SEJARAH

Sejarah Desa Tambakprogaten Klirong: Dari Tiga Desa yang Bersatu pada 1922 hingga Kini Dipimpin Dua Periode Muslikhudin

269
×

Sejarah Desa Tambakprogaten Klirong: Dari Tiga Desa yang Bersatu pada 1922 hingga Kini Dipimpin Dua Periode Muslikhudin

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Tambakprogaten memiliki perjalanan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Desa yang berada di wilayah Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen ini pada awalnya bukanlah satu wilayah administratif, melainkan hasil penggabungan dari tiga desa berbeda yang akhirnya bersatu pada tahun 1922.

Sebelum tahun 1922, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Tambakprogaten terdiri dari tiga desa, yaitu Desa Tambak Wetan, Desa Tambak Kulon, dan Desa Progaten. Ketiga desa tersebut memiliki pemerintahan dan kepemimpinan masing-masing.

Desa Tambak Wetan pada masa itu dipimpin oleh seorang lurah bernama Mustawireja. Sebelumnya, desa tersebut dipimpin oleh Sabid yang merupakan ayah dari Mustawireja. Sementara itu, Desa Tambak Kulon dipimpin oleh Kepala Desa bernama Rana Wijaya. Menariknya, hubungan kekerabatan juga terjalin antara kedua desa tersebut. Salah satu anak Rana Wijaya bernama Lamrah menikah dengan Sadimin, putra dari Kepala Desa Tambak Wetan yang kemudian dikenal dengan nama tua Mustawireja.

Adapun Desa Progaten dipimpin oleh seorang lurah bernama Mingin. Ketiga desa ini kemudian mengalami perubahan besar ketika pada tanggal 25 Agustus 1922 wilayah Tambak Wetan, Tambak Kulon, dan Progaten resmi digabung menjadi satu desa dengan nama Desa Tambakprogaten.

Setelah penggabungan tersebut, dilakukan pemilihan kepala desa pertama. Hasilnya, Rana Wijaya terpilih sebagai Kepala Desa Tambakprogaten dan memimpin selama delapan tahun, yakni dari 1922 hingga 1930.

Pada 26 September 1930, pemilihan kepala desa kembali digelar. Dalam pemilihan tersebut, Maryono Tirtosumarto terpilih sebagai kepala desa.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1946, Desa Tambakprogaten kembali mengadakan pemilihan kepala desa sebagai bagian dari pembaruan pemerintahan desa. Saat itu terdapat dua calon, yaitu Kyai Dulah Angsor dan Maryono Tirtosumarto. Hasil pemilihan menetapkan Maryono Tirtosumarto kembali dipercaya memimpin desa dan menjabat hingga tahun 1986, menjadikannya salah satu kepala desa dengan masa kepemimpinan terpanjang dalam sejarah desa tersebut.

Setelah masa kepemimpinan Maryono Tirtosumarto, estafet kepemimpinan Desa Tambakprogaten dilanjutkan oleh beberapa tokoh berikut:

  • Maslan (1986–1994)
  • Slamet B (1994–2002)
  • Wahyuli (2002–2007)
  • Khamdani (2007–2013)
  • Muslikhudin (2013–2019)
  • Muslikhudin kembali terpilih dan menjabat periode kedua sejak 2019 hingga sekarang.

Perjalanan panjang kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dari dinamika pembangunan dan perkembangan Desa Tambakprogaten hingga saat ini. Sejarah penggabungan tiga desa pada tahun 1922 menjadi tonggak awal terbentuknya identitas desa yang terus berkembang bersama masyarakatnya.

Sumber:
https://tambakprogaten.kec-klirong.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/131


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com