Pemerintahan

Serat Pisang di Balik Jeruji Besi, Kolaborasi Rutan Kebumen–Agrominafiber Dilirik Pertapreneur Aggregator Pertamina

640
×

Serat Pisang di Balik Jeruji Besi, Kolaborasi Rutan Kebumen–Agrominafiber Dilirik Pertapreneur Aggregator Pertamina

Sebarkan artikel ini
“Asesor Pertapener Aggregator Pertamina meninjau langsung hasil produksi serat pelepah pisang karya warga binaan Rutan Kebumen.”

KEBUMEN, Kebumen24.com — Upaya pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen terus menunjukkan hasil menggembirakan. Salah satunya melalui program pengolahan serat pelepah pisang yang meski baru berjalan beberapa hari, sudah dinilai memiliki prospek bisnis sekaligus dampak sosial yang menjanjikan.

Optimisme tersebut mengemuka saat Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menerima kunjungan Asesor Program Pertapreneur Aggregator Pertamina, Imam Subhan dan Hamid Bima, di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama Rutan Kebumen dengan Inotex Foundation dan PT Agrominafiber Jawa Indonesia, yang didukung melalui program Sampoerna Untuk Indonesia. Kolaborasi ini difokuskan pada pemberdayaan warga binaan melalui pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi.

“Bismillah, Alhamdulillahirrahmanirrahim. Meski kerja sama ini belum genap satu bulan, laporan dari jajaran menunjukkan respons yang sangat positif. Dari pihak Agromina juga melihat prospeknya sangat baik, baik dari sisi bisnis maupun dampak sosial,” ujar Pramu Sapta.

Menurutnya, keseriusan para mitra tercermin dari kehadiran langsung Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina yang bertujuan memastikan program berjalan sesuai standar, berkelanjutan, dan memberi manfaat jangka panjang.

“Kami berharap program ini tidak hanya bermanfaat selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal keterampilan saat mereka kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Agrominafiber Jawa Indonesia, Profita Hermawan, menjelaskan program ini berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami ramah lingkungan yang memiliki nilai jual tinggi dan berorientasi pasar global.

“Serat pelepah pisang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan dan material ramah lingkungan yang diminati pasar ekspor. Kami ingin warga binaan terlibat langsung dalam rantai produksi global,” jelas Profita.

Pada tahap awal, pihak Rutan Kebumen melakukan asesmen ketat terhadap warga binaan yang terlibat. Seleksi dilakukan berdasarkan perilaku, jenis perkara, serta kesiapan mengikuti program, guna menjaga kualitas dan keberlanjutan kegiatan.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak warga binaan yang tertarik dan aktif, sehingga mereka memiliki keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” kata Pramu.

Program pelatihan pengolahan serat pelepah pisang ini pun mulai menunjukkan hasil nyata. Dari pelatihan perdana, warga binaan sudah mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi dengan target produksi mencapai 3 ton per bulan.

“Alhamdulillah, dari workshop pertama kami sudah melihat hasil yang cukup baik. Warga binaan bekerja dengan sangat serius dan bertanggung jawab. Bahkan sebagian produk sudah terlihat rapi dari sisi kualitas,” ungkap Profita.

“Serat pelepah pisang hasil olahan warga binaan Rutan Kebumen, bukti bahwa pembinaan kemandirian mampu melahirkan produk ramah lingkungan bernilai jual tinggi.”

Selama proses pendampingan, tim teknis Agrominafiber memberikan bimbingan langsung, mulai dari penguasaan teknik produksi, peningkatan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku dengan prinsip zero waste product.

Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih membutuhkan penyempurnaan teknik agar kualitasnya konsisten.

“Kami akan terus melakukan pendampingan berkelanjutan. Biasanya dua minggu sekali tim melakukan pengecekan ulang untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen, PT Agrominafiber telah menyalurkan sekitar 1 ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu pascapelatihan. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap sesuai kapasitas produksi warga binaan.

Dalam skala bisnis, kebutuhan bahan baku PT Agrominafiber mencapai sekitar 15 ton, dengan rencana 30 persen di antaranya dipasok dari hasil produksi warga binaan Rutan Kebumen.

Kolaborasi ini juga menarik perhatian nasional. PT Agrominafiber Jawa Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 10 UMKM terbaik nasional yang lolos seleksi ketat Program Pertapener Aggregator Pertamina dari lebih dari 1.700 UMKM se-Indonesia. Dari Jawa Tengah, hanya dua UMKM yang lolos, yakni Abon Abon Sapi Cap Koki dari Purbalingga dan Agromina dari Kebumen.

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Imam Subhan, menegaskan kehadirannya bersama tim bertujuan memastikan bisnis yang dijalankan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata.

“Bisnis hari ini tidak cukup hanya untung, tapi juga harus berdampak. Kami ingin melihat langsung implementasi kerja sama ini, termasuk bagaimana kontribusinya bagi warga binaan dan pihak Rutan,” ujarnya.

Pendampingan terhadap Agromina akan dilakukan secara intensif selama enam bulan, guna memastikan pelaksanaan Business Improvement Plan (BIP) berjalan konsisten.

Sementara itu, asesor lainnya, Hamid Bima, menilai kolaborasi antara Agromina dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis dalam menjaga kesinambungan produksi dan ketersediaan bahan baku.

“Sinergi ini sangat potensial. Selain menjadi penyangga bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat dalam waktu relatif singkat, dua hingga tiga minggu ke depan,” katanya.

Hamid menambahkan, fokus pendampingan ke depan akan diarahkan pada peningkatan standar kualitas dan ketepatan waktu produksi.

“Kualitas dan ketepatan waktu adalah kunci dalam dunia bisnis. Ini yang akan terus kami kawal bersama pihak Agromina dan Rutan,” pungkasnya. (K24/)*


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com