Pendidikan

Siapkan Hadiah Rp5 Juta, Ebod Jaya Tantang Dosen UMNU Kebumen Kembangkan Riset Pertanian dan Peternakan

567
×

Siapkan Hadiah Rp5 Juta, Ebod Jaya Tantang Dosen UMNU Kebumen Kembangkan Riset Pertanian dan Peternakan

Sebarkan artikel ini
H. Ebod Jaya memberikan tantangan riset pertanian dan peternakan kepada dosen dan mahasiswa UMNU Kebumen dalam kegiatan Penguatan Kemitraan dan Entrepreneurship, Kamis (22/1/2026).

KEBUMEN, Kebumen24.com — Pengusaha nasional sekaligus pendiri PT Ebod Jaya Bandung, H. Ebod Jaya, menantang dosen Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen untuk mengembangkan riset aplikatif di bidang pertanian dan peternakan berbasis Teknologi. Tantangan tersebut disertai dukungan pendanaan riset hingga Rp5 juta bagi riset yang terbukti berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tantangan itu disampaikan Ebod Jaya dalam kegiatan Penguatan Kemitraan dan Entrepreneurship antara UMNU Kebumen dan PT Ebod Jaya Bandung yang digelar di Aula Aswaja Center UMNU Kebumen, Kamis (22/1/2026).

“Ilmu itu harus aplikatif dan bermanfaat. Saya tantang siapa pun yang serius melakukan riset. Kalau konsepnya jelas dan bisa diterapkan, saya siapkan dana awal Rp1 juta,” ujar Ebod Jaya di hadapan dosen.

Ia menyebutkan berbagai peluang riset yang bisa dikembangkan, seperti inovasi teknologi pakan ternak agar beternak kambing lebih efisien, pengembangan budidaya bebek, hingga riset pertanian untuk meningkatkan produktivitas cabai dan umbi-umbian agar lebih murah, cepat, dan menguntungkan.

“Kalau pertanian dan peternakan produktif, orang tidak akan takut hidup di desa. Desa justru bisa menjadi pusat ekonomi,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi santai bersama dosen UMNU Kebumen, Ebod Jaya menekankan bahwa kunci keberhasilan wirausaha bukan semata modal uang, melainkan mindset dan mental yang benar.

“Banyak orang Indonesia sebenarnya mampu, tapi kalah sebelum bertanding karena minder,” katanya.

Ia juga mengkritisi apa yang disebutnya sebagai mental kuli, yakni kebiasaan bekerja hanya setelah diperintah. Menurutnya, mental tersebut harus diubah menjadi mental entrepreneur dan pemimpin.

“Entrepreneur itu bukan yang diarahkan, tapi yang mengarahkan. Peradaban maju karena inisiatif,” tegasnya.

Terkait pengembangan riset di daerah, Ebod Jaya mendorong akademisi untuk menggali potensi dan kearifan lokal. Menurutnya, riset harus menghadirkan sentuhan teknologi yang membuat produk lebih murah, lebih cepat, dan lebih berkualitas.

“Kalau sebuah inovasi tidak memberi nilai tambah, itu bukan teknologi,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Ebod Jaya menyatakan siap memfasilitasi riset yang logis dan aplikatif. Bahkan, jika riset tersebut berhasil dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar, ia menyiapkan bonus tambahan hingga Rp5 juta tanpa batasan waktu pelaksanaan selama pendanaan tersedia.

Menutup diskusi, Ebod Jaya berpesan agar ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus benar-benar memberi manfaat nyata.

“Ilmu itu harus bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Kalau tidak, itu namanya ilmu halu,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UMNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menegaskan kemitraan dengan dunia industri merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan global. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga harus berperan sebagai motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi.

“Melalui kemitraan ini, UMNU Kebumen ingin melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berjiwa entrepreneur, siap bersaing, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Program DIKTISAINTEK Berdampak ini berlangsung interaktif. Selain pemaparan materi kewirausahaan, acara juga diisi diskusi dan berbagi pengalaman membangun usaha. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.