waliyullah Syaikh Maulana Najmudin ‘Ali Mubin atau yang lebih akrab disebut Mbah Mubin itu sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, keberadaannya baru mulai dikenal luas setelah dilakukan penataan dan pembangunan area ziarah sekitar tiga tahun terakhir.
Kisah tentang makam tersebut diceritakan oleh Sarmin, warga asli desa yang kini tinggal di Tegal. Rumah keluarganya berada sangat dekat dengan lokasi makam.
“Dulu makam itu memang sudah ada. Waktu saya masih kecil, sering ngucing atau mengambil makanan sesajen di sekitar makam itu. Tapi dulu belum seperti sekarang, belum tertata,” ujar Sarmin saat ditemui Sabtu (1/9).
Menurutnya, perubahan kondisi makam menjadi lebih rapi bermula dari seorang peziarah dari luar daerah yang pernah memanjatkan doa dan nazar di tempat tersebut. Setelah harapannya terkabul, orang tersebut kembali untuk memenuhi janjinya dengan membantu membenahi makam.
Kini, selain makam yang lebih tertata, area di sekitarnya juga dilengkapi taman kecil dan papan nama yang menandai lokasi tersebut sebagai makam seorang waliyullah.
Cerita lain datang dari Kamad, seorang peziarah asal Kota Kebumen. Ia mengaku sering menyempatkan diri datang berziarah ketika memiliki waktu luang.
“Silakan saja kalau ingin memohon doa di sini. Insya Allah banyak yang terkabul. Saya sendiri kadang setelah menjemput anak sekolah, sempatkan ziarah ke sini,” kata Kamad.
Sementara itu, Tumirah, salah satu warga setempat yang juga kerabat keluarga Sarmin, mengungkapkan bahwa dahulu di lokasi tersebut pernah berdiri sebuah surau atau gubuk kecil yang digunakan sebagai tempat belajar agama, semacam pesantren sederhana.
Menurutnya, penataan makam juga berawal dari cerita mimpi seseorang yang mengaku bertemu dengan sosok Mbah Mubin dan diminta untuk memperbaiki makam tersebut.
Seiring waktu, cerita-cerita tersebut semakin menarik perhatian masyarakat. Banyak warga berharap keberadaan makam ini dapat ditelusuri lebih dalam, terutama terkait sejarah dan jejak penyebaran Islam di kawasan pesisir selatan Kebumen.
Penelusuran sejarah tersebut dinilai penting untuk mengungkap peran tokoh yang diyakini sebagai wali tersebut, sekaligus memperkaya khazanah sejarah keislaman di wilayah Kecamatan Buluspesantren dan sekitarnya.
Hingga kini, makam Mbah Mubin terus menjadi tujuan ziarah masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari cerita spiritual dan budaya yang hidup di tengah masyarakat pesisir Kabupaten Kebumen.
Sumber: Website desa Ayam Putih
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















