KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kabekelan di Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, memiliki kisah sejarah yang menarik dan sarat nilai kepemimpinan. Nama “Kabekelan” sendiri diyakini berasal dari kata bekel, yakni sebutan bagi tokoh masyarakat atau pemimpin desa pada masa lampau yang memiliki kewibawaan dan pengaruh besar di tengah masyarakat.
Berdasarkan cerita yang diwariskan para leluhur, sejarah Desa Kabekelan bermula sejak masa kerajaan, jauh sebelum masa penjajahan Jepang. Pada masa itu, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Kabekelan dihuni oleh sekelompok masyarakat yang dipimpin oleh beberapa tokoh yang disebut bekel. Bekel pada masa tersebut memiliki peran penting sebagai pemimpin masyarakat, yang dalam konteks saat ini dapat disamakan dengan jabatan lurah atau kepala desa.
Konon, di wilayah yang kini menjadi Dukuh Krajan, terdapat seorang tokoh yang dikenal sebagai Mbah Bekel, sosok yang sangat disegani oleh para bekel dari berbagai wilayah sekitar. Karena kewibawaannya, para bekel dari sejumlah desa kerap berkumpul dan bermusyawarah di tempat tersebut.
Dari kebiasaan berkumpulnya para bekel itulah, wilayah tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Kabekelan, yang secara makna dapat diartikan sebagai tempat berkumpulnya para bekel atau para pemimpin desa.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, para bekel yang berkumpul di Dukuh Krajan berasal dari tujuh desa, yakni Desa Sidomulyo, Desa Kabekelan, Desa Sidomukti, Desa Banjaran, Desa Sidodadi, Desa Sidomangu, dan Desa Pendorekan. Ketujuh desa tersebut menjalin kesepakatan untuk bersatu dan menjadikan wilayah Krajan sebagai pusat pertemuan dan musyawarah.
Seiring berjalannya waktu, wilayah tersebut kemudian lebih dikenal sebagai Desa Kabekelan, sebagai simbol persatuan para bekel yang dahulu sering berkumpul di tempat itu. Nama tersebut terus digunakan hingga sekarang dan menjadi bagian dari identitas sejarah desa.
Kisah asal-usul ini menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat setempat, yang menggambarkan bagaimana nilai kepemimpinan, musyawarah, dan persatuan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Desa Kabekelan sejak masa lampau.
Sumber: Website resmi Desa Kabekelan Prembun.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















