PERISTIWA

Video Anggota TNI Amankan Remaja Diduga Terlibat “Perang Sarung” Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kades Sidomukti

862
×

Video Anggota TNI Amankan Remaja Diduga Terlibat “Perang Sarung” Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kades Sidomukti

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebuah video yang memperlihatkan anggota TNI mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat aksi “perang sarung” beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan warganet.

Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari di wilayah perbatasan Kecamatan Puring dan Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen tepatnya di sekitar jembatan perbatasan wilayah Desa Sidomukti, Senin malam, 23 Februari 2026

Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala Desa Sidomukti, Kecamatan Kuwarasan, Sukiman, memberikan penjelasan terkait kejadian yang berlangsung pada malam hari itu.

Sukiman menjelaskan peristiwa kenakalan remaja tersebut terjadi di area perbatasan wilayah, tepatnya di sekitar jembatan perbatasan antara wilayah Kecamatan Puring dan Kecamatan Kuwarasan. Meski lokasinya berada di sekitar wilayah Desa Sidomukti, para remaja yang terlibat disebut bukan berasal dari desa tersebut.

“Lokasinya di perbatasan wilayah, tetapi para pelaku bukan warga Desa Sidomukti,” jelas Sukiman, dalam keterangan resminya, Rabu 25 Februari 2026.

Mengetahui kejadian tersebut, pihak desa segera berkoordinasi dengan aparat keamanan. Laporan kemudian disampaikan kepada jajaran Koramil setempat agar situasi tidak berkembang menjadi keributan yang lebih besar.

Tidak lama setelah laporan diterima, anggota TNI bersama aparat terkait langsung mendatangi lokasi. Berkat respons cepat tersebut, situasi berhasil dikendalikan dan para remaja yang terlibat berhasil diamankan.

Setelah dilakukan pembinaan dan pendataan, para remaja tersebut kemudian diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing di wilayah Kecamatan Puring dalam kondisi aman dan sehat.

Sukiman juga menyampaikan apresiasi kepada aparat TNI yang bergerak cepat menangani situasi sehingga kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI yang sudah membantu mengamankan kejadian tadi malam sehingga situasi tetap terkendali,” ujarnya.

Pemerintah desa berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari.

Fenomena perang sarung sendiri kerap muncul di kalangan remaja, khususnya menjelang atau saat bulan Ramadan. Meski terlihat seperti permainan, aksi tersebut sering kali memicu keributan dan berpotensi membahayakan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.