KEBUMEN, Kebumen24.com — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar program PWI Goes to Kampus di Aula IAINU Kebumen, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini disambut antusias mahasiswa lintas program studi yang ingin memperdalam pemahaman tentang dunia pers sekaligus bermedia sosial secara bijak.
Dua jurnalis hadir sebagai narasumber, yakni Paryanto dari Banyumas TV dan Imam Wahyudi dari Radar Banyumas. Keduanya mengulas kode etik jurnalistik, perbedaan media resmi dan nonresmi, serta tips cerdas dan etis bermedia sosial di tengah arus informasi yang kian cepat.
Dalam paparannya, Paryanto menekankan pentingnya verifikasi sebelum publikasi dan keberpihakan pada kepentingan publik. Ia mengajak mahasiswa membangun kebiasaan check and recheck agar tidak terjebak pada konten sensasional yang berpotensi menyesatkan.
“Kecepatan itu penting, tapi akurasi jauh lebih penting,” pesannya.
Sementara itu, Imam Wahyudi mengingatkan mahasiswa untuk mampu membedakan konten jurnalistik yang tunduk pada kaidah etik dengan konten non-jurnalistik yang rawan hoaks dan misinformasi. Menurutnya, literasi media adalah kunci agar publik termasuk mahasiswa tidak mudah terseret arus disinformasi.
‘’Melalui program ini, kami PWI berharap lahir generasi muda yang melek pers, cakap memilah informasi, serta berkontribusi menjaga ekosistem media yang sehat dan berintegritas,,’’harapnya.
Wakil Rektor I IAINU Kebumen, H. Faisal, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai PWI Goes to Kampus relevan untuk membekali mahasiswa dengan literasi media yang kuat, sehingga mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang bertanggung jawab.
“Kampus membutuhkan ruang-ruang edukasi seperti ini agar mahasiswa paham etika, kritis, dan berani menyuarakan kebenaran secara santun,” ujarnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















