SEJARAH

Jejak Perjuangan dan Misteri 7 Makam Keramat: Mengungkap Asal Usul Desa Kabuaran Prembun

492
×

Jejak Perjuangan dan Misteri 7 Makam Keramat: Mengungkap Asal Usul Desa Kabuaran Prembun

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kabuaran yang terletak di Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah sejarah panjang yang sarat dengan perjuangan dan legenda para pendahulu. Desa yang berada di wilayah paling utara Kecamatan Prembun ini tidak hanya dikenal sebagai wilayah agraris, tetapi juga memiliki cerita asal-usul yang menarik untuk ditelusuri.

Menurut catatan sejarah desa, Kabuaran dahulu dikenal dengan nama Desa Kabiworo. Perubahan nama tersebut berkaitan erat dengan perjuangan seorang tokoh dari Kerajaan Mataram Yogyakarta bernama Mbah Demam Maduseno (Wirogati I) pada sekitar tahun 1918.

Berdasarkan penuturan mantan Kepala Desa Kabuaran, H. Kasmin Hudowiyono, Mbah Demam Maduseno datang ke wilayah tersebut untuk memimpin perjuangan melawan penjajahan Belanda. Bersama para pengikutnya, ia melakukan perlawanan sengit demi mempertahankan wilayah tersebut dari kekuasaan kolonial.

Namun, setelah melalui berbagai pertempuran yang melelahkan, pasukan Mbah Demam Maduseno akhirnya terdesak. Dalam kondisi tersebut, mereka terpaksa menyerah dan kemudian bergabung tanpa syarat dengan pihak Belanda.

Setelah peristiwa itu, pemerintah kolonial Belanda memberikan lahan hutan kepada Mbah Demam Maduseno dan para pengikutnya untuk dijadikan permukiman baru. Lahan tersebut kemudian dibuka dengan cara membabat dan membakar hutan.

Dari peristiwa pembukaan lahan inilah nama Kabuaran muncul. Konon, nama tersebut berasal dari istilah “kabur tanpa arang”, yang menggambarkan proses pembakaran lahan saat membuka wilayah baru untuk perkampungan.

Hingga kini, jejak sejarah para pendahulu masih terasa kuat di Desa Kabuaran. Hal itu terlihat dari keberadaan tujuh makam keramat yang diyakini sebagai tempat peristirahatan para tokoh yang berjasa dalam sejarah desa.

Tujuh makam tersebut antara lain:

  • Makam Mbah Jontrot di Dukuh Begedogan Wetan
  • Makam Mbah Abu Leksono di Blok Widara Payung, Begedogan Wetan
  • Makam Mbah Juru Tulis di Dukuh Kepek
  • Makam Mbah Mangundrana di Blok Sikethu, Kepek
  • Makam Mbah Kyai Geseng di Begedogan Kulon
  • Makam Mbah Nalawijaya di Dukuh Bedegolan
  • Makam Mbah Demam Maduseno di Blok Si Geni, Juru Tengah

Tokoh-tokoh tersebut diyakini sebagai para pejuang yang berperan penting dalam terbentuknya Desa Kabuaran.

Dalam perjalanan pemerintahan desa, Desa Kabuaran telah mengalami 13 kali pergantian kepala desa, mulai dari masa kepemimpinan Hudajaya, Wiranaya, Wirantana, Wangsamijaya, Nder, Tamin, Hudopawiro, Kasmin Hudowiyono, Paijan, Parno Ismail, Soleman Yudi, Muhardi, hingga kepala desa saat ini Subur Nowo Prasetyo, A.Md.

Sejarah panjang ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kabuaran. Kisah perjuangan para pendahulu tidak hanya menjadi cerita turun-temurun, tetapi juga menjadi pengingat akan semangat kebersamaan dan keberanian dalam membangun desa yang kini terus berkembang.

(Sumber: Website Desa Kabuaran


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.