Pendidikan

Datangi SDN 1 Plarangan, Puluhan Wali Murid Tegas Tolak Rencana Regrouping Sekolah

510
×

Datangi SDN 1 Plarangan, Puluhan Wali Murid Tegas Tolak Rencana Regrouping Sekolah

Sebarkan artikel ini

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Suasana di SD Negeri 1 Plarangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen mendadak ramai pada Selasa 24 Februari 2026. Puluhan wali murid mendatangi sekolah untuk menyampaikan aspirasi mereka yang menolak rencana regrouping atau penggabungan sekolah.

Kedatangan para wali murid ini dipicu oleh munculnya kembali wacana regrouping yang disebut-sebut hampir selalu muncul setiap menjelang tahun ajaran baru. Kondisi tersebut dinilai membuat calon orang tua siswa ragu untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.

Salah seorang wali murid mengungkapkan bahwa para orang tua merasa keberatan jika regrouping benar-benar dilaksanakan.

“Kami tidak setuju jika akan dilaksanakan regrouping,” ujarnya dengan nada tegas.

Salah satu wali murid sekaligus komite sekolah, Manto, menjelaskan bahwa para wali murid berkumpul di sekolah karena para siswa pulang lebih awal pada hari itu. Namun, menurutnya, para wali murid sebelumnya tidak mendapatkan informasi jelas terkait adanya sosialisasi regrouping.

“Awalnya kami tidak tahu kalau akan ada sosialisasi. Namun yang pasti hampir semua wali murid menolak rencana regrouping,” jelas Manto.

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Warga menilai SDN 1 Plarangan masih memiliki prestasi yang patut dipertahankan. Bahkan, belum lama ini salah satu siswanya berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.

“Prestasi siswa juga harus menjadi pertimbangan. Selain itu faktor lokasi sekolah juga penting. Itu sebabnya banyak wali murid yang menolak,” ungkapnya.

Selain prestasi, persoalan jarak tempuh dan keselamatan siswa juga menjadi kekhawatiran utama. Jika regrouping dilakukan, sebagian siswa harus menempuh perjalanan lebih jauh dan melewati jalan utama yang cukup ramai.

“Kalau harus memutar, jaraknya bisa lebih dari dua kilometer. Anak-anak juga harus melewati jalan kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan, bukan lagi jalan desa. Kami bisa menerima regrouping kalau sebelumnya dibangun jembatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Plarangan, Aris Sumrambahyani, saat dimintai tanggapan memilih memberikan pernyataan singkat. Ia menyebut kegiatan sosialisasi terkait regrouping merupakan agenda dari Dinas Pendidikan.

“Kami hanya ketempatan,” ujarnya singkat.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.