SEJARAH

Sejarah Desa Sidomukti, Pernah Alami Kelaparan hingga Perlawanan Melawan Belanda

443
×

Sejarah Desa Sidomukti, Pernah Alami Kelaparan hingga Perlawanan Melawan Belanda

Sebarkan artikel ini

KEBUMENm Kebumen24.com – Desa Sidomukti, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen menyimpan perjalanan sejarah panjang yang penuh perjuangan. Dari masa kolonial Belanda, masa sulit akibat bencana dan penjajahan, hingga berkembang menjadi desa yang terus membangun hingga saat ini.

Berdasarkan catatan sejarah desa, pemerintahan desa sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Saat itu pusat pemerintahan berada di Dukuh Kuwadja yang kini dikenal sebagai Dukuh Waja. Pemerintahan dipimpin oleh seorang lurah bernama Den Tier pada tahun 1921 hingga 1930.

Pada masa tersebut, roda pemerintahan desa berjalan dengan keterbatasan. Pendapatan desa hanya mengandalkan hasil sawah bengkok yang kurang produktif karena belum adanya sistem irigasi yang baik. Infrastruktur juga sangat terbatas. Jalan desa masih berupa tanah di dataran rendah yang sering terendam banjir. Kondisi keamanan pada masa penjajahan Belanda juga membuat pembangunan desa berjalan lambat.

Kehidupan Warga dan Tradisi Budaya

Pada tahun 1930 kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Jaya Reja hingga tahun 1935. Kondisi desa belum banyak berubah. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, buruh, serta nelayan air tawar.

Namun di tengah keterbatasan, kehidupan budaya masyarakat justru berkembang. Kesenian tradisional seperti lengger, angguk, dan rodad sering digelar. Bahkan setiap tahun diadakan pertunjukan lengger dengan tradisi penyembelihan kerbau yang dikoordinasikan oleh pemerintah desa.

Kepemimpinan kemudian berlanjut kepada Ngamorbe pada tahun 1935–1940. Pada masa ini masyarakat mulai mengenal sistem bercocok tanam padi gagangan dengan tenaga kerbau sebagai alat utama pengolahan lahan. Tradisi kesenian dan budaya tetap dilestarikan melalui kegiatan baritan dan pagelaran wayang yang dibiayai secara swadaya oleh masyarakat setelah panen raya.

Perubahan Nama Menjadi Sidomukti

Perubahan besar terjadi pada tahun 1940. Pemerintahan desa dipindahkan dari Dukuh Waja ke Dukuh Tratas. Sejak saat itu nama desa diubah menjadi Desa Sidomukti yang meliputi wilayah Dukuh Tratas, Dukuh Bumireja, dan Dukuh Waja.

Desa dipimpin oleh Mad Mungil yang menjabat cukup lama, yakni dari tahun 1940 hingga 1962.

Pada masa ini masyarakat pernah mengalami masa sulit. Tahun 1943 terjadi kemarau panjang yang menyebabkan kelaparan. Warga bahkan terpaksa mengonsumsi bulgur—makanan untuk kuda—sebagai pengganti beras yang langka. Banyak pula warga yang bertahan hidup dengan daun-daunan.

Perlawanan terhadap Belanda

Tahun 1947 menjadi catatan penting dalam sejarah desa. Muncul gerakan perlawanan masyarakat terhadap kolonial Belanda. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Marikin gugur ditembak Belanda di perempatan Dukuh Tratas.

Selain itu, KH Abu Mastur bin H Mansyur (65) dan H Abdullah (40) juga gugur saat melakukan perlawanan di wilayah Kemit. Untuk mengenang jasa para pejuang tersebut, kemudian dibangun monumen di Desa Kemit, Kecamatan Karanganyar.

Pada masa perjuangan itu, pemerintah desa juga ikut membantu para pejuang dengan menyediakan logistik bagi tentara keamanan rakyat.

Perkembangan Pemerintahan Desa

Setelah Indonesia merdeka dan situasi keamanan mulai kondusif, pemerintahan desa berjalan lebih baik. Pada tahun 1962 dilakukan pencatatan kepemilikan tanah masyarakat dalam Buku C Desa.

Kepemimpinan desa kemudian berganti kepada Karto Diyono melalui pemilihan lurah secara dodokan pada tahun 1962 hingga 1965. Masa itu bertepatan dengan situasi nasional akibat peristiwa G30S 1965 yang turut mempengaruhi kehidupan masyarakat desa.

Setelah itu jabatan lurah dipegang oleh Karto Utomo (1965–1976). Dalam menjalankan pemerintahan, ia dibantu sejumlah perangkat desa seperti kebayan, kaum, kamituwa hingga petugas keamanan desa.

Pada tahun 1976 Karto Utomo wafat dan jabatan diisi oleh Darsono sebagai penjabat lurah.

Pembangunan dan Infrastruktur

Tahun 1976 menjadi awal perubahan sektor pertanian. Dilakukan normalisasi Sungai Gombong dengan tenaga manusia. Upaya ini membuat lahan pertanian lebih tertata dan risiko banjir mulai berkurang.

Pada masa yang sama juga terjadi peristiwa jebolnya Bendungan Sempor yang berdampak pada sejumlah wilayah di Kebumen, meski Desa Sidomukti tidak mengalami korban jiwa.

Normalisasi sungai juga membawa dampak ekonomi bagi warga karena banyak masyarakat terlibat sebagai pekerja maupun membuka usaha makanan bagi para pekerja.

Pada tahun 1977 dibangun Balai Desa semi permanen di Dukuh Tratas di atas tanah desa seluas sekitar 1.700 meter persegi.

Kepemimpinan Desa dari Masa ke Masa

Setelah terbit Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, kepemimpinan Desa Sidomukti terus berganti seiring perkembangan zaman, di antaranya:

  • Karsimun (1980–1982)
  • Siswo Sukarto – PJ (1982–1985)
  • Mislim (1985–1994)
  • Bejo Saputro
  • Sangid – PJ
  • Kasirun (2002–2007)
  • Agus Salim (2007–2013)
  • Sukiman, S.Pd (2013–2019)
  • Sukiman, S.Pd (2019–sekarang)

Pada masa pembangunan berikutnya, sejumlah fasilitas desa didirikan seperti balai pertemuan di Dukuh Bumireja pada tahun 1995 dan balai pertemuan Dukuh Waja pada tahun 1997 yang juga difungsikan sebagai Posyandu Mawar Biru.

Desa Sidomukti juga pernah terdampak banjir besar Kebumen pada tahun 2001 yang membuat sebagian warga mengungsi ke wilayah Puring.

Memasuki era pembangunan modern, desa terus mendapatkan program pembangunan, termasuk proyek rabat beton melalui program P2MPD pada tahun 2022 di wilayah RW 01 dan RW 03.

Mengingat Jejak Perjuangan

Sejarah panjang Desa Sidomukti menjadi pengingat tentang perjuangan para pendahulu dalam membangun desa dari berbagai keterbatasan. Dari masa penjajahan, bencana kelaparan, hingga pembangunan infrastruktur, semuanya menjadi bagian dari perjalanan desa menuju kemajuan.

Kini Desa Sidomukti terus berkembang dengan semangat gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sumber: Website resmi Desa Sidomukti


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.