Pendidikan

Gelar Bimroh, MTsN 2 Kebumen Tekankan Etos Kerja dan Husnudzan bagi Pendidik

575
×

Gelar Bimroh, MTsN 2 Kebumen Tekankan Etos Kerja dan Husnudzan bagi Pendidik

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — MTs Negeri 2 Kebumen kembali menggelar kegiatan bimbingan rohani (bimroh) bagi guru dan tenaga kependidikan pada Sabtu, 26 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah tersebut dimulai pukul 13.00 hingga 15.15 WIB dan berlangsung khidmat dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

Kepala MTs Negeri 2 Kebumen, Wahyono Hadi Susilo, S.Pd., M.P.Mat., dalam sambutannya menegaskan bimroh menjadi ruang refleksi penting bagi pendidik untuk memperkuat motivasi dan semangat kerja. Ia mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk memiliki tujuan hidup yang lebih besar serta mampu memaknai pekerjaan secara lebih mendalam.

“Dengan pemaknaan yang benar, pekerjaan bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ladang pengabdian dan amal. Ini juga menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk persiapan dini TKA terintegrasi,” ujarnya.

Bimroh kali ini mengangkat tema “Membangun Etos Kerja” dengan menghadirkan narasumber Dr. H. Salim Wazdy, S.Ag., M.Pd., Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa guru harus mampu memandang profesinya sebagai pekerjaan yang bernilai luhur dan bermakna.

Menurut Dr. Salim Wazdy, guru merupakan profesi yang sangat mulia karena memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, etos kerja guru harus dibangun di atas kesadaran dan tanggung jawab yang kuat.

Ia menjelaskan konsep etos kerja berdasarkan pemikiran Titisari, Warso, dan Haryono (2016), bahwa kerja dapat dimaknai sebagai rahmat, amanah, panggilan, aktualisasi diri, ibadah, seni, kehormatan, dan pelayanan. Pemahaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Selain membahas etos kerja, peserta bimroh juga diajak melakukan perubahan pola pikir dari su’udzan atau prasangka negatif menuju husnudzan atau berpikir positif. Husnudzan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun etos kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

“Berpikir positif akan sangat memengaruhi sikap, kinerja, serta kualitas hubungan sosial di lingkungan kerja. Husnudzan mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis sekaligus berdampak pada kesehatan fisik dan mental,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan bimroh kemudian dilanjutkan dengan pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Pengisian SKP dilakukan dengan pendekatan hasil kerja kuantitatif bagi pejabat administrasi dan fungsional. Kegiatan ini dipandu oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Ibu Ika Murni Wahyuningsih, S.P., guna memastikan proses berjalan tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.