KEBUMEN, Kebumen24.com – Suasana haru menyelimuti pelepasan jenazah Mochamad Faik, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kebumen, yang gugur saat menjalankan tugas. Upacara kedinasan digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir dari Pemerintah Kabupaten Kebumen, Selasa (3/2/2026) pukul 09.30 WIB, sebelum almarhum dimakamkan di TPU Kelurahan Kebumen.
Mochamad Faik dinyatakan meninggal dunia saat melaksanakan tugas evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian, pada Senin (2/2/2026). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sejawat dan jajaran Pemkab Kebumen.
Upacara pelepasan dipimpin oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kebumen, R. Agung Pambudi, yang hadir mewakili Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Dalam sambutannya, Agung menyampaikan doa dan penghormatan atas pengabdian almarhum.
“Kami mendoakan semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala kekhilafannya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga amal bakti almarhum selama bertugas menjadi pahala jariyah,” ujar Agung.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan dharma bakti yang telah diberikan almarhum kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Ia menyebut almarhum sebagai putra sulung dan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya. Penghormatan berupa upacara kedinasan diberikan karena almarhum gugur saat menjalankan tugas negara.
“Kami sudah melakukan mitigasi risiko di lapangan. Saat evakuasi, tim kami tidak sendirian, ada rekan dari TNI, Polri, serta petugas medis dari Puskesmas Alian dan RSUD Prembun. Namun, memang terjadi hal di luar prediksi saat proses tersebut berlangsung,” jelas Ira.
Peristiwa ini, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi bagi Satpol PP Kebumen untuk meningkatkan perlindungan bagi para petugas di lapangan, sekaligus memperkuat sistem penanganan gangguan ketertiban umum. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap gangguan ketertiban, sekecil apa pun, agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Kepergian Mochamad Faik meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi keluarga. Menurut keterangan Kyai Kastolani, tetangga sekaligus Imam Masjid Raudlatul Muttaqin Keposan, keluarga almarhum baru saja kehilangan nenek dari pihak ayah sekitar 22 hari yang lalu.
Ironisnya, pada Selasa malam, nenek dari pihak ibu yang datang melayat juga meninggal dunia di rumah duka. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, keluarga harus kehilangan tiga anggota keluarga sekaligus.
“Almarhum Faik dikenal sebagai pribadi yang sangat baik, pendiam, dan ramah. Ia sosok yang santun dan selalu berpamitan setiap kali berangkat bekerja,” kenang Kyai Kastolani..(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






















