KEBUMEN, Kebumen24.com – Hasil pengamatan hilal yang digelar Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kebumen (PCNU Kebumen) di Mercusuar Tanggulangin, Kecamatan Klirong, menyatakan hilal tidak terlihat. Dengan hasil tersebut, PCNU Kebumen menegaskan akan mengikuti keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan rukyatul hilal yang dilaksanakan bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H itu dimulai pukul 16.30 WIB hingga matahari terbenam. Tim Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen melakukan observasi menggunakan teleskop dan alat bantu optik lainnya dari puncak Menara Mercusuar Tanggulangin yang berada sekitar 40 meter di atas permukaan laut.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., menjelaskan pemilihan mercusuar sebagai titik rukyat didasarkan pada analisis astronomi jangka panjang.
“Berdasarkan kajian dan potret astronomi, posisi matahari saat terbenam dalam rentang beberapa tahun ke depan cenderung berada di selatan. Maka diperlukan lokasi yang representatif, bebas dari halangan pegunungan dan polusi cahaya. Mercusuar Tanggulangin ini sangat direkomendasikan,” ujarnya, Selasa (17/2/2026) sore,
Menurutnya, lokasi ini berpotensi menjadi titik alternatif strategis untuk pengamatan awal Ramadan maupun 1 Syawal hingga sekitar 15 tahun mendatang. Selain untuk rukyat, tempat tersebut juga dinilai ideal sebagai sarana edukasi astronomi.
Sementara itu, Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kebumen, Dr. Maryanto, M.Sc., menyampaikan secara teknis posisi hilal pada hari tersebut memang berada di bawah ufuk (negatif), sehingga sangat kecil kemungkinan terlihat.
“Secara hisab, hilal sudah berada di bawah ufuk sebelum matahari terbenam. Secara kasat mata pun, kondisi langit sore tadi tertutup awan tebal sehingga matahari tidak terlihat sama sekali,” jelasnya.
Ia menambahkan, bila laporan dari seluruh Indonesia juga menyatakan hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Selama ini, pengamatan hilal di Kebumen lebih terpusat di POB Pedalen, Kecamatan Ayah. Rukyatul hilal di Mercusuar Tanggulangin menjadi langkah diversifikasi lokasi observasi berbasis kajian empiris dan astronomis.
“Inisiatif ini bagian dari penguatan observasi falakiyah agar lebih adaptif terhadap dinamika posisi Matahari dan Bulan sepanjang tahun,” tegasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















