KEBUMEN, Kebumen24.com – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen menyiapkan empat masjid ramah pemudik yang berada di jalur strategis lintas provinsi. Program ini bertujuan memberikan layanan ibadah sekaligus tempat singgah yang nyaman bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kebumen.
Empat masjid tersebut berada di jalur penghubung penting yang menghubungkan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi titik istirahat yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Fasilitas yang disiapkan di masjid ramah pemudik meliputi tempat salat yang nyaman, toilet bersih, area parkir, air minum, hingga area istirahat bagi pemudik yang membutuhkan waktu rehat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Masjid pertama yang ditunjuk adalah Masjid Al-Fath Buayan yang berada di Jalan Raya Kebumen–Cilacap No. 9, Purbowangi, Kecamatan Buayan. Masjid ini menyediakan berbagai fasilitas seperti tempat salat, toilet, area parkir luas, air minum, toko kecil, serta area istirahat bagi pemudik.
Masjid kedua adalah Masjid Kauman Sruweng yang terletak di Jalan Raya Sruweng, Kecamatan Sruweng. Di lokasi ini tersedia fasilitas toilet, MCK, serta area parkir yang dapat dimanfaatkan oleh para pemudik.
Selanjutnya Masjid Ya Hasanah Kebumen yang berada di Jalan Lingkar Selatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen. Masjid ini menyediakan tempat salat, toilet, area parkir, air minum, toko kecil, serta rest area yang dapat digunakan pemudik untuk beristirahat.
Sementara masjid keempat adalah Masjid Baiturrohim Prembun yang berada di Desa Bogowati, Kecamatan Prembun. Masjid ini juga dilengkapi fasilitas toilet, MCK, serta area parkir untuk menunjang kebutuhan para pemudik.
Penunjukan empat masjid tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Kebumen pada Jumat (6/3/2026). Rapat dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kebumen Anif Solikhin, Kepala Seksi Bimas Islam Makruf Widodo, Kasubbag TU Salim Wazdy, para kepala KUA, serta penyuluh agama Islam dari wilayah masjid yang ditunjuk.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa para Penyuluh Agama Islam akan dilibatkan sebagai petugas layanan pemudik. Mereka akan membantu memberikan informasi kepada para pemudik, memandu kebutuhan ibadah, serta turut menjaga kenyamanan lingkungan masjid selama masa arus mudik.
Koordinasi teknis terkait pembagian tugas layanan pemudik akan dikoordinasikan oleh masing-masing Kepala KUA di wilayah tempat masjid berada.
Penyuluh Agama Siap Layani Pemudik
Kepala Kantor Kemenag Kebumen, Anif Solikhin, menjelaskan bahwa program masjid ramah pemudik merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama musim mudik.
Menurutnya, kehadiran masjid sebagai tempat singgah bagi pemudik sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar Kementerian Agama hadir langsung memberikan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah mahdhah, tetapi juga dapat menjadi ruang singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir yang menempuh perjalanan jauh,” ujar Anif.
Ia berharap keberadaan masjid ramah pemudik dapat membantu masyarakat beristirahat sejenak, menunaikan salat tepat waktu, serta melanjutkan perjalanan dengan kondisi tubuh yang lebih segar.
Siapkan Layanan Dasar untuk Musafir
Selain empat masjid yang telah ditunjuk, Anif juga mengimbau pengurus masjid di sepanjang jalur mudik di wilayah Kebumen untuk turut menyiapkan layanan dasar bagi para musafir.
Layanan tersebut antara lain membuka masjid selama 24 jam, menyediakan toilet yang bersih, tempat wudu yang nyaman, memasang penanda lokasi masjid agar mudah ditemukan, serta menyediakan air minum atau takjil bagi pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa.
Kebersihan, keamanan, serta ketertiban lingkungan masjid juga diharapkan dapat dijaga bersama agar para pemudik merasa aman dan nyaman saat singgah.
Masjid Sebagai Simbol Kepedulian Sosial
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kebumen, Makruf Widodo, menilai keberadaan masjid ramah pemudik menjadi bentuk nyata kepedulian sosial umat Islam kepada sesama.
Menurutnya, masjid memiliki fungsi sosial selain sebagai tempat ibadah.
“Masjid dapat menjadi pusat pelayanan umat. Pemudik membutuhkan tempat istirahat, fasilitas wudu, serta suasana yang tenang sebelum kembali melanjutkan perjalanan,” jelas Makruf.
Ia berharap sinergi antara Kemenag, pengurus masjid, penyuluh agama, serta masyarakat dapat menghadirkan layanan yang ramah dan bermanfaat bagi para pemudik.
Melalui program ini, Kemenag Kebumen berharap perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung lebih aman, nyaman, serta tetap bernuansa religius. Masjid di sepanjang jalur mudik diharapkan tidak hanya menjadi tempat menunaikan salat, tetapi juga menjadi ruang istirahat bagi para musafir sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















