KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Penimbun, yang terletak di Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menyimpan sejarah dan legenda unik yang menjadi bagian penting identitas masyarakatnya. Desa ini terdiri dari dua dusun utama, yaitu Krajan dan Prapatan, dengan pembagian blok-blok wilayah yang masing-masing menyimpan cerita budaya dan penamaan khas.
Asal-usul Nama Desa
Menurut para tetua desa, nama “Penimbun” berawal dari kata Tenimbun, gabungan dari kata te (batu) dan rembun (tampak atau ditemukan). Konon, pada masa lampau para wali sedang mengumpulkan batu besar untuk pondasi masjid di desa tersebut. Namun pembangunan masjid akhirnya dihentikan karena kejadian tak terduga, dan batu-batu besar itu kemudian menjadi simbol berdirinya desa yang kini dikenal sebagai Desa Penimbun.
Legenda di Balik Nama Blok Wilayah
Setiap blok di Desa Penimbun memiliki cerita legenda tersendiri:
- Blok Ketapang – dinamai karena pernah tumbuh pohon ketapang raksasa di pertigaan jalan.
- Blok Silumut – dikenal karena terdapat batu besar yang ditumbuhi lumut.
- Blok Sijambu – diberi nama dari pohon jambu yang besar di lokasi tersebut.
- Blok Mretelu – berasal dari kata telu atau tiga, merujuk pada pembagian kelompok saat mencari seorang pengelana.
Legenda yang paling menarik adalah kisah seorang pengelana dan makhluk bertaring panjang (keblek/gendruwo), yang menambah nuansa magis dan mistis dalam sejarah lokal desa.
Tradisi dan Ritual Adat yang Masih Hidup
Mayoritas masyarakat Desa Penimbun memeluk agama Islam, namun banyak adat istiadat dan ritual tradisional yang tetap dijalankan, seperti:
- Ruwat Bumi – ritual untuk memohon perlindungan Tuhan agar terhindar dari bencana, biasanya dilaksanakan dengan pertunjukan wayang kulit dan kegiatan adat lainnya.
- Gecok Pitik Crancam Terong Giling Pitu – persembahan atau tolak bala untuk menangkal marabahaya.
Tradisi-tradisi ini dijaga dan dilestarikan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan warisan budaya desa.
Perjalanan Desa Penimbun Hingga Kini
Sejak berdiri, Desa Penimbun telah mengalami berbagai peristiwa penting, mulai dari pembangunan infrastruktur pendidikan dan fasilitas umum sejak tahun 1969, masuknya listrik, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, desa ini juga menghadapi tantangan berupa banjir bandang, wabah penyakit, dan bencana alam lainnya.
Sejarah dan legenda Desa Penimbun bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi bagian dari identitas sosial dan budaya yang terus hidup dan dihormati oleh masyarakat hingga kini.
Sumber: penimbun.kec-karanggayam.kebumenkab.go.id
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















