SEJARAH

Jejak Sejarah Desa Kedunggong: Dari Kampung Terpencil Hingga Menjadi Desa

486
×

Jejak Sejarah Desa Kedunggong: Dari Kampung Terpencil Hingga Menjadi Desa

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kedunggong di Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen, menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Dahulu, wilayah ini dikenal sebagai sebuah kampung terpencil yang berada di perbatasan wilayah Kebumen dan Banjarnegara.

Pada masa lampau, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Kedunggong merupakan sebuah dusun atau kampung kecil yang terisolasi. Secara geografis, kawasan ini memiliki keterkaitan dengan wilayah Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara.

Menurut catatan sejarah desa, sekitar tahun 1640 terjadi perebutan kekuasaan wilayah antara Demang Kadrana dari Jamad dengan Demang Pesangkalan. Perselisihan tersebut berlangsung selama beberapa tahun hingga akhirnya berakhir pada tahun 1643, dengan kemenangan berada di pihak Demang Pesangkalan.

Meski kalah dalam perebutan kekuasaan wilayah, Demang dari Jamad tetap ingin mengenang keberadaan kampung Kedunggong. Nama “Kedunggong” kemudian diabadikan sebagai nama kademangan atau desa, yang hingga kini dikenal sebagai Desa Kedunggong.

Seiring perjalanan waktu, Desa Kedunggong berkembang menjadi wilayah yang terdiri dari 11 dukuh, yaitu:

Kedang Klutuk, Kalilunjar, Kepudang, Dengkol, Kuwarasan, Mukiran, Jlegong, Majasanga, Gendon, Ngemplak, dan Sembung Rugul. Menariknya, meskipun nama desa adalah Kedunggong, tidak ada dukuh yang secara khusus bernama Dukuh Kedunggong.

Perjalanan kepemimpinan di desa ini juga mengalami beberapa pergantian. Pada tahun 1734, setelah Demang pertama Kedunggong tidak lagi mampu menjalankan pemerintahan, kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh saudaranya yang bernama Suta Dipa. Ia memimpin desa hingga tahun 1804.

Setelah masa kepemimpinan Suta Dipa berakhir, pemerintahan desa dilanjutkan oleh seorang demang yang berdomisili di Kalilunjar pada periode 1804 hingga 1864. Selanjutnya, kepemimpinan dipegang oleh Sawijaya dari Dukuh Gendon yang menjabat dari 1864 hingga 1904.

Pada masa kepemimpinan Sawijaya inilah terjadi perubahan penting dalam struktur pemerintahan desa. Jabatan Demang secara resmi berubah menjadi Kepala Desa, menandai perubahan sistem pemerintahan yang lebih modern.

Setelah itu, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Krama Dikara yang menjabat sebagai Kepala Desa pada periode 1904 hingga 1946. Dalam catatan sejarah masyarakat, masa pemerintahan Krama Dikara dikenal cukup tegas, bahkan kerap dianggap keras oleh sebagian warga.

Sejarah panjang ini menjadi bagian penting dari identitas Desa Kedunggong hingga saat ini, sekaligus menunjukkan perjalanan sebuah kampung terpencil yang berkembang menjadi desa dengan warisan sejarah yang kuat di Kabupaten Kebumen.

Sumber: Website Resmi Desa Kedunggong


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.