Pemerintahan

1.777 Calon Haji Kebumen Ikuti Manasik, Bupati Titip Pesan Disiplin dan Kesehatan

610
×

1.777 Calon Haji Kebumen Ikuti Manasik, Bupati Titip Pesan Disiplin dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Sebanyak 1.777 calon jamaah haji Kabupaten Kebumen mengikuti Bimbingan Manasik Haji tingkat kabupaten 1447 H/2026 M yang digelar di Hotel Candisari, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan krusial sebelum para jamaah berangkat ke Tanah Suci.

Pembukaan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Tampak hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kebumen, pimpinan PCNU Kebumen, serta PDM Kabupaten Kebumen. Sambutan Lilis Nuryani disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mukhsinul Mubarak.

Manasik digelar oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kebumen sebagai pembekalan menyeluruh bagi calon jamaah. Materi meliputi rukun, wajib, dan sunnah haji, dilengkapi praktik ibadah, dengan tujuan mematangkan kesiapan ilmu, mental, dan fisik.

Pelaksana harian Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kebumen, Nurul Khayati, menegaskan pentingnya mengikuti setiap sesi secara serius. Peserta diminta mencatat poin-poin utama dan aktif berdiskusi agar bekal pengetahuan benar-benar membantu ketenangan serta fokus beribadah di Tanah Suci.

Dari sisi sebaran, peserta datang dari seluruh kecamatan. Kecamatan Kebumen menjadi penyumbang terbanyak dengan 325 jamaah, disusul Buluspesantren sebanyak 125 jamaah. Sementara itu, Sadang tercatat paling sedikit, yakni tiga jamaah.

Komposisi jamaah terdiri dari 865 laki-laki dan 904 perempuan. Jamaah tertua, Ratmi (91) dari Padureso, serta jamaah termuda, Yulfah Amini (23) dari Adimulyo, menjadi potret lintas generasi yang siap menunaikan rukun Islam kelima.

Dalam sambutan bupati yang dibacakan Mukhsinul Mubarak, ditegaskan bahwa haji adalah panggilan Allah sekaligus perjalanan spiritual yang menuntut kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan. Rangkaian ibadah yang padat serta cuaca ekstrem membutuhkan kesiapan matang—karena itu, manasik disebut sebagai langkah strategis.

Pesan utama bupati: jaga kesehatan sejak dini—atur pola makan, cukup istirahat, dan rawat kebersamaan. Solidaritas antarsesama jamaah dinilai menjadi kunci menghadapi tantangan selama di Tanah Suci. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen peningkatan layanan; tahun ini penyelenggaraan haji berada di bawah kementerian baru, yang diharapkan memperkuat tata kelola, mempercepat arus informasi, dan meningkatkan kenyamanan jamaah.

Menutup sambutan, bupati mengingatkan agar jamaah santun, tertib, dan saling menghormati karena membawa nama baik daerah. Dengan persiapan yang matang melalui manasik, jamaah Kebumen diharapkan dapat beribadah lancar, khusyuk, dan kembali sebagai haji mabrur.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com