SEJARAH

Jejak Sejarah Desa Tambakagung Klirong Kebumen: Berawal dari Hutan Belantara yang Dibabad Mbah Coek

345
×

Jejak Sejarah Desa Tambakagung Klirong Kebumen: Berawal dari Hutan Belantara yang Dibabad Mbah Coek

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Setiap desa memiliki kisah sejarah yang diwariskan secara turun-temurun oleh para pendahulunya. Begitu pula dengan Desa Tambakagung, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, yang menyimpan cerita menarik tentang awal mula terbentuknya wilayah tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Tambakagung, Salimin Khanifudin, mengisahkan bahwa pada masa lampau wilayah tersebut masih berupa hutan belantara yang belum dihuni oleh masyarakat.

“Dulu wilayah ini masih kosong, semuanya hutan. Kemudian datang seseorang bernama Mbah Coek yang mulai membuka atau membabad alas di daerah ini,” ungkap Salimin Khanifudin, yang pernah menjabat sebagai Kaur Pemerintahan Desa Tambakagung.

Setelah membuka hutan, Mbah Coek mulai menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat permukiman. Dari situlah kemudian terbentuk sebuah desa yang kini dikenal dengan nama Tambakagung.

Seiring berjalannya waktu, wilayah Desa Tambakagung berkembang dan terbagi menjadi tiga padukuhan, yakni Padukuhan Welaran, Karanggede, dan Tambakbaya.

Salimin menuturkan bahwa Padukuhan Karanggede dahulu merupakan wilayah dengan lahan yang sangat luas yang kemudian dibuka dan dijadikan area permukiman warga. Sementara itu, Padukuhan Tambakbaya memiliki cerita tersendiri.

Menurutnya, wilayah Tambakbaya dahulu memiliki sebuah tambak yang dihuni banyak buaya. Dari situlah nama Tambakbaya muncul dan dikenal oleh masyarakat setempat.

Ketiga wilayah tersebut kemudian menyatu menjadi satu kesatuan desa yang dikenal dengan nama Tambakagung. Hingga kini, sebagian besar masyarakat Desa Tambakagung menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Hal itu terlihat dari luasnya lahan persawahan dan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.

Nama Tambakagung sendiri memiliki makna filosofis. Kata “Tambak” dan “Agung” diharapkan melambangkan sebuah wilayah yang luas, besar, dan mampu memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakatnya.

Hutan yang dahulu dibuka oleh para leluhur kini telah berubah menjadi lahan pertanian yang produktif dan menjadi sumber kesejahteraan bagi warga Desa Tambakagung hingga saat ini.

Sumber: www.wiradesa.co


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com