KEBUMEN, Kebumen24.com — Gugup berbicara di depan umum selama ini kerap menjadi “momok” bagi banyak pelajar. Tapi anggapan bahwa public speaking hanya untuk mereka yang berbakat, berhasil dipatahkan lewat Pelatihan Jurnalistik dan Public Speaking di MAN 4 Kebumen, Kamis (5/2/2026).
Pelatihan yang mengusung tema “Madrasah Go Digital: Melek Media, Santun Berbicara, Hebat Berkarya” itu menghadirkan praktisi komunikasi, Syifa Hamama, S.I.Kom., M.Si.
Di hadapan para siswa, ia menegaskan kemampuan berbicara di depan publik bukanlah bakat bawaan semata, melainkan keterampilan yang bisa dipelajari siapa saja asal mau berlatih dan membiasakan diri.
“Rasa gugup itu wajar. Yang tidak wajar adalah kalau kita berhenti mencoba,” tegas Syifa, disambut anggukan para peserta.
Ketua Jurusan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAINU Kebumen itu mengajak siswa mengubah cara pandang terhadap rasa takut. Menurutnya, ketakutan justru bisa menjadi energi untuk tampil lebih baik jika dikelola dengan benar.
Syifa yang juga dikenal sebagai presenter tamu di Kebumen TV serta aktif di berbagai organisasi seperti PCNU, Fatayat PCNU, PKK Kecamatan Kebumen, dan Askopis Provinsi Jawa Tengah, membagikan pengalamannya dengan gaya santai, komunikatif, dan mudah dipahami siswa.
Ia mengungkapkan, setidaknya ada tiga faktor utama yang sering membuat seseorang enggan tampil di depan publik: takut dinilai orang lain, mindset diri yang keliru, dan kurangnya persiapan. “Tiga hal ini bukan penghalang mutlak. Semuanya bisa diatasi dengan latihan yang tepat dan konsisten,” jelasnya.
Salah satu materi yang paling menyita perhatian peserta adalah teknik membuka dan menutup presentasi. Dalam sesi ini, Syifa memperkenalkan metode K-K-S (Kesimpulan, Kutipan, dan Salam Penutup) sebagai struktur closing agar pesan yang disampaikan lebih membekas dan penampilan terlihat lebih profesional di mata audiens.
Tak hanya teori, pelatihan juga diisi dengan praktik langsung. Para siswa diajak menyusun opening dan closing presentasi, mencoba peran sebagai MC, hingga melakukan latihan vokal. Mulai dari pemanasan suara, latihan artikulasi, sampai teknik pernapasan diajarkan untuk menunjang kejelasan dan kekuatan suara saat tampil di depan umum.

Suasana pelatihan pun berlangsung interaktif. Banyak siswa yang awalnya tampak ragu, mulai berani maju ke depan kelas untuk mencoba berbicara. Perlahan, rasa gugup berubah menjadi percaya diri.
Menutup sesi, Syifa menyampaikan pesan yang langsung disambut tepuk tangan peserta. “Public speaking bukan soal tampil tanpa gugup, tapi berani tampil meski masih gugup,” ujarnya.
Melalui pelatihan yang dikemas praktis dan membumi ini, MAN 4 Kebumen berharap para siswanya semakin siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital, sekaligus tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, santun berbicara, dan berani berkarya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















