Pemerintahan

Total Anggaran Rp31,8 Miliar, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 61 Sekolah di Kebumen

793
×

Total Anggaran Rp31,8 Miliar, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 61 Sekolah di Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan kembali ditegaskan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, meresmikan revitalisasi 61 satuan pendidikan di Kabupaten Kebumen, Senin (26/1/2026).

Peresmian dipusatkan di SD Negeri 2 Jatisari, Kecamatan Kebumen, yang menjadi simbol keberhasilan program revitalisasi infrastruktur pendidikan di daerah. Kegiatan ini sekaligus menandai selesainya seluruh paket pekerjaan revitalisasi sekolah di Kebumen dengan capaian 100 persen.

Kepala SDN 2 Jatisari, Musiyati, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat. Ia menyebut, sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi fasilitas sekolah sangat memprihatinkan.

“Sebelum bantuan ini hadir, perpustakaan kami rusak parah. Atap rapuh, plafon melengkung, lantai ambles, sehingga sejak 2016 terpaksa kami kosongkan demi keamanan. Jumlah toilet pun sangat terbatas, hanya lima bilik untuk seluruh siswa dan guru,” ungkapnya.

Pada tahun 2025, SDN 2 Jatisari menerima bantuan Rp249.326.693 yang digunakan untuk rehabilitasi ruang perpustakaan dan pembangunan toilet baru. Selain perbaikan fisik, sekolah ini juga telah menerima berbagai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Interactive Flat Panel (IFP), serta bantuan perangkat laptop.

“Alhamdulillah, sekolah kami kini lebih kokoh, aman, dan nyaman. Ini sangat mendukung pembelajaran aktif yang berpusat pada murid serta menghidupkan kembali budaya literasi di sekolah,” tambah Musiyati.

Meski demikian, pihak sekolah masih berharap adanya dukungan lanjutan untuk pemenuhan fasilitas pendukung lain, seperti ruang UKS, kantin, dan laboratorium. Merespons aspirasi tersebut, Mendikdasmen memberikan tambahan dua paket bantuan pemerintah (banpem) untuk peningkatan mutu pendidikan senilai Rp50 juta.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan bahwa kehadiran Mendikdasmen merupakan kehormatan besar bagi dunia pendidikan di Kebumen. Ia menilai program revitalisasi sekolah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Perpustakaan yang layak telah kami siapkan agar anak-anak gemar membaca. Pemerintah Kabupaten Kebumen siap bersinergi agar program revitalisasi ini berlanjut pada tahun 2026, sehingga lebih banyak sekolah yang merasakan manfaatnya,” ujar Bupati Lilis.

Program revitalisasi tahun 2025 di Kabupaten Kebumen menjangkau 61 satuan pendidikan, terdiri atas 33 Sekolah Dasar (SD), 14 SMP, 5 TK/PAUD, 4 SMK, dan 3 SMA. Tidak hanya sekolah formal, bantuan juga menyasar 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan prasasti peresmian oleh Mendikdasmen yang didampingi Bupati Kebumen dan Kepala Disdikpora, serta penyerahan school kit kepada para pelajar.

Dalam arahannya, Prof. Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa secara nasional, pada tahun 2025, program revitalisasi menyasar 16.171 satuan pendidikan dengan melibatkan sekitar 500 ribu tenaga kerja lokal.

“Untuk Kebumen, hari ini saya resmikan 61 satuan pendidikan dengan total bantuan Rp31.855.432.565. Tahun 2026, pemerintah menyiapkan anggaran Rp14 triliun untuk 11.700 sekolah, dan akan diperluas hingga lebih dari 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya budaya bersih dan tanggung jawab bersama. Ia meminta agar fasilitas yang telah dibangun, khususnya toilet, dirawat dengan melibatkan peran aktif siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Menanggapi kekhawatiran guru dalam menegakkan disiplin di sekolah, Mendikdasmen menegaskan bahwa Kemendikdasmen telah menjalin MoU dengan Polri untuk mengedepankan restorative justice dalam penanganan persoalan non-kriminal di lingkungan pendidikan.

“Jika persoalan di sekolah bukan merupakan tindakan kriminal, maka penyelesaiannya melalui restorative justice. Guru tidak perlu ragu menegur murid selama itu bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Selain itu, Mendikdasmen memaparkan sejumlah inovasi pendidikan, seperti program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, kegiatan “Pagi Ceria” (menyanyikan Indonesia Raya, senam, dan berdoa), serta peneguhan upacara bendera dan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.

Ia juga menyampaikan adanya beasiswa S1 bagi guru melalui program RPL dengan bantuan Rp3 juta per semester, pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD sebagai persiapan kurikulum 2027, serta rencana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026 untuk jalur prestasi.

“Pembangunan gedung bukan sekadar berdirinya bangunan fisik, tetapi bagaimana sekolah menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan mampu menumbuhkan semangat belajar anak-anak kita,” pungkas Prof. Abdul Mu’ti.

Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, jajaran pejabat Pemkab Kebumen, mantan Bupati Kebumen Ir. Mohammad Yahya Fuad, S.E., para kepala satuan pendidikan, serta tenaga pendidik.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.