KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kalibagor, yang berada di Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah sejarah yang unik dan sarat legenda. Cerita yang diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh desa menjadi bagian penting dari identitas masyarakat setempat hingga hari ini.
Secara geografis, Desa Kalibagor memiliki batas wilayah yang cukup strategis. Di sebelah timur berbatasan dengan Desa Pekunden, sebelah barat dengan Desa Jatisari dan Desa Gesikan, sebelah selatan dengan Desa Jogopaten, serta di bagian utara berbatasan langsung dengan Desa Argopeni.
Desa ini terdiri dari sembilan dukuh, yaitu Dukuh Kalisalam, Penagan, Karangasem, Karang Petalan, Sitanjung, Karang Blimbing, Kemangunan, Kedondong, dan Kedungwaru. Dari sejumlah dukuh tersebut, beberapa wilayah seperti Dukuh Kedondong, Kedungwaru, dan Kemangunan dikenal masih kuat memegang tradisi serta ajaran leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Legenda Baratayuda di Tanah Kalibagor
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, wilayah Kalibagor konon telah menjadi tempat peristiwa besar yang berkaitan dengan kisah pewayangan Baratayuda, perang antara Pandawa dan Kurawa.
Para sesepuh desa menuturkan bahwa di Dukuh Kalisalam pernah terjadi pertempuran hebat yang menyebabkan gugurnya seorang tokoh bernama Prabu Jaya Jatra atau Raja Sindu, yang disebut-sebut sebagai menantu dari pihak Kurawa.
Dalam kisah tersebut diceritakan, Prabu Jaya Jatra terkena panah dalam pertempuran sengit hingga tubuhnya hancur berkeping-keping. Beberapa bagian tubuhnya kemudian dimakamkan di sejumlah lokasi yang kini menjadi bagian dari wilayah desa.
Salah satu lokasi yang dipercaya sebagai tempat pemakaman bagian tubuhnya dikenal dengan nama Setana Dawa atau “Kuburan Panjang”. Selain itu, terdapat pula tempat di tengah area persawahan yang disebut Soka Sewu, yang berada di wilayah Dukuh Kedondong dan Kedungwaru.
Sementara di wilayah Dukuh Kemangunan terdapat lokasi yang dikenal dengan nama Bugang, yang menurut cerita merupakan tempat bagian kaki sang tokoh dimakamkan.
Asal Usul Nama Kalibagor
Selain kisah Baratayuda, terdapat pula versi lain mengenai asal-usul nama Desa Kalibagor. Cerita ini juga berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat.
Konon pada masa lampau, ada seorang tokoh sakti yang memiliki kesaktian luar biasa. Ia berniat membuat sebuah sungai hanya dalam waktu satu malam. Namun, proses tersebut memiliki pantangan, yakni tidak boleh ada seorang manusia pun yang mengetahui pembuatan sungai itu.
Saat pekerjaan berlangsung di malam hari, tiba-tiba ada seseorang yang tanpa sengaja melihat proses pembuatan sungai tersebut. Karena larangan itu dilanggar, pekerjaan sang tokoh sakti pun gagal.
Merasa kesal, ia kemudian mengucapkan kutukan kepada orang yang melihatnya.
“Nggér, koe lan anak turunanmu sesuk bakal angel golek bojo amarga koe wis gawe gagal gaweanku.”
Yang berarti, orang tersebut beserta keturunannya dipercaya akan mengalami kesulitan mendapatkan jodoh karena telah menggagalkan pekerjaannya.
Dari cerita tersebut, masyarakat kemudian mengaitkan nama Kali Pogor atau Kalipogor, yang berasal dari kata kali (sungai) dan pogor (gagal). Seiring perkembangan waktu dan perubahan pengucapan, nama Kalipogor kemudian berubah menjadi Kalibagor seperti yang dikenal hingga saat ini.
Sumber: Website desa Kalibagor
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















