SEJARAH

Menelusuri Jejak Sejarah Desa Bumiharjo Klirong: Dari Empat Desa Bersatu hingga Menjadi “Bumi yang Makmur”

469
×

Menelusuri Jejak Sejarah Desa Bumiharjo Klirong: Dari Empat Desa Bersatu hingga Menjadi “Bumi yang Makmur”

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Bumiharjo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Desa yang kini dikenal sebagai salah satu wilayah yang berkembang ini ternyata merupakan hasil penggabungan dari empat desa yang pernah berdiri secara terpisah pada masa lampau.

Berdasarkan catatan sejarah desa, pada masa sebelum tahun 1923 terdapat empat desa yang masing-masing dipimpin oleh lurah dan memiliki wilayah administratif sendiri. Keempat desa tersebut adalah Desa Pangakalan, Desa Klangkungan, Desa Binangun, dan Desa Kreteg.

Desa Pangakalan dipimpin oleh Lurah Haji Abdul Ghani dengan wilayah Senthong dan Kemangunan. Sementara Desa Klangkungan dipimpin oleh Hardjosentiko dengan wilayah Klangkungan.

Kemudian Desa Binangun dipimpin oleh Haji Dul Salam yang meliputi wilayah Binangun dan Kreteg Kidul. Sedangkan Desa Kreteg dipimpin oleh Raden Karto Warsito dengan wilayah Kreteg Lor serta sebagian Kreteg Kidul.

Pada tahun 1923, keempat desa tersebut akhirnya digabungkan menjadi satu desa. Awalnya desa baru ini diberi nama Mangunharjo, sebelum kemudian diubah menjadi Bumiharjo, yang memiliki makna “bumi yang makmur”.

Sempat Berpindah Wilayah Kecamatan

Dalam perjalanan sejarahnya, Desa Bumiharjo juga pernah mengalami beberapa kali perubahan wilayah administrasi kecamatan pada periode 1923 hingga 1950.

Tercatat, desa ini pernah berada di wilayah Kecamatan Petanahan di bawah Kawedanan Karanganyar. Selanjutnya berpindah ke Kecamatan Sruweng yang juga masih berada di wilayah Kawedanan Karanganyar.

Perubahan kembali terjadi ketika Bumiharjo masuk ke wilayah Kecamatan Pejagoan di bawah Kawedanan Pejagoan. Hingga akhirnya desa ini menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Klirong, yang terus bertahan hingga saat ini.

Pergantian Kepemimpinan Desa

Sejak resmi berdiri pada tahun 1923, Desa Bumiharjo telah mengalami berbagai periode kepemimpinan lurah yang turut mewarnai perjalanan pembangunan desa.

Kepemimpinan pertama dipegang oleh Haji Abdul Ghani pada periode 1923–1932. Selanjutnya kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Mikun Harjo Prawiro (1932–1944) dan Saliman (1944–1950).

Pada periode berikutnya, kepemimpinan desa juga sempat dipegang oleh beberapa pejabat sementara (Pj), di antaranya pada tahun 1950–1963, 1966–1967, 1980–1981, 1989–1990, serta 1998–1999.

Adapun beberapa lurah definitif lainnya yang pernah memimpin Bumiharjo antara lain Mardun (1963–1966), Sudarmin (1967–1980), Darsino (1981–1989), Bondan (1990–1998), Darsino kembali menjabat pada periode 1999–2007, dan kemudian dilanjutkan oleh Sulatomo pada periode 2007–2019.

Rangkaian kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun dan menjaga keberlanjutan pembangunan Desa Bumiharjo hingga menjadi desa yang terus berkembang seperti saat ini.

Sejarah panjang ini sekaligus menjadi bukti bahwa Bumiharjo lahir dari semangat persatuan masyarakat empat desa yang kemudian menyatu dalam satu wilayah yang diharapkan menjadi “Bumi yang Makmur”, sebagaimana makna dari namanya.

Sumber: Website resmi Desa Bumiharjo.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.