KEBUMEN, Kebumen24.com– Desa Kebadongan di Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, menyimpan kisah legenda sekaligus perjalanan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri. Nama desa ini dipercaya berasal dari seorang tokoh pengembara bernama Mbah Badong, yang konon datang dari daerah Bandongan, Magelang, pada masa lampau.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Mbah Badong adalah seorang pengembara yang membuka wilayah baru dan kemudian menetap di kawasan tersebut. Setelah bertahun-tahun tinggal dan mengembangkan daerah itu, Mbah Badong wafat dan dimakamkan di pemakaman umum Desa Kebadongan yang berada di wilayah RW 1.
Sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh tersebut, para penerusnya kemudian menamai wilayah itu dengan nama Kebadongan, yang diambil dari nama Mbah Badong.
Tiga Wilayah yang Menjadi Satu Desa
Pada masa lalu, kawasan Kebadongan tidak berdiri sebagai satu desa seperti saat ini. Wilayah tersebut terbagi menjadi tiga bagian kelurahan, yaitu Kebadongan Kulon, Kemantenan, dan Gajah Gunung.
Ketika masa penjajahan Belanda, ketiga wilayah itu kemudian digabung atau “diblengket” menjadi satu wilayah administratif bernama Kelurahan Kebadongan.
Pada masa itu, sistem pemerintahan desa masih sangat sederhana. Bahkan jabatan kepala desa atau lurah tidak memiliki batasan masa jabatan seperti sekarang. Seorang kepala desa dapat menjabat seumur hidup hingga tidak lagi mampu menjalankan tugasnya.
Daftar Kepemimpinan Desa Kebadongan
Sejak awal abad ke-20, Desa Kebadongan telah mengalami berbagai pergantian kepemimpinan. Berikut beberapa kepala desa yang pernah memimpin:
- 1900–1932 – Kepala Desa Bangsawecana
- 1932–1944 – Kepala Desa Bangsadimeja
- 1944–1976 – Kepala Desa Madali
- 1976–1980 – Pj Kepala Desa Sanpawira
- 1980–1989 – Kepala Desa Ngaderi
- 1989 – Pj Kepala Desa Martosujono
- 1989–1998 – Kepala Desa Masngud
- 1998–1999 – Pj Kepala Desa Khadiri
- 1999–2007 – Kepala Desa Drs. H. Sukadar, M.A
- 2007–2013 – Kepala Desa H.M. Tohir
- 2013 – Pj Kepala Desa Akhmadin
- 2013–2019 – Kepala Desa Marjuni
- 2019 – Plt Kepala Desa Akhmad Nurkholis, S.H.I., M.H.
- 2019–sekarang – Kepala Desa Marjuni
Perjalanan Desa: Antara Pembangunan dan Ujian
Dalam perjalanan sejarahnya, Desa Kebadongan juga mengalami berbagai peristiwa penting, baik yang membawa kemajuan maupun tantangan bagi masyarakat.
Beberapa peristiwa penting yang tercatat antara lain kelaparan dan wabah penyakit pada tahun 1943, masa penjajahan Belanda kedua pada 1947–1948, serta dampak pergolakan nasional seperti peristiwa G30S tahun 1965.
Di sisi lain, berbagai pembangunan juga dilakukan, seperti pendirian balai desa pada tahun 1970, pembangunan SD Inpres pada tahun 1986, serta pembangunan lapangan desa pada tahun 1984.
Desa Kebadongan juga pernah menerima berbagai bantuan pemerintah, seperti bantuan beras bulgur pada tahun 1973, makadam jalan pada tahun 2006, traktor pertanian pada tahun 2008, hingga bantuan PUAP untuk pertanian.
Namun masyarakat juga menghadapi berbagai musibah, mulai dari banjir besar pada tahun 1986, serangan penyakit antraks pada ternak tahun 2003, hingga wabah demam berdarah pada tahun 2006.
Desa yang Terus Berkembang
Kini Desa Kebadongan terus berkembang sebagai bagian dari wilayah Kecamatan Klirong. Dengan sejarah panjang yang dimiliki, masyarakat setempat berupaya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan budaya yang diwariskan sejak masa legenda Mbah Badong hingga generasi sekarang.
Legenda dan sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas Desa Kebadongan yang tetap dikenang oleh masyarakat hingga hari ini.
Sumber: Website resmi Desa Kebadongan.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















